Kamu Sering Ribut Dengan Suami/Istrimu? Mungkin Kamu Harus Menghilangkan 8 Kebiasaan Ini

Kamu Sering Ribut Dengan Suami/Istrimu? Mungkin Kamu Harus Menghilangkan 8 Kebiasaan Ini

Claudia Jessica Official Writer
786

Baik pasangan yang masih pacaran ataupun pasangan yang sudah menikah, tidak akan pernah terlepas dari yang namanya pertengkaran.

Pertengkaran bagaikan bumbu dalam sebuah sebuah. Ini adalah perilaku buruk yang jika dilakukan berkali-berkali, akan membuatnya menjadi kebiasaan yang akan kamu anggap ‘biasa’ dan mulai mengganggu hubungan yang sehat.

Baca juga: Suka Bertengkar Perkara Barang-barang di Rumah? Berdamai dengan 5 Tips Marie Kondo Ini

Kamu dapat mempertimbangkan 8 perilaku buruk berikut:

1. Membicarakan pasangan

2. Mengganggu pasangan

3. Mempermalukan pasanganmu

4. Memutar matamu dengan acuh

5. Menuduh pasangan

6. Menghalangi pasangan

7. Berlaku tidak tertarik

8. Menolak untuk bertanggung jawab atas perilaku buruk

Baca juga: 15 Cara Bertengkar Sehat dan Elegan Bareng Pasangan

Melakukan perilaku di atas sesekali, tidak akan menyebabkan kerusakan parah. Tapi jika kamu melakukannya berulang kali, hal ini akan mulai menyebabkan masalah parah. Dan jika bebarapa perilaku di atas dilakukan secara bersamaan, itu memungkinkan untuk melukai pernikahan secara signifikan.

Mengubah kebiasaan yang buruh, harus didasari oleh iman kita kepada Kristus: Efesus 2:8 “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.”

Pertama, sepakati bahwa perilaku buruk dapat diubah.

Kamu tidak akan merubah apa yang kamu tidak akui sebagai perilaku buruk. Karenanya untuk hal ini dibutuhkan orang yang berada di luar lingkaran kehidupan kita, seperti pendeta atau penasihat, untuk menunjukkan perilaku yang merugikan.

Kedua, sepakati perilaku buruk yang akan kamu targetkan.

Dengan bantuan penasihat pernikahan yang terlatih, kamu dapat menentukan perilaku seperti apa yang menyakitkan, mengapa menyakitkan, dan sepakati perilaku yang akan ditargetkan untuk diubah.

Baca juga: Sering Bertengkar Sama Orang Tua Karena Tinggal Bareng? Ini Solusinya…

Ketiga, setuju untuk menghadapi perilaku buruk dengan rahmat.

Setelah menyepakati perilaku apa yang menyakitkan, sepakati bahwa kamu akan ramah satu sama lain. Tidak ada dari kita yang sempurna. Sebaliknya, pasangan sehat yang berusaha bertumbuh akan setuju bahwa mereka akan saling berhadapan dengan cinta dan kasih karunia.

Galatia 6:1 “Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.”

Keempat, sepakati bagaimana kamu akan menginterupsi perilaku buruk.

Dengan Firman Tuhan yang disebutkan di atas tadi, adalah penting bagi kita untuk membangun kelemah lembutan ketika saling berhadapan. Orang yang berkonfrontasi tidak dapat mengambil sikap superioritas. Orang yang dikonfrontasi harus memiliki sikap keterbukaan dan penerimaan.

Baca juga: Menghadapi Anak Saat Mereka Bertengkar Memang Tidak Mudah, Begini Caranya Biar Adil

Kelima, sepakati bagaimana kamu akan meminta pertanggungjawaban satu sama lain atas perubahan.

Hal ini harus dilakukan atas izin satu sama lain. Membuat pernyataan seperti ini dapat membantu: "Apakah kamu bisa mengatakan itu sedikit lebih lembut," atau "Apakah kamu bisa memberi tahuku secara langsung jika sesuatu yang kukatakan mengganggumu?

Mengubah kebiasaan buruk memang tidak mudah. Tapi bukan berarti tidak mungkin. Kebiasaan buruk dapat dihancurkan dan diganti dengan kebiasaan sehat dan penuh kasih sayang.

Sumber : crosswalk.com

Ikuti Kami