Tidur Berkualitas Bisa Bantu Cegah Penyakit Kronis, Buat Tidur Berkualitas dengan Cara Ini

Tidur Berkualitas Bisa Bantu Cegah Penyakit Kronis, Buat Tidur Berkualitas dengan Cara Ini

Claudia Jessica Official Writer
304

Jika kamu sudah makan dan berolahraga dengan teratur, tetapi tidak mendapatkan tidur yang cukup setiap malam, sia-sialah upaya yang telah kamu lakukan.

Pakar gangguan tidur Harneet Walia, MD, mengatakan bahwa tidur sangat penting untuk kesehatan kita namun, banyak dari kita tidak melakukan hal itu.

“Pertama dan terpenting kita perlu memprioritaskan tidur,” kata Dr. Walia. “Kami selalu merekomendasikan diet yang baik dan olahraga untuk semua orang, tapi di jalur yang sama kami juga merekomendasikan tidur yang berkualitas.”

Berdasarkan laporan dari National Sleep Foundation, waktu tidur yang ideal disesuaikan dengan usia. Melalui laporannya dalam dua tahun penelitian, mereka memecah sembilan kategori khusus usia, dengan sedikit rentang yang memungkinkan preferensi individu:

• Orang dewasa yang lebih tua, 65+ tahun: 7 hingga 8 jam.

• Dewasa, 26 hingga 64 tahun: 7 hingga 9 jam.

• Dewasa muda, 18 hingga 25 tahun: 7 hingga 9 jam.

• Remaja, 14 hingga 17 tahun: 8 hingga 10 jam.

• Anak usia sekolah, 6 sampai 13 tahun: 9 sampai 11 jam.

• Anak-anak prasekolah, 3 sampai 5 tahun: 10 sampai 13 jam.

• Balita, 1 hingga 2 tahun: 11 hingga 14 jam.

• Bayi, 4 sampai 11 bulan: 12 sampai 15 jam.

• Bayi baru lahir, 0 hingga 3 bulan: 14 hingga 17 jam.

Dr. Walia mengatakan ada bukti bahwa faktor genetik, perilaku dan lingkungan membantu menentukan berapa banyak waktu tidur yang dibutuhkan seseorang untuk kesehatan dan kinerja terbaik mereka sehari-hari. Tetapi minimal tujuh jam tidur adalah langkah yang benar untuk meningkatkan kesehatan kita.

Namun, apa yang terjadi jika kita tidak mendapatkan tidur yang cukup?

Kurangnya kewaspadaan. Kurang tidur selama 1,5 jam dapat berdampak pada perasaanmu.

Mengantuk secara berlebihanan di siang hari.

Ingatan terganggu. Kurang tidur dapat memengaruhi kemampuan untuk berpikir, mengingat, dan memproses informasi.

Stres dalam hubungan. Buka selalu dengan pasangan, tetapi juga dengan orang lain. Kurang tidur membuat emosi menjadi tidak stabil dan kamu memiliki peluang untuk berkonflik dengan orang lain.

Kualitas hidup menurun. Kamu mungkin kehilangan waktu dan minat untuk berpartisipasi dalam aktivitas normal sehari-hari atau sekedar berolahraga.

Kemungkinan lebih besar untuk kecelakaan. Mengemudi dalam keadaan mengantuk menyebabkan ribuan kecelakaan, cedera, hingga kematian setiap tahun, menurut Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional.

Ada beberapa masalah potensial paling serius yang terkait dengan kurang tidur kronis adalah tekanan darah tinggi, diabetes, serangan jantung, gagal jantung, atau stroke. Masalah potensial lainnya termasuk obesitas, depresi, gangguan kekebalan dan dorongan seks yang lebih rendah.


Baca juga: Sehat Itu Dimulai Dari Gaya Hidup, Pastikan 4 Hal Ini Bagian Dari Keseharianmu!


Selain itu, kurang tidur juga bisa mempengaruhi penampilanmu. Seiring waktu, dapat menyebabkan kerutan dini dan lingkaran hitam di bawah mata. Ada juga hubungan antara kurang tidur dan peningkatan hormon stres, kortisol, dalam tubuh. Kortisol dapat memecah kolagen, protein yang menjaga kulit tetap halus.

Jika kamu mengalami masalah tidur yang ringan dan sesekali, cobalah strategi sederhana ini dari pakar tidur Michelle Drerup, PsyD, DBSM.

Sumber : clevelandclinic

Ikuti Kami