Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

lori_mora

Official Writer
1104


Beberapa temanku punya prinsip kalau dia gak mau pacaran sama orang yang belum dewasa rohani atau yang kerohaniannya masih di bawahnya. Tapi kalau dipikir-pikir masalah gak sih level kerohanian seseorang dalam sebuah hubungan? Apa salah kalau pacaran sama seseorang yang baru percaya?

Berpacaran dengan orang yang tidak percaya adalah hal yang sangat berbahaya. Tapi pacaran dengan orang yang belum dewasa rohani mungkin butuh usaha yang perlu dilakukan untuk sama-sama bisa saling menajamkan. Sementara pacaran dengan seseorang yang sama-sama dewasa rohani memang memungkinkan, tapi belum tentu akan terjadi kepada semua orang.

Nah, buat kamu yang sedang menjalani hubungan pacaran dengan orang yang belum dewasa rohani. Kamu bisa membaca 4 hal ini:

1. Kedewasaan rohani berbeda dengan usia rohanimu

Orang Kristen sering mendefinisikan kalau kedewasaan rohani dengan berapa lama seseorang sudah jadi Kristen. Ini adalah definisi yang salah kaprah. Meskipun usia dan kedewasaan sering dikaitkan, tapi keduanya sebenarnya nggak saling terkait. Jadi, usia kekristenan seseorang gak bisa jadi ukuran dari seberapa dewasa dia.

2. Pacaran dengan orang yang kurang dewasa rohani bukanlah masalah

Kita suka mendefinisikan level kerohanian dengan pengetahuan alkitabiah, pengetahuan doktrinal, dan seberapa besar pemahaman intelektual kita soal agama. Kematangan rohani sangat penting dimiliki orang Kristen. Kita harus tahu kenapa kita percaya apa yang kita percayai. Orang Kristen harus tahu cara berdoa, cara mempelajari Alkitab, dan tahu dengan ajaran dasar iman kita. Walaupun mungkin pasanganmu adalah orang Kristen yang baru atau kurang tahu secara mendalam soal agama tapi percayalah kalau hubungan ini bisa sukses kalau kalian sama-sama membangun.

Pihak perempuan biasanya lebih khawatir saat berpacaran dengan orang yang belum dewasa rohani. Karena pada pemikirannya, laki-laki yang kurang dewasa pasti tidak akan punya kemampuan memimpin yang baik. Pemikiran ini salah, karena hal ini menyiratkan kalau Tuhan hanya memilih laki-laki yang lebih pintar, saleh dan dewasa rohani.

Tapi Tuhan tak berpikir begitu. Tuhan tidak menugaskan peran suami menurut kemampuannya. Suami tak perlu tahu lebih dari istri untuk bisa jadi kepala keluarga. Dia hanya perlu memimpin, melindungi dan menggembalakan keluarganya. Jadi, kepemimpinan seorang suami tidak didasarkan pada apa yang dia tahu tapi pada peran kepemimpinan yang diberikan Tuhan kepadanya sebagai suami.

3. Pacaran dengan orang yang belum dewasa rohani memang kadang akan menyusahkan, tapi tak apa!

Dewasa rohani juga didefinisikan lewat buah rohani yang dihasilkan seseorang (Galatia 5: 22-23). Kita mungkin secara intelektual dewasa dan fasih dalam hal Alkitab. Tapi belum tentu menghasilkan buah yang baik. Tapi kedewasaan rohani yang kita pahami adalah seseorang yang memiliki ketaatan kepada Tuhan.

Secara tidak langsung, berpacaran dengan seseorang yang belum dewasa rohani bisa jadi bumerang. Apalagi berpacaran dengan seorang Kristen baru. Karena bisa jadi mereka masih terikat dengan dosa masa lalu dan kecanduan mereka terhadap satu hal. Jadi selama pasanganmu tidak mau bertumbuh secara rohani, mau nggak mau kamu harus kerja keras untuk membantunya.

Kadang kamu mungkin akan frustrasi. Tapi tak perlu memutuskan untuk putus dengannya. Mulailah untuk mengubahnya lewat teladan hidupmu secara pribadi. Bagaimanapun lambat laun dia pasti akan terpengaruh dengan nilai-nilai kehidupan positif yang kamu tularkan.

Baca Juga:

Pesan Penyemangat Buat Single Kristen yang Bekerja dan Menanti Jawaban Tuhan, Good Luck!

Kalau Belum Miliki 7 Hal Ini Itu Artinya Kamu Belum Dewasa. Dicek Yuk!

4. Tunjukkan kedewasaan rohanimu dengan menghargainya sebagai pribadi yang sedang menjalani proses menjadi dewasa

Kalau kamu merasa dipimpin untuk berkencan dengan orang percaya baru atau seseorang yang kurang dewasa rohani darimu, kamu perlu menunjukkan kedewasaan rohanimu dengan menghormati proses perjalanan kerohaniannya.

Semua orang butuh proses untuk bertumbuh dewasa. Demikian juga dengan dia. Jadi hargailah proses perjalanan imannya bersama Tuhan.

Sebagai orang Kristen yang dewasa, bersikap rendah hati dan sabarlah. Jangan pernah merasa jadi orang Kristen yang sombong dan angkuh hati karena tahu banyak soal Alkitab. Hubungan pacaran bukan soal berapa tinggi pengetahuan kita tentang Alkitab. Tapi berapa besar kasih kita kepada Tuhan.

Sumber : Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

antonia anton 14 December 2018 - 16:16:46

stress

1 Answer

Fir Daus 11 December 2018 - 09:14:14

sebutkan ukuran kertas yang bisa digunakan dalam m.. more..

0 Answer

Nita 10 December 2018 - 01:44:48

Kenapa susah tidur

1 Answer


chintya agustin sulistiani 15 December 2018 - 12:51:18
Tolong bantu doa saya. Saya mau ikut Yesus, tapi k... more..

chintya agustin sulistiani 11 December 2018 - 05:02:40
I am a Muslim, butI believe this December I will s... more..

sea_regardz 8 December 2018 - 13:19:50
Ada teman sekerja, perempuan, punya anak hanya 1, ... more..

Lina 2 December 2018 - 15:32:08
Bantu saya Dan doakan saya selalu kuat di dalam Tu... more..

Banner Mitra Week 2


7227

Superyouth