Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
843


Siapa sangka peti persembahan Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Sosial Sentani ini ikut terseret banjir bandang pada Sabtu (16/3) lalu. Untungnya, saat dalam proses penyisiran dan pencarian korban banjir, Anggota Yonif RK 751/VJS TNI AD tanpa sengaja menemukan peti tersebut.

Penemuan peti persembahan itu berawal saat dua petugas TNI AD sedang mengevakuasi korban banjir bandang di BTN Sosial Sentani pada Minggu (17/3). Salah satu diantaranya menemukan sebuah peti tergenang bertuliskan ‘Perpuluhan dan Persembahan’. Saat dibuka, peti itu rupanya berisi uang yang sudah bercampur dengan lumpur.

Baca Juga :

#PrayForSentani Banjir Melanda, 70 Orang Tewas dan Kini 4150 Orang Mengungsi

Termakan Isu Kiamat, 52 Warga Ponorogo Ngungsi dan Jual Hartanya, Begini Kronologinya…

Mereka lalu memindahkan uang tersebut ke dalam sebuah jaring ikan untuk dibersihkan. “Setelah uang dibersihkan dan dijemur, selanjutnya Kopda Bomi melaporkan kejadian tersebut kepada Wadanyon Mayor Inf Yahya Ginting,” kata Kapendam 17 Cenderawasih Kolonel Inf M Aidi.

Adapun uang di dalam peti persembahan itu terhitung sebesar Rp 4. 438.500. Yang berupa uang pecahan Rp 100.000 sebanyak Rp 1.9 juta, pecahan Rp 50.000 sebanyak Rp 850.000. Pecahan Rp 20.000 sebanyak Rp 420.000, pecahan Rp 10.000 sebanyak Rp 460.000. pecahan Rp 5000 sebanyak Rp 405.000. Lalu ada juga pecahan Rp 2000 sebanyak Rp 256.000, pecahan Rp 1000 sebanyak Rp 145.000 dan uang logam sebanyak Rp 2500.

Terkait penemuan uang tersebut, Yahya Ginting mengatakan sudah mengkorfirmasi kepada GIDI Sosial Sentani.

Seperti diketahui, banjir bandang Sentani, Jayapura telah menyapu rata kota Sentani pada Sabtu, 16 Maret 2019 pukul 21.30 WITA. Akibatnya, sebanyak 79 orang meninggal dunia, 43 orang belum ditemukan dan ribuan warga mengungsi.

Informasi dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan penyebab banjir bandang Sentani ini adalah terjadinya curah hujan yang tinggi, adanya longsor dan kerusakan hutan akibat perambahan cagar alam atau pembukaan lahan perumahan dan pertambangan galian C.

“Jadi penyebabnya ada dua. Kombinasi ulah manusia dan faktor alam,” ucap Sutopo.

Mari berdoa dan membantu saudara-saudara kita di Sentani, Jayapura, Papua, baik dalam bentuk material maupun moril.

Sumber : Berbagai Sumber/Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Ety loe 13 November 2019 - 09:33:33

Bagaimana cara saya keluar dari utang yang banyak?.. more..

0 Answer

yeni farida 12 November 2019 - 18:02:54

Apa bisa bantu saya

1 Answer

Farhan nuzul 11 November 2019 - 21:37:46

Pada percobaan tersebut digunakan 2 tanaman yang t.. more..

0 Answer


surya 10 November 2019 - 18:37:53
Hi teman teman JC, nama saya surya, saya mengalami... more..

marisca benedicta 9 November 2019 - 10:23:48
tolong bantu doa, agar saya terlepas dri jeratan h... more..

Joice Merry 6 November 2019 - 13:22:01
Mohon topangan doa agar Supaya tidak khawatir akan... more..

Aneke Ane 5 November 2019 - 05:23:34
Saya ane. Saat ini saya merasa berada dititik ter... more..

Banner Mitra November Week 2


7273

Banner Mitra November Week 2