Semangat yang Berbuah 2

Semangat yang Berbuah 2

Puji Astuti Official Writer
      142

Mazmur 92: 14

"Mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita."

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 71; Ibrani 5; 2 Tawarikh 33-34

“Saya hanya mencintai Tuhan! Dia sangat baik padaku. Saya siap untuk pergi kapan saja.”

Dengan standar mana pun, Betty tidaklah kaya. Tapi ketika saya melihat wajahnya yang keriput, saya merasa terhormat untuknnya. Dia menghasilkan buah yang kekal pada usia tuanya.

Keinginanku adalah menjadi tua sepertinya. Jasmaninya menua, namun tetap dipenuhi oleh Roh.

Menjadi tua itu sulit dan menyakitkan.

Keinginanku adalah menyelesaikan hidup ini dengan baik. Kita bisa mengambil beberapa teladan dari Betty.

Pertama, dia berkata mencintai Tuhan. Mudah untuk dikatakan, namun lebih sulit untuk diterapkan. Saya belajar untuk lebih mengasihi Tuhan adalah dengan menghabiskan waktu bersama-Nya sebagai prioritas.

Saya tidak bisa mengatakan bahwa saya sudah melakukan ini setiap hari, tetapi biasanya, saya meluangkan waktu sekitar 20-30 menit pertama di pagi hari untuk membaca Firman-Nya dan berbicara dengan-Nya. Ada juga waktu untuk mendengarkan. Semakin saya mengenal Yesus, semakin saya mencintai-Nya.

Dia bersyukur. Kami adalah masyarakat yang sinis, dan umumnya tidak tahu berterima kasih. Ketika saya bekerja di ladang pertanian kami beberapa tahun yang lalu, pikiran saya tertuju pada masa perbudakan dan mereka tidak punya pilihan tentang kapan dan berapa lama mereka akan bekerja.

Saya bersyukur kepada Tuhan atas pilihannya dan ketika awan menutupi terik matahari, saya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Terakhir, dia bilang bahwa dia siap untuk pergi kapan saja.

Paulus berkata, tidak berada di dalam tubuh berarti hadir dengan Tuhan. Paulus juga berkata bawha berada bersama Tuhan jauh lebih baik!

Bersiaplah untuk bertemu Yesus.

Beberapa dari kamu mungkin sedang terluka saat ini. Mungkin kamu bertambah tua, kamu atau keluargamu didiagnosis suatu penyakit atau alasan lainnya.

Saya meminta maaf, tetapi mari renungkan perkataan Rasul Paulus ini bersama-sama denganku,

2 Korintus 4: 16-18 "Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal."

Terakhir, jangan biarkan dosa menghalangi jalanmu untuk diselesaikan dengan baik.

Mari berdoa untuk satu sama lain. Sampai jumpa di surga.

Hak Cipta © 2018 Pauline Hylton, digunakan dengan izin.

Ikuti Kami