Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

lori_mora

Official Writer
3289


Kisah cinta Stefanus Masae (50) dan Martha Djumani (Bing Bing) (54) harus kandas karena serangan bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), Minggu, 13 Mei 2018. Kandasnya kisah cinta keduanya terjadi bukan karena putus cinta, tapi karena Bing Bing telah menghembuskan napas terakhirnya pasca ledakan bom.

Kondisi luka parah yang dialami Bing Bing membuatnya tak lagi sanggup bertahan hidup. Padahal sehari sebelumnya, Stefanus dan Bing Bing rupanya baru saja menggelar proses lamaran dengan bertukar cincin pertunangan.

Kematian Bing Bing membuat Stefanus terpukul. Apalagi keduanya sudah berencana akan segera menikah pada September 2018 mendatang.

Baca Juga :

Pesan Istri Korban Bom ke Anak, "Papamu di Surga dengan Allah Bapa Karena Jadi Martir"

Kisah Tragis Tiga Anak Korban Serangan Bom Gereja Surabaya, Dua Diantaranya Kakak Adik

Saat kejadian, Stefanus menuturkan kalau dirinya saat itu sedang bertugas di gereja yang berbeda. Sementara Bing Bing ketepatan bertugas sebagai penerima tamu di GPPS, Jalan Arjuno, Surabaya. “Pada minggunya saya dapat ada ledakan di GPPS Arjuno. Sedangkan posisi saya di Gereja Benowo memimpin ibadah,” ucap Stefanus.

Sesaat setelah mendengar kabar ledakan baik dari media dan teman-temannya, Stefanus segera mencari keberadaan Bing Bing ke rumah sakit. “Saya langsung mencarinya ke RS William Booth lalu ke RKZ kemudian ternyata sudah di RSUD Dr. Soetomo. Saya sangat sedih, rencana menikah dengan dia September nanti,” katanya dengan mimic wajah yang masih diliputi kesedihan.


Seperti dituturkan oleh Stefanus, dia dan Bing Bing bertemu sejak tahun 2000 ketika dirinya bekerja sebagai staf di GPPS. Sementara calon istrinya itu sudah lebih dulu bekerja di sana.

Bing Bing adalah perempuan single. Sementara Stefanus seorang pria duda yang ditinggal meninggal oleh istrinya beberapa tahun lalu. Mereka mulai menjalin hubungan sejak Februari 2018 lalu, lalu mulai serius untuk menikah.

Saat ini, Stefanus masih berusaha untuk menerima kenyataan bahwa orang yang akan diajaknya mengucapkan janji suci di depan altar itu sudah tiada. Duka dan air mata pun mengiringi momen perpisahannya dengan Bing Bing untuk terakhir kalinya. Mungkin hanya keikhlasan yang dibutuhkan Stefanus dan berharap waktu bisa menyembuhkan dukanya.


Namun sebagai wanita yang sangat dicintainya, Stefanus dengan jujur menuturkan kekagumannya kepada Bing Bing. Katanya, “Jika harus berbicara tentang kepribadian Martha tentu akan sangat panjang sekali. Saya mengenal Bing Bing sudah lama, sejak tahun 2000-an, karena kami sama-sama merupakan staf di gereja. Dia sudah puluhan tahun bekerja di gereja karena memang merupakan alumni dari sekolah di gereja itu.

Sejak dulu saya selalu melihat sosok Bing Bing sebagai perempuan yang setia, taat, patuh, tekun, serta tidak kenal rasa lelah. Apapun tugas yang diberikan padanya di kantor selalu dikerjakan tanpa mengeluh.

Bing Bing juga merupakan sosok dengan kepedulian sosial yang tinggi. Ia tidak suka melihat orang lain susah, baik orang tua maupun anak-anak. Apalagi, salah satu kualitas utama dari dalam diri Bing Bing adalah kecintaannya pada anak-anak, terutama karena dia adalah pengajar Sekolah Minggu. Anak-anak juga sangat lengket dengan Bing Bing. Setiap Rabu, ia selalu menjemput anak-anak untuk datang ke gereja.

Meskipun sudah lama kenal, kami baru mulai menjalin hubungan asmara pada Februari. Sebelumnya, saya sudah pernah menikah dan sudah memiliki dua orang anak serta satu orang cucu. Istri saya pun sudah meninggal beberapa tahun lalu. Saya sangat menyukai sosok Bing Bing dan merasa dia adalah orang yang cocok untuk saya. Saya pun langsung mengajaknya untuk serius berumah tangga.

Ada banyak sekali kenangan bersama Bing Bing yang pasti akan sulit saya lupakan. Tetapi yang paling mengingatkan saya tentang sosoknya adalah perhatiannya pada hal-hal kecil, terutama pada kesehatan saya. Setiap saya akan pergi tugas dari kantor, Bing Bing selalu membantu menyiapkan obat-obatan. Setiap saya akan berpergian jauh, dia sudah menyiapkan makanan dan snack agar saya tidak kelaparan selama perjalanan.”

Selamat jalan Bing Bing. Kematianmu akan selalu dikenang oleh semua orang-orang beriman. Tuhan jugalah yang akan segera menyembuhkan luka dan duka dari hati seluruh keluarga dan juga orang-orang terkasihmu.

Sumber : Berbagai Sumber/Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Wuritimur Febby 15 July 2018 - 19:49:36

Bekerja mengikuti mut

0 Answer

Khairul azman Azman 14 July 2018 - 23:16:37

Perancis

0 Answer

Nocalia Anggun Utami 14 July 2018 - 16:33:26

Bagaimana bebas dari hutang

1 Answer


Junedi fajri 18 July 2018 - 00:35:51
Saya minta didoakan agar bisa terlepas dari pengar... more..

Christa Tita 6 July 2018 - 00:22:37
Mohon dukungan doanya, saya sedang bergumul dalam ... more..

Dina Mariani 30 June 2018 - 10:27:48
Syalom... Saya mohon dukungan doa dari saudara/i y... more..

MyAryaputra 12 June 2018 - 16:39:42
Mohon dukungan doa untuk pendanaan pembelian tanah... more..

Banner Mitra Week  3


7188

advertise with us