Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
763


Siapa sangka pendeta asal Nabire Barat, Papua ini secara khusus membuka sebuah ruang pertemuan untuk menjangkau anak-anak jalanan yang diberinya nama ‘Café Rohani’.

Pendeta dari Paroki Santo Yosep, Pater Injonito Gerry da Krus SCH.P ini mengaku telah membuka kafe ini beberapa waktu lalu. Saat ini, kafe tersebut digunakan sebagai tempat untuk membina anak-anak jalanan yang mereka jangkau. Bersama anak-anak muda Katolik lainnya, pendeta Pater pun membuat beragam kegiatan positif bagi anak-anak muda. Seperti halnya membuat jadwal diskusi bersama, menyetel lagu-lagu rohani, mendengar firman Tuhan dan bahkan memutar film rohani.

Dengan keberadaan Café Rohani itu, dia berharap anak-anak muda Katolik mendapat banyak ilmu yang berguna untuk membentuk mereka menjadi pribadi yang berguna bagi lingkungannya.

“Kami membuka Café Rohani di sini sejak beberapa waktu lalu. Saya di sini tidak sendirian, tetapi selalu dibantu oleh orang muda Katolik (OMK) dalam memberikan pelayanan dan pembinaan rohani, karena saya pikir anak jalanan itu butuh nilai-nilai rohani serta kasih sayang dalam kehidupan mereka,” katanya.

Baca Juga:

Bangun Persatuan, Provinsi Jateng Rencana Buat Pengelolaan Rumah Ibadah Lintas Agama

Berang Wilayahnya Dijadikan Wisata Halal, Gubernur NTT Ancam Usir Pihak Pendatang

Seperti diketahui, kafe ini berlokasi di aula Paroki Nabire Barat dan dibuka setiap akhir pekan. Kegiatan inipun ternyata bukan hanya dihadiri oleh anak muda Katolik. Tapi rupanya anak muda dari gereja Protestan pun justru mau bergabung.

Sejak kafe ini dibuka, tercatat sebanyak 30 anak jalanan ikut bergabung di sana. Mereka setiap hari bahkan tidur dan ikut dalam beberapa kegiatan di Paroki St Yosep tersebut.

Auleman Yatipai, salah satu anak jalanan yang menjalani pembinaan di sana mengaku betah berada di sana. Dia menuturkan sejak ikut dalam kegiatan pembinaan di Café Rohani, Auleman yang sebelumnya bekerja sebagai pencuri, kini mengalami perubahan drastis dalam hidupnya.

“Aku dulu pencuri. Tidak kebal gereja. Setiap hari aku di jalanan. Aku macam mau muntah kalau lihat Pastor dan Gereja. Tapi, sekarang aku sudah disadarkan oleh Gereja dan Pastor dengan kegiatan pembinaan di sini,” katanya.

Sementara beberapa dari anak jalanan ini bahkan sudah dipercayakan untuk ambil bagian dalam pelayanan hari Minggu di gereja. “Ya, itulah warna warni kehidupan. Karena semua orang dilahirkan normal dan tidak berdosa, hanya saja perilaku dan kasih sayang orangtua itu yang menjadi dasar dalam kehidupan mereka,” kata Pater.

Sementara Sekretaris Kafe Fransiskus Tatogo menyampaikan bahwa tujuan utama dibentuknya kafe tersebut adalah untuk memperkenalkan Yesus kepada semua generasi. Hal ini mereka wujudkan dengan membuat beragam kegiatan rohani positif yang membangun kerohanian anak-anak muda yang ikut bergabung.

Bagaimanapun juga, kita bisa katakan bahwa tindakan Pendeta Pater dan anak-anak muda ini adalah salah satu langkah riil untuk membawa generasi muda kepada Tuhan. Sama seperti diperintahkan dalam amanat agung Matius 28: 18-20.

Sumber : Suarapapua.com | Papuaposnabire.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Alfian Febriyan Official 22 September 2019 - 23:51:09

perbedaan sco unix dan sun unix

0 Answer

vina mukuan 22 September 2019 - 09:05:42

Saya hobby menulis lirik lagu rohani, tapi saya ti.. more..

0 Answer

Galaxy studio moses 21 September 2019 - 19:33:34

Apa dampak dari tersenyum

0 Answer


nafty louise 21 September 2019 - 21:18:28
Selamat malam, nama saya nafty saat ini saya mohon... more..

Merry Sine 28 August 2019 - 14:42:33
Salom sahabat.. peekenalkan saya merry

The Kicker Ellex 26 August 2019 - 18:40:31
Salam sejahtera para sahabat... Perkenalkan, nama ... more..

Suhidi Yosua 2 August 2019 - 00:01:16
Shalom, Nama saya Suhidi Yosua, 30thn. Saya butuh ... more..

Banner Mitra September week 3


7276

Banner Mitra September week 3