Tradisi Monuntul dan Gereja Tua Ini Bikin Umat Beragama Kotamobagu Hidup Berdampingan

Tradisi Monuntul dan Gereja Tua Ini Bikin Umat Beragama Kotamobagu Hidup Berdampingan

Lori Official Writer
1899

Perbedaan tak seharusnya jadi jurang pemisah dalam menciptakan kehidupan yang berdampingan. Begitulah yang terasa di kota kecil Kotamobagu, Sulawesi Utara ini. Dalam menyambut perayaaan bulan suci Idul Fitri umat Muslim, tradisi Monuntul hadir sebagai pemberi harmoni di tengah masyarakatnya yang berbeda keyakinan.

Pada dasarnya tradisi Monuntul atau momen pemasangan lilin di malam hari untuk menyambut idul fitri merupakan tradisi yang biasa dilakukan oleh umat Muslim di kota Kotamobagu. Tapi sebagai masyarakat yang berbaur dalam perbedaan keyakinan, umat Kristen di kota ini justru turut ikut melaksanakan tradisi ini.

Umumnya, umat Muslim akan menggelar tradisi penerangan ini selama tiga hari sebelum Idul Fitri dan biasanya akan berakhir di malam takbir. Di momen inilah kita bisa menyaksikan keharmonisan antarumat beragama di Kotamobagu.

Selain keharmonisan beragama masyarakatnya, Kotamobagu juga menyimpan jejak sejarah keagamaan yang unik. Kota yang dihuni mayoritas umat Muslim ini juga dikenal sebagai destinasi religi yang wajib dikunjungi. Di sana masyarakat beragamanya pun setia melestarikan ikon-ikon religi yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu.

Baca Juga :

Perlu Orang Kristen Tahu, 8 Perbedaan Antara ‘Gereja Sejati’ dengan ‘Hanya Sekadar Gereja’

Hebat! Gereja Ayam Magelang Ini Diekspos Oleh Media Luar Loh. Begini Isi Tulisannya

Masjid Al-Huda yang terletak di Desa Kopandakan 1, merupakan salah satu ikon religi di kota ini. Masjid ini dibangun sejak tahun 1926. Selain itu, ada juga Gereja Masehi Injili Bolaang Mongondow (GMIBM) yang terletak di Jalan Letjen S Parman, Kelurahan Kotamobagu. Gereja ini terbilang gereja tertua di kota ini dan dibangun jauh sebelum Masjid Al-Huda, tepatnya pada tahun 1923 Masehi.

GMIBM juga dikenal dengan sebutan Gereja Pusat Kotamobagu. Menariknya, meski sudah berusia tua keaslian dari bangunan gereja ini masih tetap dipertahankan sebagai saksi mata kehadiran agama Kristen di Kotamobagu.

Kotamobagu adalah salah satu kota yang menggambarkan keaslian hidup masyarakat kita. Di saat banyak daerah sudah kehilangan keragaman dan keharmonisannya, Kotamobagu mengingatkan kita akan indahnya hidup di tengah perbedaan.

Sumber : Berbagai Sumber/Jawaban.com

Ikuti Kami