Biar Hubunganmu dengan Pemimpin Rohani Baik, Yuk Belajar dari Paulus dan Timotius!

Biar Hubunganmu dengan Pemimpin Rohani Baik, Yuk Belajar dari Paulus dan Timotius!

Lori Official Writer
894

Setiap pemimpin yang kuat biasanya punya mentor yang bisa jadi teladan secara rohani. Sama seperti hubungan mentor dan murid antara Paulus dan Timotius.

“Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.” (2 Timotius 2: 2)

Sebagai mentor, Paulus mengajarkan kebenaran firman Tuhan kepada Timotius. Dalam proses pemuridan ini, Paulus benar-benar memperlakukan Timotius seperti anaknya sendiri. Jelas saat bertemu dengan Paulus, usia Timotius masih sangat muda. Dan dia adalah murid termuda yang pernah diajar oleh Paulus.

Sebagai anak yang sangat muda, Timotius mendapat figur pemimpin rohani yang tepat seperti Paulus. Paulus adalah ayah rohani yang mengajarkannya banyak hal.

Selain itu, Paulus bertindak sebagai pemimpin yang konsisten mendorong Timotius untuk sampai pada tujuan yang ditetapkan Tuhan atas hidupnya.

Kita juga bisa membaca referensi tentang hubungan antara Paulus dan Timotius di dalam Roma 16: 21. “Salam kepada kamu dari Timotius, temanku sekerja, dan dari Lukius, Yason dan Sosipater, teman-temanku sebangsa.”  Selain menganggap Timotius sebagai anak, Paulus juga menyebutnya sebagai rekan sekerja. Dalam hal ini, rekan sekerja dalam melayani dan memberitakan injil.


Baca Juga: Biar Jadi Youth Leader yang Keren, Kamu Perlu Miliki 5 Hal Ini


Paulus menjadi mentor yang gak memposisikan dirinya sebagai sosok yang ada di atas, melainkan sebagai pribadi yang membangun hubungan jauh lebih akrab dan dekat yaitu sebagai ayah, guru dan juga rekan sekerja.

Hubungan seperti inilah yang dibutuhkan dalam pemuridan di semua gereja kita saat ini. Sehingga anak-anak muda bisa bertumbuh secara rohani karena belajar dari teladan rohani mentor yang memimpinnya. Dengan itu, pemuridan akan terus bertumbuh dan akan banyak pemimpin-pemimpin baru seperti Timotius yang akan muncul.

Adalah tanggung jawab kita untuk melanjutkan teladan Paulus dan Timotius di generasi kita saat ini. Tongkat estafet itu sudah diberikan kepada kita dan tuailah pemimpin iman yang baru untuk memenangkan lebih banyak jiwa bagi kerajaan surga!

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami