Hidup Kita Nggak Boleh Biasa Aja, Ini 4 Pelajaran Yang Bisa Dipetik Dari Film Big Fish

Entertainment / 31 October 2019

Hidup Kita Nggak Boleh Biasa Aja, Ini 4 Pelajaran Yang Bisa Dipetik Dari Film Big Fish
Sumber: google search
Inta Official Writer
6632

Film Big Fish dipenuhi oleh pelajaran dan gambaran kehidupan. Digarap oleh Tim Burton, film ini sudah berumur lebih dari 15 tahun sejak 2003 lalu. Namun, buat kamu yang minggu ini belum punya wacana mau ngapain, film ini bisa menjadi alternatif.

Big Fish menarik bahkan sejak menit pertama. Berkisah tentang perjalanan hidup Edward Bloom, juga hubungan ayah dan anak, film yang merupakan adaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Daniel Wallace ini ajarkan kita banyak hal soal kehidupan.

Edward Bloom, bersama dengan anaknya, Will Bloom, sudah tiga tahun lamanya tidak menjalin komunikasi sama sekali. Hal ini berkaitan karena kebiasaan ayahnya yang sering menceritakan kisah-kisah dongeng.

Film ini, secara pribadi, mengingatkan dengan sebuah kutipan yang sangat terkenal, ‘YOLO.’ Sebuah ungkapan kalau kita hidup hanya sekali ini mengingatkan kita untuk menghidupi apa yang ada sebaik mungkin.

Berikut beberapa pelajaran soal hidup yang bisa diambil dari film lama ini.

1. Tempat baru bisa jadi wadah kita bertumbuh  

Ada banyak banget orang yang bilang kalau kita harus pergi dari zona nyaman, sebab dari situlah, kita akan menemukan banyak peluang yang baru. Edward Bloom meninggalkan kota kelahirannya, sebab baginya, kota tersebut terlalu kecil untuk ambisinya yang besar.

Ketika kita berada di suatu tempat dimana orang tersebut tetap sama, gitu-gitu aja, kita cenderung akan berpikir kalau ya kita cuma bisa segini. Edward, dalam cerita bertemu dengan seorang raksasa bernama Karl, dimana Karl selalu lapar sehingga memakan banyak hewan ternak. Saat mendekatinya, Edward berkata, “Has it ever occurred to you that maybe you’re not too big? That maybe this place is just too small?”

Kita merasa penat dan mimpi kita terlalu besar buat lingkungan ini, maka ini adalah indikasi yang baik kalau kita memang harus mencari tempat yang baru.

2. Ketahui tujuan hidup kita

Edward diceritakan mengetahui tentang bagaimana ia akan mati. Bukannya takut, tapi karena dia tahu cara dirinya akan mati, dia jadi nggak punya ketakutan sama sekali. Setiap ada masalah yang ia hadapi, berulang kali ia juga mengatakan, "Saya nggak akan mati dengan cara begini."

Kematian itu pasti. Nggak ada orang yang bisa memilih soal bagaimana ia akan dilahirkan. Namun, kalau kita bisa menerima hidup dan percaya kalau Tuhan yang punya kendali dalam kehidupan kita. Harusnya kita nggak lagi takut dan punya iman yang lebih besar dalam setiap langkah yang kita ambil.

3. Semua hal bisa berubah, tergantung perspektif kita

Edward melihat calon istrinya sebagai wanita tercantik di dunia. Nggak ada satu pun orang yang bisa disandingkan oleh kecantikan calonnya tersebut, Sandra. Menurut Edward, semua hal yang ia lakukan, itu karena cintanya kepada Sandra.

Ada orang yang kemudian takut setelah mendapat berita kebangkrutan. Ada yang langsung ciut saat dirinya divonis sakit kronis. Namun, beberapa dari mereka bisa bangkit dan dipakai Tuhan dengan luar biasa. Ketika kita percaya kalau di dalam Tuhan kita bisa melakukan hal apa pun, maka nggak akan ada hal yang nggak mungkin buat kita lakukan.

4. Perlakukan setiap orang dengan kebaikan

Edward bertemu dengan banyak orang. Baik itu raksasa, seorang yang puitis, bahkan sampai pencuri. Namun, sikap Edward kepada orang-orang tersebut nggak berubah, terlepas dari siapa orang tersebut. Dirinya memperlakukan mereka dengan penuh kasih dan kebaikan.

Kalau kita lihat kembali, kadang kita pilih-pilih soal gimana harus bersikap. Kita ketus pada orang yang nggak dikenal, bahkan sering acuh kepada mereka. Lewat film ini, kita diingatkan untuk bisa mengasihi siapa pun. Terlepas dari latar belakang atau posisinya saat ini, kita harus bisa berbuat baik kepada semua orang. Inilah yang Tuhan ajarkan kepada kita.

Wow, penasaran dengan film Edward Bloom ini? Yuk tonton filmnya. 

Sumber : berbagai sumber
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?