Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

lori_mora

Official Writer
3252


Sebagai salah satu ikon wisata di Magelang, Jawa Tengah, Gereja Ayam yang terletak di tengah hutan di Dusun Gombong, Desa Kembanglimus ini sudah banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia. Tak sedikit pula wisatawan luar yang datang dan menyaksikan keunikan bangunan gereja yang satu ini.

Baru-baru ini, sebuah media luar Atlas Obscura yang merupakan perusahaan majalah online dan digital media yang didirikan oleh seorang pria Amerika David Plotz menulis soal Gereja Ayam ini. Penulis artikel Theodora Sarah Abigail memberi judul dalam tulisannya ‘Meet The Man Behind Indonesia’s Chicken Church’ Bertemu Pria Dibalik Gereja Ayam Indonesia, red).

Seperti pada judulnya, Abigail mulai menceritakan sejarah Gereja Ayam. Kemudian mulai memperkenalkan seorang sosok yang berperan besar atas pembangunan gereja tersebut. Namanya Alamsjah, dia adalah seorang Kristen yang mendapat ilham untuk mendirikan gereja tersebut di suatu doa malam pada tahun 1988. Dia mengaku menerima penglihatan seekor burung merpati bersayap putih salju, bertengger di puncak bukit.

Baca Juga :

Wah, Gereja Ayam Magelang Tersohor Hingga Mancanegara!

Kisah Gereja Ayam yang Terlantar di Magelang

Abigail melanjutkan bahwa cerita ini disampaikan secara langsung oleh Daniel Alamsjah sendiri dalam sebuah sesi wawancara.


Keterangan : Daniel Alamsjah, pendiri Gereja Ayam Magelang

Akhirnya, Alamsjah mulai menanggapi penglihatan tersebut dengan serius setelah sebuah kejadian terjadi. Untuk sebuah urusan bisnis, Alamsjah pun berangkat ke Magelang untuk mencari stafnya yang mendadak menghilang. Di sanalah dirinya bertemu dengan staf tersebut. Namun, bukan suatu kebetulan kalau dirinya diajak pergi ke Bukit Rhema untuk menikmati matahari terbit di pagi hari sebelum mereka kembali ke ibu kota Jakarta.

“Saya kagum! Itu adalah bukit yang sama dan pemandangan yang sama yang saya lihat dalam mimpi saya,” terang Alamsjah.

Setelah menyadari hal itu, dia pun mengambil waktu untuk berdoa dan membaca Alkitab. Ada satu ayat yang terus bergema di dalam hatinya yaitu Yesaya 2: 2, “Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana..”

Di pagi berikutnya, Alamsjah semakin paham denga nisi ayat tersebut setelah mendengar penjelasan tentang Bukit Rhema tersebut dari seorang warga. Bukit tersebut rupanya berdiri persis di tengah sembilan gunung di sekitar wilayah Jawa.

Singkat cerita, Alamsjah tak lama kemudian Alamsjah membeli sebidang tanah di sekitar Bukit Rhema. Kemudian mulai membangun gereja tersebut sendiri. Dia mengaku desain gereja itu adalah idenya sendiri dan berusaha membuat gereja itu persis sama dengan apa yang dilihatnya dalam mimpi.

Pembangunan gereja ayam dimulai sejak tahun 1992. Pada tahun 1996, sebuah surat kabar nasional memuat berita tentang proyek pembangunan gereja yang dilakukannya itu. Di sana dituliskan tentang seorang pria Kristen yang sedang membangun sebuah gereja di sekitar kampung Muslim. Akibatnya, dia harus berurusan dengan pemerintah setempat terkait ijin bangunan Gereja Ayam.

“Saya mencoba memberi tahu mereka bahwa itu bukan hanya untuk orang Kristen. Saya sedang membuat ruang untuk Muslim, Budha, Ateis, Katolik, semua orang, dirancang untuk inklusif,” katanya.


Sayangnya, banyak warga yang terus memprotes pembangunan gereja ayam. Sehingga proses pembangunannya menjadi terkendala. Tapi siapa sangka 15 tahun setelah proyek pembangunannya berhenti, gereja ayam justru jadi viral di media Internasional. The Daily Mail dan Huffington Post merilis fitur tentang gereja ini pada 13 Juli 2015 silam. Setahun kemudian, gereja tersebut difungsikan sebagai lokasi syuting film drama Ada Apa Dengan Cinta.

Gereja Ayam dengan sendirinya menjadi sorotan besar baik di tanah air maupun di dunia Internasional. Alamsjah mengaku sangat terharu karena gereja yang belum rampung itu bisa mendatangkan 2000-an wisatawan setiap minggunya. Dia pun memasok tiket masuk ke gereja tersebut sekitar Rp 10.000 per orang dan akan dikumpulkannya untuk melanjutkan pembangunan yang sempat terhenti.

“Saya sangat lega. Warga setempat melihat betapa populernya situs itu, dan mereka mulai mendapatkan manfaat dari (wisata) Gereja Ayam,” terangnya.



Belakangan ini, Gereja Ayam semakin ramai pengunjung. Alamsjah bahkan sudah memulai proses renovasi mulai dari bagian jendela, akses jalan yang sudah diaspal, dan bagian ubin yang dihias dengan permata. Dia juga membangun sebuah kafe kecil di dalam bagian belakang gereja ayam dan menyediakan makanan dan minuman tradisional Indonesia.

“Kamu tahu, semua orang bilang saya gila. Tahun 90-an, saya selalu membaca Alkitab, mencoba menemukan keberanian untuk melanjutkan. Anak-anak saya sangat marah kepada saya. Saya harus terus meyakinkan mereka, bahwa ini bukan rencana saya pribadi. Ini adalah rencana Tuhan. Sudah 30 tahun, dan saya senang, ribuan pengunjung datang setiap tahun untuk berdoa atau merenungi kehidupan mereka (ke Gereja Ayam), dan anak-anak saya akhirnya menghargai apa yang sudah saya lakukan,” tandasnya.

Sumber : Atlasobsura.com/Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

antonia anton 14 December 2018 - 16:16:46

stress

1 Answer

Fir Daus 11 December 2018 - 09:14:14

sebutkan ukuran kertas yang bisa digunakan dalam m.. more..

0 Answer

Nita 10 December 2018 - 01:44:48

Kenapa susah tidur

1 Answer


chintya agustin sulistiani 15 December 2018 - 12:51:18
Tolong bantu doa saya. Saya mau ikut Yesus, tapi k... more..

chintya agustin sulistiani 11 December 2018 - 05:02:40
I am a Muslim, butI believe this December I will s... more..

sea_regardz 8 December 2018 - 13:19:50
Ada teman sekerja, perempuan, punya anak hanya 1, ... more..

Lina 2 December 2018 - 15:32:08
Bantu saya Dan doakan saya selalu kuat di dalam Tu... more..

Banner Mitra Week  3


7227

advertise with us