Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Inta

Official Writer
287


Karena rajin mengikuti perkembangan akun-akun media sosial yang membahas soal keuangan, persoalan hutang piutang selalu menjadi pokok pembahasan yang menarik. Apalagi, dengan teknologi yang terus berkembang, mengajukan hutang cicilan jadi lebih mudah. Bahkan, tanpa perlu mengantri di bank, cukup isi data sana sini, pinjaman pun bisa langsung cair.  

Sayangnya, teknologi yang serba cepat ini nggak diiringi dengan literasi keuangan yang baik juga. Masyarakat menyambut kemudahan ini dengan positif, padahal dibalik itu semua, tentu ada beban yang harus ditanggungnya.

Misalnya, dengan kemudahan tersebut, bunga yang diberikan kepada peminjam pun semakin melejit. Pasalnya, ada lho orang yang punya hutang kartu kredit cuma Rp. 4 juta, eh kena tagih sampai Rp. 170 juta. Ngeri banget, bukan?

Biar kita nggak terjebak di tempat yang sama, yuk kenali beberapa jenis utang cicilan di bawah ini.

1.  Kartu kredit

Kartu kredit mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita, ya. Kabar baiknya, pengajuan kartu kredit ini semakin mudah sekarang. Cukup dengan usia minimal 21 tahun, punya penghasilan di atas Rp. 3 juta, juga punya NPWP, seseorang pun sudah bisa mengantongi kartu kredit ini.

Kartu kredit seharusnya bertindak sebagai alat bayar. Sayangnya, karena pembayarannya menyusul, nggak jarang orang menggunakannya sebagai ‘tabungan cadangan’. Ketika uang mulai ludes, kartu kredit pun digunakan untuk tarik tunai. Nggak jarang juga kita memilih untuk menggunakan kartu kredit saat sedang berbelanja di tanggal-tanggal tua.

Agar kita nggak tersesat di kartu kredit, kita harus menyoroti beberapa hal di bawah ini.

a. Limit kartu kredit bisa saja lebih besar daripada gaji yang kita terima. Hal ini sering bikin kita terlena dan menggunakan kartu kredit sampai batas limit, eh pas akhir bulan, kita nggak bisa membayarnya full.

b. Ketika kita nggak mampu bayar, maka kita akan membayar semampunya, yang tentu saja akan menumpuk bunga di situ. Sampai akhirnya, saat kita nggak lagi mampu bayar, kita hanya akan mampu membayarnya pada angka pembayaran minimum. Padahal, bunga kartu kredit itu cukup besar per bulannya, lho.

2.  Kredit Tanpa Agunan

Seperti namanya, kredit ini memungkinkan kita berhutang pada bank tanpa perlu mengajukan jaminan apa pun. Plafonnya pun tergolong sangat lumayan. Bisa sampai Rp. 100 juta, lho. Uang segitu sangat lumayan untuk bisa dipakai jadi modal usaha, bukan?

Pengajuannya pun tergolong mudah dan sudah pasti cair. Cukup memberikan slip gaji atau fotokopi rekening koran buat kita yang wirausaha, fotokopi identitas, NPWP, fotokopi kartu kredit, dan dokumen lainnya.

Seperti yang sudah kita bahas di atas, karena prosesnya cenderung mudah, KTA ini punya bunga yang cukup tinggi. Angkanya bisa mencapai belasan persen per tahun. Tenornya pun pendek, biasanya tidak lebih dari 5 tahun. Belum lagi ada bunga dan administrasi dari pihak bank.

3.  Pinjaman online

Mirip dengan kredit tanpa agunan, hanya saja kita meminjamnya dari perusahaan fintech-fintech yang kini mulai menjamur. Nggak terkecuali yang ilegal. Di luar sana, ada banyak banget fintech yang menawarkan pinjaman dari masing-masing aplikasinya.

Hal ini memungkinkan seseorang meminjam lebih dari satu fintech. Gawatnya, bunga dari pinjaman online ini cukup mencekik. Bahkan ada biaya administrasi untuk proses pengajuan cepat. Selain itu, kita juga harus khawatir kalau-kalau data kita bisa bocor.

Bahkan, kalau nggak hati-hati, mereka bisa aja lho mengakses orang-orang yang ada di kontak telepon genggam kita. Kalau kita sekali aja gagal bayar, bisa-bisa mereka nggak cuma meneror kita, tetapi juga orang-orang terdekat.

Banyak banget orang yang menjadi korban pinjaman online ini. Kalau mencarinya di Google, bahkan kita bisa menemukan sebuah berita kalau ada seorang PNS yang bunuh diri akibat pinjaman online ini.

4.  Paylater

Kredit paling kekinian buat milenial nih. Kredit paylater ini biasanya menjadi salah satu fitur di aplikasi kesayangan kita. Mulai dari aplikasi sehari-hari seperti ojek online, sampai aplikasi liburan. Cocok banget buat milenial, bukan?

Kalau bisa dilihat kembali, paylater ini sebenarnya kredit yang jumlahnya nggak banyak-banyak. Kita bisa membeli kopi susu seharga Rp. 50 ribu, tetapi bayarnya bisa di akhir bulan. Lumayan banget buat kita yang pengin gaya tapi dompet terbatas.

Atau mungkin, saat kita pengin nonton tapi gajian masih seminggu lagi. Maka, paylater bisa jadi solusinya. Tapi, kita perlu mengingat kalau pengajuannya mudah dan cepat, maka akan diiringi dengan bunga yang cukup lumayan. Biasanya, masing-masing paylater mematok bunga sekitar 2-5 % per bulannya.

Jadi, dari beberapa utang cicilan di atas, kita perlu banget berhati-hati dengan jumlah dan bunganya. Jangan sampai kita iseng-iseng, eh berakhir pada kesulitan keuangan karena bunga yang melejit.

 

Sumber : berbagai sumber


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erlan Atandima 14 December 2019 - 10:58:36

Ciri ciri lahir kemabali

0 Answer

Shanty Nurvita 13 December 2019 - 22:07:07

Tiga kali umur Airin di kurangi umur Amel lebih da.. more..

0 Answer

Anang Dwi 12 December 2019 - 16:02:35

Cara bertobat

0 Answer


JustinDI 22 November 2019 - 16:40:34
Bapa kami yang di Surga, Dikuduskanlah namaMu Data... more..

JustinDI 22 November 2019 - 16:40:25
Bapa kami yang di Surga, Dikuduskanlah namaMu Data... more..

surya 10 November 2019 - 18:37:53
Hi teman teman JC, nama saya surya, saya mengalami... more..

marisca benedicta 9 November 2019 - 10:23:48
tolong bantu doa, agar saya terlepas dri jeratan h... more..

advertise with us


7265

advertise with us