Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

lori_mora

Official Writer
982


Kita semua tahu kalau Tuhan menyampaikan bagaimana Dia mengakui kedudukan pria dan wanita adalah sama. Tapi terlepas dari hal itu, Tuhan tetap memberi keduanya peran yang berbeda, khususnya dalam urusan rumah tangga.

Peran ini terlihat sejak dari awal ketika Tuhan menciptakan Adam, laki-laki pertama yang diberikannya mandat untuk merawat taman Eden. Perhatikanlah di Kejadian 2: 15-18, dimana Allah memberikan perintah kepada Adam untuk memimpin bahkan sebelum Hawa hadir.

“TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Kejadian 2: 15-18

Di ayat yang ke-18 kita melihat Tuhan berinisiatif untuk memberikan Adam seorang pendamping, yang kemudian diberikan nama Hawa. Tentu saja dari ayat sebelumnya, Tuhan memberi perintah ke Adam untuk memimpin termasuk pendampingnya, Hawa. Dia juga mendapat perintah untuk mengajar semua keluarganya karena otoritas sebagai pemimpin ada ditangannya.

Baca Juga : Jadi ‘Imam Dalam Keluarga’, Kenapa Sih Para Suami Harus Disematkan Sebutan Ini?

Tapi tahukah kamu kalau, pemahaman alkitabiah ini kemudian mulai dianggap gak jaman lagi karena si iblis berniat untuk mencuri kepemimpinan dari tangan Adam.

Perhatikanlah bagaimana si iblis berusaha membujuk Hawa untuk melanggar perintah yang disampaikan Allah kepada Adam. Hawa mulai memimpin dan Adam mulai mengikutinya dan sisa dari sejarah itu kita pasti tahu sendiri (Kejadian 3: 1-3).

Tipuan si iblis membuat Adam gagal menjalankan perintah Tuhan. Dalam hal ini, dia gagal dalam dua hal ini.

Pertama, Adam bertindak pasif dan membiarkan Hawa mengambil alih kepemimpinan (Kejadian 3: 6). Selain itu, dia tidak membantu istrinya untuk belajar firman Tuhan dengan benar. Karena sejak awal, Tuhan sudah memerintahkan Adam menyampaikan kebenaran kepada istrinya. Tuhan sama sekali tak pernah menyampaikan perintah seperti disampaikan Ular kepada Hawa. “tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.” (Kejadian 3: 3)

Ada dua pohon yang tumbuh di tengah-tengah taman Eden dan Tuhan hanya mengatakan untuk tidak memakan dari salah satu pohon itu saja. “Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.” (Kejadian 2: 9)

Kedua, Adam dan Hawa jatuh dalam dosa karena mereka mulai tak fokus dengan peran mereka lagi. Tapi justru fokus pada peran yang dilarang mereka. Tuhan tidak pernah mengatakan kalau Hawa tidak punya peran yang penting. Tapi dia diberi mandat untuk mendukung kepemimpinan Adam. Dengan cara inilah keduanya jatuh dalam dosa dan kehilangan segalanya.

Otoritas kepemimpin yang diberikan kepada suami juga dibuktikan dengan bagaimana Allah berbicara untuk pertama kali kepada Adam. Allah sama sekali tidak memanggil Hawa, tapi Dia memanggil Adam. Berbeda halnya dengan cara si iblis yang lebih memilih berbicara dengan Hawa daripada Adam.

Tuhan memang menciptakan laki-laki dan perempuan sesuai dengan citraNya. Keduanya sama-sama mencerminkan kemuliaan Tuhan. Keduanya harus saling melengkapi. Karena itulah saat suami bertindak sebagai imam dan istri tidak mendukung kepemimpinan itu, mereka hanya akan memakan buah dari pohon yang salah. Akibatnya, kehidupan rumah tangga hanya akan kembali kepada masa penderitaan yang dialami seperti Adam dan Hawa setelah diusir dari Taman Eden.

Nah, mungkin kamu perlu memeriksa kembali kehidupan rumah tanggamu. Entah kamu adalah suami atau istri, mulailah berusaha untuk mengembalikan kembali peran masing-masing sesuai dengan mandat Allah sejak pertama kalinya.

Sumber : Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Meilie 19 October 2018 - 15:39:12

Hutang

0 Answer

Barrydonald 19 October 2018 - 09:07:23

Tritunggal

0 Answer

Hanny Najoan 19 October 2018 - 08:31:06

Bisa dapat wanya terima kasih

0 Answer


Bella chandra 30 September 2018 - 11:51:26
Tuhan Yesus dengan kerendahan hati aku memohon unt... more..

brenda lenny wijayanti 27 September 2018 - 17:10:47
Semoga Tuhan Yesus membuka jalanku untukku ke Erop... more..

Andry Randa 25 September 2018 - 16:39:37
Tuhan Yesus, saat ini saya dan keluarga sedang men... more..

Christian 31 August 2018 - 05:12:12
Syalom dan terimakasih di kesempatan ini. Saat ini... more..

Banner Mitra Week 2


7272

Konselor