Jacob Blake, Pria Kulit Hitam Ini Ditembak Polisi, Amerika Kembali Diguncang Demonstrasi

Jacob Blake, Pria Kulit Hitam Ini Ditembak Polisi, Amerika Kembali Diguncang Demonstrasi

Puji Astuti Official Writer
298

Amerika kembali diguncang oleh aksi demonstrasi yang berujung anarkis, hal tersebut dipicu oleh tindakan brutal polisi yang menembak seorang pria berkulit hitam sebanyak tujuh tembakan serta mengakibatkan orang tersebut dalam kondisi kritis dan lumpuh. 

Jacob Blake,Jr butuh mukjizat

Korban adalah Jacob Blake (29) yang ditembak tujuh kali di depan mobilnya, kejadian ini terjadi di Kenosha, Wisconsin. Menurut pengacaranya, paling tidak ada satu peluru yang mengenai saraf tulang belakangnya yang membuatnya mengalami kelumpuhan, dokter tidak yakin apakah Jacob Blake akan bisa berjalan kembali. 

“Keluarganya percaya mukjizat, tetapi diaknosis medis sekarang menyatakan bahwa dia lumpuh dan, karena peluru-peluru itu merusak saraf tulang belakangnya dan menghancurkan beberapa tulang belakangnya, dibutuhkan mukjizat untuk Jacob Blake,Jr untuk bisa berjalan lagi,” ungkap Benjamin Crump, pengacara Blake,Jr dalam konfrensi press pada Selasa (25/8/2020) lalu.

Selain tulang belakangnya, karena tembakan itu ia mengalami luka di perut, tangan dan juga kerusakan ginjal dan hati. Usus besar dan usus kecilnya pun harus diangkat karena kejadian ini, demikian penjelasan Crump kepada media. 

Saat penembakan terjadi, anak-anak Blake,Jr yang masih berusia 3, 5, dan 8 tahun berada dalam mobil serta menyaksikan ayah mereka ditembak dengan brutal. Crump menyatakan bahwa ketiga anak laki-laki Blake tersebut mengalami trauma. 

Ibu Jacob Blake meminta dukungan doa

Julia Jackson, ibu dari Jacob Blake,Jr menyatakan bahwa anaknya sedang berjuang untuk bertahan hidup, namun dia percaya bahwa anaknya itu itu tidak ingin demonstrasi yang disertai tindakan anarkis dan perusakan dilakukan.  

“Kita benar-benar hanya butuh dukungan doa. Saat saya berkendara melewati kota, saya melihat banyak kerusakan. Hal itu tidak mewakili anak saya atau keluarga saya. Jika Jacob tahu tentang kekerasan dan kerusakan ini, dia akan sangat merasa tidak sendang. Jadi, dengan sangat saya memohon dan mendorong semua orang di Wisconsin dan di luar sana untuk mengambil waktu dan memeriksa hatimu. Masyarakat, polisi, pemadam kebakaran, pendeta, politisi - beri Jacob keadilan pada tingkat ini dan periksalah hatimu, “ demikian ungkap Julia Jackson dalam konfrensi pers tersebut. 

“Kita butuh kesembuhan,” demikian tambahnya. “Saat saya berdoa untuk anak saya.. Untuk kesembuhan fisik, emosional dan juga spiritual, aku juga berdoa untuk kesembuhan negara kita. Tuhan menempatkan masing-masing dan setiap kita di negeri ini karena Dia ingin kita berada disini. Jelas Anda bisa melihatnya sekarang, saya memiliki kulit coklat yang indah. Tetapi lihatlah tanganmu dan apapun warna kulitnya, itu juga indah.Masakan kita membenci siapa diri kita. Kita adalah manusia. Tidak seorangpun yang lebih superior dari yang lainnya. Pribadi yang paling mulia adalah Tuhan sendiri. Tolong, mari kita mulai berdoa untuk kesembuhan negara kita. Kita adalah Amerika Serikat, apakah kita telah bersatu?” demikian ajakannya untuk masyarakat memulai gerakan doa bagi Amerika di tengah kesedihan atas penembakan anaknya. 

Ajakan doa untuk pemulihan Amerika

Gembala gereja dari keluarga Blake, Pastor James E.Ward,Jr., yang saat itu juga hadir dalam konferensi pers mengajak semua yang hadir untuk berdoa sebelum konferensi pers dimulai. Ia percaya bahwa dalam kehidupan ini ada tiga hukum yang memerintah sebuah negara, hukum spiritual, hukum moral dan hukum sipil. Namun seringkali orang mengabaikan hukum spiritual dan hukum moral. Menurutnya jika hukum spiritual dan moral diabaikan maka akan terjadi gejolak dalam masyarakat seperti sekarang ini, dan satu-satunya cara pemulihan adalah dengan berbalik kepada Tuhan. Untuk itu ia mengajak semua orang untuk berdoa dan meminta belas kasihan Tuhan agar pertolongan-Nya terjadi atas Amerika di masa-masa sulit seperti sekarang ini. 

Daerah Kenosha saat ini berada dalam kondisi darurat dimana walikota meminta bantuan tentara National Guard untuk memberi dukungan bagi polisi dalam memulihkan ketertiban dan keamanan kota tersebut. Bahkan wilayah tersebut menetapkan jam malam, sebab dalam aksi protes dua hari berturut-turut berujung aksi anarkis dimana pihak keamanan harus melepaskan tembakan gas air mata dan tembakan senjata berpeluru karet untuk meredam para demonstran.

Tidak hanya di Wisconsin, aksi protes juga menyebar ke berbagai kota seperti Portland, Oregon, dan Minneapolis, Minnesota.

Baca juga :

Dahsyat! Konser Rohani Ini Ubah Pusat Unjuk Rasa Jadi Tempat Banyak Jiwa Terima Tuhan

Tak Mau Dipolitisasi, Tapi 94 Persen Gereja Amerika Setuju Untuk Bersuara Lawan Rasism

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com

Ikuti Kami