Satu dari Tujuh Kesalahan Keuangan Ini yang Bikin Kamu Kerap Terlilit Utang

Satu dari Tujuh Kesalahan Keuangan Ini yang Bikin Kamu Kerap Terlilit Utang

Lori Official Writer
894

Dalam sesi Talk Show SolusiTalks yang digelar secara live streaming pada Sabtu, 9 Mei 2020, Juhono Sudirgo, Founder and Senior Partner PT Fast Solusi Indonesia membeberkan soal kesalahan penggunaan uang yang umumnya kita lakukan. Kesalahan ini pula yang menyebabkan banyak orang selalu mengalami krisis keuangan setiap bulannya.

Juhono menyampaikan terdapat tujuh kesalahan umum yang kita lakukan, salah satunya bahkan menjerumuskan kita ke dalam jerat utang. Apa itu?

1. Gak punya penghasilan tambahan

Menurut Juhono, penghasilan tambahan bisa jadi sumber pendapatan yang bisa menunjang penghasilan utama.

Penghasilan tambahan ini juga sangat diperlukan sebagai sumber dana darurat jika suatu waktu kita dibutuhkan untuk menutupi kebutuhan prioritas.

2. Gak membuat anggaran gaya hidup

Anggaran gaya hidup yang dimaksud adalah anggaran untuk kebutuhan bulanan. Menurut Juhono salah satu masalah keuangan yang banyak menyebabkan keuangan seseorang kerap minus setiap bulan adalah karena tidak menetapkan anggaran gaya hidup secara rutin dan konsisten.

Karena sebesar apapun pendapatan setiap bulannya akan selalu kurang saat gaya hidup terus meningkat. Karena itu, penting untuk menetapkan anggaran untuk kebutuhan setiap bulannya.

3. Gak punya kotak P3K atau dana darurat

Bagaimana jika pendapatan sama sekali gak lagi ada? Misalnya karena di PHK, turun jabatan atau kena musibah.

Kondisi-kondisi yang tidak terduga seperti ini banyak menyebabkan seseorang panik. Karena itulah sangat dianjurkan untuk menabung sedini mungkin. Salah satu adalah dengan selalu menyisihkan 10% dari penghasilan untuk tabungan, deposito, reksadana pasar uang atau investasi lain.

Tabungan ini sendiri bisa digunakan saat dalam kondisi tak menentu, seperti penggunaan untuk pengobatan saat sakit, kehilangan, kerusakan dan keperlua mendadak lainnya.


Baca Juga:

Ngerinya 4 Jenis Utang Cicilan 'Kekinian' Yang Wajib Diketahui. Yuk Lebih Waspada!

Sakit Tapi Gak Punya Uang, Begini Tips Biar Gak Berhutang Buat Berobat


4. Gak punya asuransi

Masalah keuangan yang lain adalah kebanyakan dari kita gak ikut asuransi.

Asuransi dalam hal ini berguna sebagai tabungan untuk menanggung ketika kondisi tak terduga terjadi.

Adapun beberapa asuransi yang penting untuk dimiliki adalah asuransi kesehatan, kecelakaan, rumah, perjalanan dan kepemilikan.

5. Terbiasa berutang konsumtif (kartu kredit )

Juhono menyampaikan bahwa salah satu kesalahan besar keuangan adalah berutang untuk memenuhi kebutuhan konsumtif.  Ada dua sumber utama penyebab seseorang terlilit utang, pertama penggunaan kartu kredit dan kedua melakukan pinjaman online.

Dua masalah ini sama-sama berisiko besar yaitu membebankan peminjam dengan bunga uang yang tinggi. Semakin banyak pinjaman, semakin besar pula bunga yang harus ditanggung.

Pinjaman online sendiri menyebabkan banyak orang harus dikejar-kejar debt collector dan membuat hidup mereka tersiksa dengan beban utang yang terus menerus meningkat.

Juhono menyampaikan bahwa berutang bisa saja dilakukan jika hal itu bertujuan untuk memenuhi kebutuhan penting seperti pembelian rumah atau untuk modal bisnis. Tapi menjadi salah jika kita berutang hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumtif seperti biaya kebutuhan sehari-hari, biaya sekolah anak, biaya pembelian kendaraan dan sebagainya.

6. Terlalu pelit

Di masa-masa sulit, jangan hanya memikirkan diri sendiri tapi juga pikirkanlah kebutuhan orang lain.

Kita harus bijaksana dan memilih untuk berbagi dengan orang lain. Karena semakin banyak kita diberi maka semakin banyak pula kita memberi.

Share ekonomi bukan berarti pelit. Belanjalah jika ada anggaran. Cukupkan dirimu dengan uang yang dipercayakan Tuhan dan jangan terlalu sedikit.

"Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara…" (Yesaya 49: 6)

Jadi belajarlah untuk berbagi dengan orang lain dan mencukupkan dirimu dengan apa yang kamu punya.

7. Terlambat belajar berinvestasi

Berinvestasi harus dimulai sesegera mungkin. Tabung sekitar 10-20% dari pendapatan. Usahakan melakukannya secara rutin. Pastikan tabungan tidak hanya berada di satu kantong. Tapi cobalah untuk menaruhnya di berbagai kantong seperti deposito, reksadana.

Tanamlah uangmu sesuai dengan kapan waktunya bisa dituai. Jika untuk jangka pendek tanamlah untuk deposito. Jika untuk jangka menengah tanamlah untuk investasi emas atau logam mulia. Dan untuk jangka panjang tanamlah di saham, properti atau bisnis.

Berapa besar pendapatan yang sudah Tuhan percayakan saat ini untuk kita? Mari pergunakanlah pendapatanmu dengan pengelolaan yang bijaksana. Karena dengan itu, kita tetap punya tabungan untuk berbagai kondisi tak terduga seperti yang kita hadapi saat ini. Yuk mulai dari menentukan anggaran gaya hidup dan menabung. Sembari belajar berinvestasi dan menerapkannya dalam keuangan kita.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami