Claudia Jessica

Official Writer
828


Pertengkaran dalam pernikahan kerap kali terjadi. Ini adalah salah satu bagian dari pernikahan yang tidak bisa dihindari. Terkadang pasangan suami istri dapat bertengkar karena cara bicara atau mungkin cara respon yang kurang tepat.

Bagaimana kita dapat menghindari pertengkaran dengan pasangan kita? Ini adalah tips yang sederhana:

1. Atur nada bicara dan cara meresponmu dengan baik. Pastikan kamu tidak memakai nada tinggi sehingga membuat pasanganmu salah paham.

2. Tetapkan kembali apa tujuanmu ketika berbicara.

3. Identifikasi pemicu pertengkaran. Terkadang kita bisa saja mengatakan atau melakukan ‘sesuatu’ baik secara sengaja atau tidak.

4. Bicarakan masalahmu, bukan masalah orang lain. Seperti gunakan kalimat “Aku merasa bahwa kamu …” bukan “Kamu ….”

Jika cara berbicaramu tidak tepat atau bahkan tidak sopan, apapun maksud pembicaraan yang kamu lakukan tidak akan tersampaikan dan akan berujung pada pertengkaran.

Sebagian besar pasangan menikah pasti pernah bertengkar karena 7 hal berikut:

Baca juga: Sering Bertengkar Sama Orang Tua Karena Tinggal Bareng? Ini Solusinya…

1. Waktu

Secara umum, kita memiliki pendapat tentang bagaimana pasangan kita menghabiskan waktu mereka, ketika mereka bersama kita dan tidak bersama kita.

Konflik yang mencerminkakan tentang waktu dan rasa tidak aman, biasanya seperti cemburu, citra diri yang rendah, materialisme, ambisi, dan keegoisan.

Agar tidak bertengkar karena harus bekerja lembur, atau pergi dengan teman, setiap pasangan menemukan kebutuhan emosional mereka mengenai waktu dan perhatian. Hal ini perlu didiskusikan.

Salah satu dari kalian mungkin membutuhkan waktu berkualitas (quality time) yang lebih banyak sementara yang lainnya tidak. Jika ini masalahnya, maka diperlukan diskusi untuk menemukan jalan keluarnya.

Biacarakan tentang apa yang kamu harapkan dan apa yang kamu rasakan ketika tidak menerima perhatian yang kamu butuhkan.

Hindari atau selesaikan argument dengan lakukan beberapa hal berikut:

1. Utamakan pasanganmu terlebih dahulu. Ituu bukan berarti dia memenangkan argument itu, namun kamu menghargai dia lebih dari untuk memenangkan argumen.

2. Tentukan win-win solution dari setiap diskusi yang kalian lakukan. Jika kamu tidak setuju mengenai itu, tunggu dan berdoalah untuk keputusan itu. Terkadang membutuhkan waktu yang lama untuk membuat sebuah keputusan.

3. Akui dan minta maaf jika kamu merasa melakukan kesalahan. Kemudian berusahalah untuk berubah.

2. Uang

Banyak pasangan yang memiliki prinsip berbeda tentang cara membelanjakan, menabung, memberi dan berinvestasi. Kamu mungkin memiliki pendapat yang berbeda tentang berapa banyak yang harus kamu keluarkan untuk sesuatu atau cara berbelanja untuk sesuatu.

Kalian mungkin memiliki cara masing-masing dalam mengelola keuangan. Namun, kini kalian adalah dua bukan lagi satu. Kamu harus berdiskusi dan membuat kesepakatan dengan pasangan tentang bagaimana mengelola keuangan kalian.

Bukan lagi dengan caramu atau cara pasanganmu, tetapi cara kalian mengelola keuangan.

Baca juga: Menghadapi Anak Saat Mereka Bertengkar Memang Tidak Mudah, Begini Caranya Biar Adil

3. Mengurus Anak

Masa kecil kita dan bagaimana orang tua mendidik kita akan membentuk kerangka bagaimana kita akan mendidik anak-anak kita sendiri.

Apalagi ketika kamu dan pasanganmu memiliki pengasuhan yang berbeda. Kamu mungkin memiliki pengasuhan yang sangat ketat yang dalam beberapa hal kamu membenci, sehingga gaya pengasuhanmu mungkin lebih bebas.

Tetapi pasanganmu mungkin sangat sangat membutuhkan perhatian dan bimbingan yang diberikan peraturan jika mereka tinggal di rumah yang terlalu bebas, sehingga mereka mungkin ingin menetapkan peraturan.

Penting untuk mengenali bahwa ada perbedaan dalam pengasuhan kalian sehingga kamu harus berada pada ‘halaman’ yang sama daripada membirkannya mengalir dan terjadi begitu saja.

Penting juga untuk mengenali bahwa anak-anak juga akan belajar dengan cepat mengenai siapa yang harus didekati untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Sangat penting untuk saling terbuka agar tidak terjadi perdebatan tentang keputusan sebelum dan sesudah keputusan dibuat.

Kamu juga bisa mengambil kelas pengasuhan (parenting) bersama untuk membantu kalian berada di halaman yang sama mengenai disiplin, pelatihan, dan koneksi dengan anak-anakmu.

Mengamati orang tua lain dan menyaksikan anak-anak bereaksi memberikan lingkungan belajar. Penting untuk saling mengetahui tentang bagaimana cara menangani situasi yang sulit dan tetap menjaga komunikasi terbuka jika kamu memiliki sesuatu yang kamu sampaikan dan sebaliknya.

Dalam mengasuh anak, bersikap proaktif selalu menjadi reaktif; mengantisipasi situasi masalah sebelum terjadi dan berbicara tentang bagaimana kamu ingin menangani sesuatu.

Itulah tiga poin pertama tentang masalah rumah tangga yang pasti pernah kamu dan cara mengatasinya. Kita akan bahas 4 poin lainnya di artikel berikutnya ya.

Baca juga: 7 Masalah Rumah Tangga Ini Pasti Pernah Kamu Alami. Nah Begini Cara Menyelesaikannya (2/2)

Sumber : crosswalk.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

2 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


purnama 1002 2 July 2020 - 23:48:31
Tolong doakan anak perempuan saya yg terkena penya... more..

Anju Frans Siregar 15 June 2020 - 15:07:02
Shalom semuanya. Saya mohon doa untuk kesembuhan d... more..

Natalia Christian 9 June 2020 - 10:03:12
Saya ingin sekali dibantu doa oleh teman2 seiman s... more..

IMA SAMOSIR 29 May 2020 - 14:22:54
'Terimkasih Tuhan Yesus untuk Semua yg Terjadi did... more..

Banner Mitra Juli 1-2


7245

Banner Mitra Juli 1-2