Ramai Kisah Pria Nikahi Gadis 12 Tahun, Gimana Orang Krsiten Menyikapi Pernikahan Dini?

Ramai Kisah Pria Nikahi Gadis 12 Tahun, Gimana Orang Krsiten Menyikapi Pernikahan Dini?

Claudia Jessica Official Writer
601

Seorang pria berusia 44 tahun (B) menikahi gadis 12 tahun (NS) di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Pernikahan keduanya digelar pada 30 Juni 2020 lalu di Lamajakka, Kabupaten Pinrang, Sulsel.

Pernikahan dini ini mulai diketahui publik ketika foto pernikahannya tersebar di media sosial (medsos) dengan balutan baju pengantin adat Bugis-Makassar.

Walau terpaut 32 tahun, pernikahan tersebut didasari atas suka sama suka dan bukanlah paksaan. Dikutip dari Tribunnews.com, keduanya pertama kali bertemu di sebuah hajatan keluarga B yang lokasinya tak jauh dari rumah NS. Kemudian mereka menjalin hubungan dan berkomunikasi dengan intens selama kurang lebih 5 bulan.

Dengan memberanikan diri, B melamar NS. Namun, menurut pengakuan ayah NS, mereka menolak lamarannya sebanyak dua kali. Seakan kecewa pada orang tuanya, NS kabur dari rumah selama tiga hari dan juga mengancam akan menikag secara diam-diam dengan B.

Inilah yang membuat kedua orang tua NS terpaksa memilih jalur pernikahan dengan alasan kebaikan bersama.

Menanggapi hal ini, KPAI angkat bicara dan menyebut pernikahan dini dapat melanggar hak asasi anak. Dikutip dari detik.com, KPAI Retno Listyarti mengatakan "Perkawinan usia dini adalah pelanggaran dasar hak asasi anak, karena membatasi pendidikan, kesehatan, penghasilan, keselamatan, kemampuan anak, dan membatasi status dan peran."

Menurutnya, penikahan dini dapat memutus akses pendidikan anak. Sehingga, si anak akan kesulitan mengembangkan keterampilan di masa depan.

"Dari segi kesehatanpun dapat berdampak buruk karena mereka belum memiliki kesiapan organ tubuh untuk mengandung dan melahirkan. Kehamilan pada usia anak akan mengganggu kesehatan bahkan dapat mengancam keselamatan jiwanya," imbuh Retno.

Retno juga menegaskan mengenai tingginya kematian ibu dan anak sebagian besar disebabkan karena sang ibu masih dalam usia remaja saat melahirkan sehingga organ reproduksi remaja belum tumbuh sempurna.

"Secara psikologis usia anak juga masih labil, belum siap untuk menjadi seorang ibu yang mengandung, menyusui, mengasuh dan merawat anaknya, karena ia sendiri masih butuh bimbingan dan arahan dari orang dewasa," ungkap Retno.

Benar bahwa setiap orang membutuhkan sosok pendamping hidup, kecuali bagi mereka yang mendapatkan panggilan khusus untuk hidup selibat. Namun tahukah kamu bahwa pernikahan yang diinginkan Allah adalah pernikahan yang kudus, yang mempersembahkan pernikahannya untuk kemulian Allah?


Baca juga:

Karena Pernikahan Dini Gadis Umur 13 Tahun Tewas

Desa di Jawa Timur Ini Larang Keras Pernikahan Dini Karena ...

Didesak Nikah Muda? Berikut Pandangan Kristen Soal Kapan Menikah yang Tepat


Meskipun Tuhan tidak menyebutkan batasan usia seseorang menikah, pernikahan bukan sekedar euphoria cinta di masa muda. Tapi haruslah menjadi alat Tuhan untuk membentuk dua pribadi untuk melayani-Nya melalui pernikahan dan keluarganya.

Sebelum menikah, pastikan bahwa dirimu dan pasangan sudah siap baik secara fisik maupun spiritual.

Sumber : berbagai sumber

Ikuti Kami