Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

lori_mora

Official Writer
575


Siapa sangka peti persembahan Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Sosial Sentani ini ikut terseret banjir bandang pada Sabtu (16/3) lalu. Untungnya, saat dalam proses penyisiran dan pencarian korban banjir, Anggota Yonif RK 751/VJS TNI AD tanpa sengaja menemukan peti tersebut.

Penemuan peti persembahan itu berawal saat dua petugas TNI AD sedang mengevakuasi korban banjir bandang di BTN Sosial Sentani pada Minggu (17/3). Salah satu diantaranya menemukan sebuah peti tergenang bertuliskan ‘Perpuluhan dan Persembahan’. Saat dibuka, peti itu rupanya berisi uang yang sudah bercampur dengan lumpur.

Baca Juga :

#PrayForSentani Banjir Melanda, 70 Orang Tewas dan Kini 4150 Orang Mengungsi

Termakan Isu Kiamat, 52 Warga Ponorogo Ngungsi dan Jual Hartanya, Begini Kronologinya…

Mereka lalu memindahkan uang tersebut ke dalam sebuah jaring ikan untuk dibersihkan. “Setelah uang dibersihkan dan dijemur, selanjutnya Kopda Bomi melaporkan kejadian tersebut kepada Wadanyon Mayor Inf Yahya Ginting,” kata Kapendam 17 Cenderawasih Kolonel Inf M Aidi.

Adapun uang di dalam peti persembahan itu terhitung sebesar Rp 4. 438.500. Yang berupa uang pecahan Rp 100.000 sebanyak Rp 1.9 juta, pecahan Rp 50.000 sebanyak Rp 850.000. Pecahan Rp 20.000 sebanyak Rp 420.000, pecahan Rp 10.000 sebanyak Rp 460.000. pecahan Rp 5000 sebanyak Rp 405.000. Lalu ada juga pecahan Rp 2000 sebanyak Rp 256.000, pecahan Rp 1000 sebanyak Rp 145.000 dan uang logam sebanyak Rp 2500.

Terkait penemuan uang tersebut, Yahya Ginting mengatakan sudah mengkorfirmasi kepada GIDI Sosial Sentani.

Seperti diketahui, banjir bandang Sentani, Jayapura telah menyapu rata kota Sentani pada Sabtu, 16 Maret 2019 pukul 21.30 WITA. Akibatnya, sebanyak 79 orang meninggal dunia, 43 orang belum ditemukan dan ribuan warga mengungsi.

Informasi dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan penyebab banjir bandang Sentani ini adalah terjadinya curah hujan yang tinggi, adanya longsor dan kerusakan hutan akibat perambahan cagar alam atau pembukaan lahan perumahan dan pertambangan galian C.

“Jadi penyebabnya ada dua. Kombinasi ulah manusia dan faktor alam,” ucap Sutopo.

Mari berdoa dan membantu saudara-saudara kita di Sentani, Jayapura, Papua, baik dalam bentuk material maupun moril.

Sumber : Berbagai Sumber/Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Bee Rambe 23 April 2019 - 01:54:31

artis

0 Answer

Carmel Lita 19 April 2019 - 14:19:30

Mohon doanya untuk ayah kami Ignatius Budi agar bi.. more..

1 Answer

fuamu 18 April 2019 - 14:26:35

bila pohon tumbang ke selatan atau ke utara

0 Answer


Kalvin Kristianto 24 March 2019 - 06:35:58
Shaloom, Minta doa-doanya saudara sekalian, terunt... more..

Leonardo Leo 15 March 2019 - 09:48:08
Mohon bantuan doanya agar setiap usaha untuk melun... more..

Dian Parluhutan 9 March 2019 - 11:10:41
shalom Semua, mohon doa untuk terobosan Tuhan su... more..

2 March 2019 - 16:26:58
Mohon doanya agar Tuhan memberikan hati yang lebih... more..

Banner Mitra Maret Week 4


7243

Mision Trip