Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
2876


Tren gereja yang dilengkapi dengan kafe, gitar listrik dan ibadah mungkin sesuatu yang tak biasa di gereja-gereja.

Secara tradisional, ibadah pada umumnya adalah kegiatan yang dikhususkan untuk memuji Tuhan, berdoa dan mendengar injil. Tapi berbeda halnya dengan banyak gereja-gereja di Korea Selatan (Korsel). Gereja yang dilengkapi dengan kafe kopi seolah sudah menjadi tren yang diminati umat Kristen di sana.

Sebut saja salah satunya adalah gereja Pdt. Ahn Min-ho. Di sana Pendeta Ahn menyediakan café kopi yang dijalankan oleh pihak gereja sendiri.

Kebanyakan jemaat gereja yang rata-rata dewasa muda akan dipersilahkan memesan kopi pilihan mereka dari sang barista. Dan saat mereka mulai menikmatinya barulah Pendeta Ahn memulai ibadah dan meminta para jemaatnya berdiri dan membacakan pengakuan iman mereka.

“Kafe dan gereja kecil mengalami kesulitan bertahan di Korea. Menggabungkan keduanya sangat membantu karena mereka saling mendukung secara finansial,” katanya.

Gereja yang akrab disebut Jesus Coffee ini adalah salah satu dari beberapa gereja kafe yang berdiri di kota Seoul. Model gereja seperti ini dibuat sebagai cara gereja untuk menjangkau anak-anak muda dimana gereja-gereja besar di sana dianggap gagal menarik minat anak muda.

Sebanyak 17 gereja besar yang memiliki sedikitnya jemaat 2000 orang di Seoul dianggap telah gagal dalam hal ini. Pasalnya sesuai dengan data, umat Kristen Korea berusia 18-30 tahun telah meninggalkan gereja.

“Citra publik terhadap beberapa pemimpin gereja menjadi buruk beberapa tahun terakhir karena skandal uang dan urusan seksual. Inilah yang menghambat pertumbuhan banyak gereja di negara ini,” kata Sung-Deuk Oak, seorang profesor Kristen Korea di UCLA.

Baca Juga:

Seorang Dokter Kristen di Negara Ini Terancam Dipecat Karena Kedapatan Doakan Pasien, Duh!

Dukung Penuh Israel, Mike Pence Sebut Yang Memberkati Israel Juga Akan Diberkati

Pendeta Ahn berharap gerejanya Jesus Coffee bisa menarik banyak jemaat baru. Seperti disampaikan oleh salah satu jemaatnya Eunice Lee, dulunya adalah anggota sebuah gereja yang cukup besar di Seoul. Namun memilih untuk menghadiri ibadah di Jesus Coffee karena jumlah jemaatnya yang kecil membuatnya merasa lebih dekat dengan semua orang di sana.

“Aku kenal semua orang di gereja ini. Sebelum kebaktian, kami minum kopi dan berbagi segalanya tentang kehidupan kami satu sama lain. Muncul perasaan yang nyaman,” kata Eunice.

Sementara di hari-hari biasa, para pengunjung bisa membaca literature Kristen yang ditaruh di dinding kafe.

“Kebanyakan orang suka kopi. Jadi mengintegrasikan kedai kopi dengan gereja adalah cara yang bagus untuk menyambut orang-orang non-Kristen ke rumah ibadah kami. Orang-orang datang ke sini mencari kopi dan melihat-lihat kedai lalu bertanya tentang gereja. Mereka terkejut dan bertanya, mengapa membuat gereja seperti kafe? Saya katakan kepada mereka, ‘Kami melakukannya hanya untuk kamu!” terang Pendeta Ahn.

Sampai saat ini jemaat gereja Jesus Coffee sudah mencapai 100 orang. Meski begitu ada begitu banyak orang yang datang untuk mengikuti ibadah. Hal ini mendorongnya untuk membuka kembali dua kafe tambahan yang berdekatan dengan Jesus Coffee dan memberi ruang bagi lebih banyak orang untuk mengikuti ibadah.

“Gereja, visi dan pelayanan kami menarik. Minat dalam pertemuan kami tumbuh setiap hari. Kami menyambut orang-orang baru ke komunitas kami secara teratur,” ucapnya.

Melalui penghasilan dari penjualan kopi, Pendeta Ahn bisa menutupi semua tagihan kafe setiap bulannya. Sekalipun tak murah, namun dia bertekad untuk tetap membuka gereja kafe ini sebagai model penjangkauan alternatif terhadap anak-anak muda Korea yang sudah hampir meninggalkan imannya.

“Kami di sini untuk mengembalikan mereka yang tersesat. Ibadah berbeda di sini. Kami suka dan kami mengundang semua yang mencari perubahan,” tandasnya.

Di Indonesia, model gereja semacam ini memang masih sangat langka. Atau bisa dibilang masih belum ada. Namun bagaimanapun model rumah ibadahnya, yang terpenting injil bisa sampai dengan tepat kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan atau bahkan yang rindu memiliki komunitas gereja.

Sumber : Christianitydaily.com | Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Nur Isra 20 November 2019 - 02:46:08

Laporan arus kas Nesreen Co

0 Answer

Inovi Isdiyantoro 18 November 2019 - 21:01:35

Di phk

0 Answer

Aris Anto 18 November 2019 - 17:31:20

Is that...................(you)house?

0 Answer


surya 10 November 2019 - 18:37:53
Hi teman teman JC, nama saya surya, saya mengalami... more..

marisca benedicta 9 November 2019 - 10:23:48
tolong bantu doa, agar saya terlepas dri jeratan h... more..

Joice Merry 6 November 2019 - 13:22:01
Mohon topangan doa agar Supaya tidak khawatir akan... more..

Aneke Ane 5 November 2019 - 05:23:34
Saya ane. Saat ini saya merasa berada dititik ter... more..

Banner Mitra November Week 3


7267

Banner Mitra November Week 3