Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

lori_mora

Official Writer
496


Kasih setiap orangtua memang gak terkira bagi anak-anaknya. Mulai dari dilahirkan, orangtua akan berjuang untuk membesarkan, mencintai dan mencurahkan segenap hidup mereka demi anak-anaknya. Tapi, tanpa dikira saat beranjak dewasa ada saja diantara anak yang malah suka membuat hati mereka kecewa dan terlukai.

Anak bisa melukai hati orangtua karena berbagai faktor, mungkin kenakalannya di sekolah yang suka bikin onar atau tawuran dan akibatnya orangtua harus dapat surat panggilan. Atau tingkah keras kepala anak yang gak mau nurut sama orangtua. Atau mungkin dia sudah berubah dan tak lagi jadi anak yang takut akan Tuhan dan bersikap penuh kasih.

Orangtua adalah pribadi yang paling mengenal anaknya. Saat anak berubah menjadi lebih buruk, mereka akan merasa sangat sedih. Tapi bagaimanapun mereka lebih banyak memilih untuk tetap mengasihi anaknya.

Apakah kamu sedang berada dalam situasi ini sekarang? Ada kalanya kamu pasti akan menjerit di hadapan Tuhan dan menyayangkan sikap dan tindakan anakmu. Tapi bagaimanapun itulah tindakan satu-satunya yang bisa orangtua lakukan bukan? Tapi selain terus berdoa dan meminta pertolongan dari Tuhan, kamu juga bisa melakukan 7 hal ini ketika disakiti oleh anak sendiri.

1. Ambil nafas panjang-panjang dan tenangkan pikiran

Sikap anak yang mengakitkan hati pasti membuat orangtua sedih. Tapi daripada menguras pikiran dengan tingkahnya, ambillah waktu untuk menarik nafas sejenak dan rilekskan pikiran. Hal ini membantu untuk mencegah munculnya emosi yang memuncak dan yang merugikan. Akan lebih baik menolak respon yang negatif dan mulai menenangkan pikiran setelah itu baru mencari cara untuk mengatasi tindakan anak.

Berdoalah supaya kamu bisa mengontrol emosi. Karena si iblis bisa saja memakai kondisi itu untuk semakin merusak hubunganmu dengan anak.

2. Responi sikapnya dengan kasih

Saat hati orangtua hancur karena perilaku anak, sangat mudah tentunya untuk marah. Tapi, kita tidak boleh lupa kalau kita adalah orangtua yang Tuhan titipkan untuk membesarkan anak-anak kalian. Kembalilah pada pemahaman alkitabiah bahwa anak adalah milik Tuhan dan bukan milik kalian.

Di Galatia 5: 19-21, Paulus memberitahu kita bahwa kemarahan adalah dosa dan dosa ini bisa menghalangi kita untuk mendapatkan bagian warisan kerajaan Allah. Karena itulah orangtua harus selalu bisa mengasihi anak-anaknya, bukan malah memusuhinya (Matius 5: 43-48).

Orangtua harus mengingatkan anak tentang kebenaran firman Tuhan bahwa kita semua adalah orang berdosa. Kita semua kerap jatuh dalam dosa. Dan hanya lewat pengorbanan Yesus saja kita dipulihkan dan diampuni.

Baca Juga :

Setiap Guru Berharap Semua Orangtua Lakukan 5 Hal Ini Sebelum Antarkan Anak ke Sekolah

Anak-anakmu Suka Ngucapin Kata-kata Jelek? Ajari Mereka dengan 5 Langkah Ini

3. Ajarkan anak untuk mau menanggung konsekuensi dari perbuatannya

Dalam hal ini, orangtua bukan balas mengutuki atau berharap supaya anak mendapat karmanya. Tapi sebagai orangtua, ketika sanka tak lagi mau mendengarkan nasihat, biarkanlah dia mengambil pilihannya. Karena dalam setiap pilihan, akan selalu ada konsekuensi yang datang baik cepat atau lambat. Hal ini bisa jadi metode pendisiplinan yang baik bagi anak. Kita bahkan tak perlu menghukum mereka. Apalagi kalau anak sudah dewasa, orangtua hanya perlu mengambil langkah yang penuh dengan kasih.

