Apa yang Harus Dilakukan Jika Aku Mengidap Virus Corona?

Apa yang Harus Dilakukan Jika Aku Mengidap Virus Corona?

Claudia Jessica Official Writer
665

Dengan jumlah kasus yang terus meningkat setiap hari, kamu mungkin bertanya-tanya pada diri sendiri jika kamu sampai didapati positif corona. Atau mungkin kamu bertanya-tanya apakah kamu bebas dari corona?

Secara alami, akan timbuh rasa ingin tahu ketika sesuatu yang asing terajadi. Apa perlu dirawat di rumah sakit? Apa perlu menggunakan ventilator? Atau hanya terasa seperti flu biasa?

Pertama dan terpenting, COVID-19 adalah virus pernafasan, yang berarti menyerang sistem pernafasan. Menurut laporan, sekitar 80% persen orang yang memiliki COVID-19 dengan respon ringan, sebagian besar kasus ini juga bertahan sekitar dua minggu. Sedangkan 13% lainnya yang memiliki repon parah atas virus ini, dapat berlangsung selama beberapa minggu.

Baca juga: Kapan Kita Harus Lakukan Test COVID-19?

Ada dua opsi ketika kita terinfeksi virus corona:

1. Mengalami reaksi ringan akan membutuhkan 14 hari untuk isolasi. Kamu bisa melakukannya di rumah tanpa perawatan khusus. Mungkin kamu merasa lemah, berpikir bahwa gejala corona: batuk kering, demam, kelelahan, sakit tenggorokan atau diare.

Tapi terkadang, orang juga tidak menunjukkan gejala apapun namun, masih memiliki virus ini. Inilah alasan lain dari dibutuhkannya social distancing.

2. Megalami reaksi parah dapat meliputi sesak napas, sesak di dada, betuk berlendir kental, kehilangan nafsu makan, kedinginan dan berkeringat. Reaksi yang parah dapat membuatmu dirawat intensif karena dapat menyebabkan pneumonia, gagal pernapasa, sepsis dan paling parah: kematian.

Menurut WHO, 1 dari 5 orang akan mengalmi reaksi parah. Orang dewasa yang lebih tua dan mereka yang memiliki kondisi kronis atau mendasar (seperti diabetes atau paru-paru atau penyakit jantung) lebih mudah untuk teinfeksi jenis ini.

Baca juga: Corona Virus Membuatmu Kehilangan Pekerjaan? Sikapi Dengan 3 Langkah Ini

Bagaimana jika dirawat di rumah?

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa dengan 80% orang yang terinfeksi COVID-19 dapat pulih di rumah. “Kasus-kasus virus yang ringan hingga sedang dapat dikelola melaui obat-obatan yang dijual bebas, minum banyak cairan dan istirahat,” kata Dr. Vyas.

Obat apa saja yang dibutuhkan? Obat penghilang rasa sakit seperti acetaminophen atau paracetamol bisa meredakan sakit dan nyeri ringan. Selain itu, penekan atau ekspektoran batuk juga disarankan, tetapi yang terbaik adalah mendapatkan arahan dari layanan kesehatan.

Apa yang terjadi jika dirawat di rumah sakit untuk COVD-19?

Jika kamu didiagnosis menderita COVID-19 atau yakin kamu memilikinya, segera cari pertolongan medis jika keadaanmu memburuk dan sulit bernafas.

Selain itu, disarankan juga untuk menghubungi layanan masyarakat dan gunakan masker belum kamu pergi ke fasilitas medis. Atau kamu juga dapat menghubungi 119, beri tahu bahwa kamu memiliki COVID-19 dan segera kenakan masker sebelum tim darurat tiba.

Baca juga: Kisah Ergon Pranata Pieters, Calon Pendeta Kalteng Dinyatakan Sembuh Dari Virus Corona

Jika kamu sudah tiba di rumah sakit, berikut hal-hal dapat kamu perhatikan:

- Kamu akan dirawat dan dipantau terutama ketika menyangkut pernapasan dan paru-paru.

- Kamu bisa saja diberikan oksigen untuk membantumu bernafas lebih baik.

- Kamu mungkin diberikan suntikan epinefrin, inhalasi albuterol atau obat-obatan serupa. Obat ini dapat membantu mengendurkan otot di saluran udara dan meningkatkan aliran udara ke paru-paru.

- Staf medis akan terus mengawasimu untuk tanda-tanda infeksi sekunder karena COVID-19 membahayakan sistem kekebalan tubuh.

- Jika kerusakan pada paru-parumu berlanjut, kamu mungkin mengembangkan sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS), yang berarti kamu bisa saja mengalami kegagalan pernapasan. Pada titik ini, kamu akan memerlukan ventilator medis untuk bernapas.

- Jika virus masih berjalan liar di seluruh tubuhmu, itu dapat menyebabkan mengalami sepsis. Sepsis adalah kondisi medis serius yang disebabkan oleh respon tubuh terhadap infeksi, yang dirawat dengan diagnosis cepat dan perawatan segera. Ini dapat termasuk antibiotik, infus dan perawatan suportif lainnya yang sesuai.

Baca juga: Haruskah Merayakan Paskah di Tengah Wabah Corona? Ini Kata PGI

Namun sering kali jika kamu di rawat di rumah sakit untuk COVID-19, kamu akan ditinggal selama beberapa minggu sampai kamu benar-benar pulih dan dipulangkan ke rumah.

Kamu butuh didoakan langsung? Klik link dibawah ini untuk terbubung dengan Tim doa kami http://bit.ly/InginDidoakan

Kamu butuh konseling? Klik link dibawah ini untuk konseling. http://bit.ly/inginKonseling

Sumber : health clevelandclinic

Ikuti Kami