Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
1089


Presiden Filipina Rodrigo Duterte kembali menambahkn daftar kritikannya terhadap Gereja Katolik. Hari Minggu, (24/2), Duterte meramalkan Gereja Katolik akan lenyap dalam 25 tahun mendatang.

“(Gereja) Katolik akan lenyap. Dalam hampir 25 tahun, (gereja) itu akan menghilang. Tidak aka nada lagi, orang akan melupakannya,” kata Duterte dalam pidatonya.

Skandal pelecehan seksual para imam pun menjadi alasan dibalik ramalan tersebut. Menurutnya, dugaan pelecehan seksual dan yang masih terus ditutup-tutupi di dalam gereja pada akhirnya akan mendorong pengikutnya untuk meninggalkan gereja tersebut.

“Saat mereka (para imam) tergoda, mereka menyalahgunakan biarawati. Kalau mereka gay, mereka akan menyalahgunakan anak-anak. Siapa yang butuh agama seperti itu?’ tuturnya.

Dalam pemberitaan yang diterbitkan di CNN Filipina, Presiden Duterte dan Gereja Katolik memang sedang tak berhubungan baik. Kedua belah pihak kerap berselisih atas kritikan Duterte kepada para imam.

Baca Juga :

Lagi-lagi, Presiden Duterte Semprot Gereja Katolik Filipina Soal Masalah Ini…

Uskup Filipina Bantah Teguran Kepada Duterte Berasal dari Tuhan

Duterte bahkan berulang kali mengecam para pemimpin Gereja Katolik atas kritikan yang dilayangkan kepada pemerintah seputar kebijakan yang dijalankan pemerintahannya. Presiden juga mengatakan para uskup ‘tidak berguna’.

Kemarin, Duterte juga mengutip sebagian surat yang dikirim oleh Kardinal Luis Antonio ‘Chito’ Gokim Tagle, yang merupakan uskup agung Manila. Dia membacakan kalau Kardinal Tagle menuduh ancaman pembunuhan terhadap Uskup Pablo Virgilio Siongco David (yang mendapat beberapa kali kritikan dari Duterte) dan beberapa imam gereja berasal dari keluarga presiden.

Dia menyampaikan bahwa tuduhan semacam itu sama sekali tidak benar. Bahkan dia memperingatkan supaya jangan seorang pun yang berani menyentuh para imam. Karena menurutnya, para imam gereja tidak punya urusan dengan masalah politik.

“Baik Muslim atau Kristen, mereka tidak ada hubungannya dengan kita. Jangan lakukan (ancaman) itu. Jangan coba-coba melakukannya. Para pemimpin agama tidak ada hubungannya dengan keanehan hidup ini. Berhentilah mengancam mereka atau kamu akan berurusan denganku,” tandasnya.

Sekalipun Gereja Katolik di berbagai belahan negara tengah menghadapi masalah besar terkait pelecehan seksual. Tapi kita sudah seharusnya mendukung terjadinya perubahan besar atas gereja tersebut. Alih-alih percaya dengan ramalan Presiden Duterte, akan lebih baik jika kita memperkatakan hal-hal yang baik atas gereja ini.

Sumber : Asiannews.it/Abs-cbn.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

yeni farida 12 November 2019 - 18:02:54

Apa bisa bantu saya

1 Answer

Farhan nuzul 11 November 2019 - 21:37:46

Pada percobaan tersebut digunakan 2 tanaman yang t.. more..

0 Answer

Medina Simbolon 11 November 2019 - 14:18:02

Jln keluar. Sudah 1 thn saya menderita miom sudah .. more..

0 Answer


surya 10 November 2019 - 18:37:53
Hi teman teman JC, nama saya surya, saya mengalami... more..

marisca benedicta 9 November 2019 - 10:23:48
tolong bantu doa, agar saya terlepas dri jeratan h... more..

Joice Merry 6 November 2019 - 13:22:01
Mohon topangan doa agar Supaya tidak khawatir akan... more..

Aneke Ane 5 November 2019 - 05:23:34
Saya ane. Saat ini saya merasa berada dititik ter... more..

Banner Mitra November Week 1


7273

Banner Mitra November Week 1