4. Jangan menghukum anak

Saat anak menyakiti hati kita, sangat mungkin bagi orangtua untuk memberi mereka hukuman yang setimpal. Entah itu kekerasan fisik atau tindakan lainnya. Orangtua tidak berperan untuk bersikap otoriter. Tapi selalulah ingat tentang kisah anak yang hilang di Lukas 15. Sang ayah malah menyambut anak bungsunya yang sudah menyakitkan hatinya dengan hati yang sukacita. Bukankah itu tindakan yang luar biasa?

Ingatlah bahwa Tuhan juga mengasihi anak-anak kita. KasihNya bahkan jauh lebih besar dari kasih yang dimiliki orangtua. PengorbananNya di kayu salib adalah bukti kasih yang nyata atas anak-anakNya di dunia. Karena itu jadilah orangtua yang memilih untuk mengampuni dan menyambut anak dengan sukacita bahkan setelah dia sudah begitu melukaimu.

5. Berdoalah tanpa henti supaya Tuhan mengubah hidup anakmu

Seorang wanita dengan setia berdoa untuk [utrinya selama lebih dari 10 tahun. Dia meminta supaya Tuhan mengubahkan hati putrinya. 10 tahun bukanlah waktu yang singkat. Tapi pada akhirnya semua doa yang dia panjatnya menghasilkan buah yang manis.

Di Keluaran 32, Musa berduka atas keputusan Allah untuk menghancurkan Israel setelah mereka menyembah anak lembu emas yang mereka bangun. Dia pun memohon kepada Tuhan supaya tak menimpakan murkaNya. Pada akhirnya, hati Tuhan pun luluh dan membatalkan murkaNya.

Doa adalah senjata yang sangat ampuh. sTuhan benar-benar berdaulat dan Dia tahu rencana-Nya atas kita. Karena itulah dalam segala sesuatu yang kita alami, Dia rindu supaya kita menyampaikan permohonan kita dengan hancur hati dan memandang seberapa serius hati kita untuk menyaksikan anak kita bisa berubah.

6. Buktikan kasihmu yang tak terkira kepada anak

Anak perlu tahu kalau kita mengasihi mereka tanpa syarat. Sama seperti Kristus mengasihi kita dan mati bagi kita orang berdosa (Roma 5: 6).

Ya, memang kadang orangtua pasti sulit mengungkapkan kasihnya kepada anak. Saat hal ini mulai sulit diungkapkan, mulailah untuk menghancurkan batas itu dengan berdoa dan  meminta supaya Tuhan memberanikan kita untuk menyampaikan kasih kita kepada anak (1 Korintus 13: 7).

7. Jangan pernah tinggalkan anak dalam kesesatannya

Banyak hubungan orangtua dan anakbenar-benar rusak setelah anak melakukan tindakan menyakitkan. Orangtua pun tak mampu menerima perlakuan itu dan memutuskan untuk memutus hubungan darah. Komunikasi dan interaksi tak lagi ada sampai bertahun-tahun lamanya. Anak tetap hidup dalam kesesatannya dan orangtua hanya bisa memendam amarah selama bertahun-tahun.

Ini bukan ide yang baik saat anak melukai hati orangtua. Yang perlu dilakukan adalah berusaha untuk membawa anak kembali ke jalan yang benar dan menyadarkan mereka bahwa apa yang mereka lakukan itu salah.

Jadi orangtua memang gak mudah ya. Selain mmebesarkan dan memenuhi kebutuhan anak, orangtua juga harus bisa mengasihi anak dalam kondisi apapun itu. Sekalipun disakiti, tak ada alasan bagi mereka untuk membalas menyakiti. Itu sebabnya sebuah ungkapan berkata ‘punya mantan istri bisa tapi punya mantan anak atau orangtua itu sama sekali gak pernah bisa’.

Sumber : Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

iqbal rahmat 19 November 2018 - 21:26:59

The underlined word refers to

0 Answer

john barnes 19 November 2018 - 09:51:28

siapakah diri kita

0 Answer

john barnes 19 November 2018 - 09:48:05

kebaikan Tuhan

0 Answer


Febby Regina Rista 3 November 2018 - 08:32:28
Saya mohon dukungan doa dari tementemen, saya saat... more..

Bella chandra 30 September 2018 - 11:51:26
Tuhan Yesus dengan kerendahan hati aku memohon unt... more..

brenda lenny wijayanti 27 September 2018 - 17:10:47
Semoga Tuhan Yesus membuka jalanku untukku ke Erop... more..

Andry Randa 25 September 2018 - 16:39:37
Tuhan Yesus, saat ini saya dan keluarga sedang men... more..

Banner Mitra Week 3


7220

advertise with us