Nggak Sembarangan, Revisi Alkitab Terjemahan Baru Libatkan Orang-orang Penting Ini Loh!

Nasional / 9 February 2018

Nggak Sembarangan, Revisi Alkitab Terjemahan Baru Libatkan Orang-orang Penting Ini Loh!
Sumber: Website Kementerian Agama RI
Lori Official Writer
11143

Konsultasi Nasional Revisi Alkitab Terjemahan Baru (Konas TB 2) sudah resmi dibuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kinasih Resort & Conference, Bogor pada Senin (5/2) kemarin. Ada banyak pesan yang disampaikannya baik kepada Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) selaku penanggung jawab revisi Alkitab ini maupun bagi mereka yang turut terlibat dalam prosesnya.

Salah satu pesan yang disampaikan Menag Lukman adalah supaya revisi Alkitab ini disesuaikan dengan konteks keindonesiaan. Sehingga tidak menimbulkan kesimpangsiuran pemahaman. Dia juga mengingatkan supaya revisi ini tidak mengubah isi firman Tuhan di dalam Alkitab.

Baca Juga : Menag Minta Terjemahan Alkitab Sesuai Konteks Indonesia, Ketua LAI Sampaikan Jawaban Ini…

Menjawab hal itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen (Dirjen Bimas) Thomas Pentury menyampaikan kalau proses revisi Alkitab ini dilakukan oleh orang-orang yang ahli dibidangnya, seperti ahli-ahli teologi dan juga ahli bahasa Ibrani. Dia juga menegaskan bahwa mekanisme penerjemahan Alkitab ini dilakukan melalui konsultasi dengan ahli-ahli teolog dan ahli bahasa Ibrani, Yunani latin dan ahli bahasa Indonesia.

Proses ini pun dikelola langsung oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) dan Lembaga Biblika Indonesia (LBI). “Forum KKonsultasi Nasional adalah forum tertinggi yang akan memutuskan untuk menetapkan Alkitab dalam bahasa Indonesia yang digunakan dalam pengajaran Kristen di Indonesia,” ucap Thomas, seperti dikutip Kemenag.go.id, Kamis (8/2).

Dia menyampaikan, revisi ini perlu dilakukan mengingat perkembangan bahasa Indonesia mengalami perubahan yang signifikan. Ada beberapa kata yang sudah hilang atau mengalami degradasi makna. Untuk itu revisi Alkitab ke dalam terjemahan bahasa Indonesia perlu dilakukan.

“Makanya kemudian perlu revisi terhadap terjemahannya dari bahasa asli yang disesuaikan dengan perkembangan kebahasaan,” terangnya.

Dengan revisi ini, Thomas berharap umat Kristen di Indonesia bisa mendapat pemahaman yang lebih kaya dari teks Alkitab. Termasuk pemahaman terkait konteks pada masa Alkitab ditulis dan juga proses pemaknaan subtansi teks pada konteks kekinian.

Senada dengan itu, Ketua Umum LBI Pater Yosef Masan Toron juga menyampaikan bahwa gerekan revisi Alkitab Terjemahan Baru ini dilakukan dengan pertimbangan perkembangan bahasa saat ini. Tapi dia menegaskan bahwa tujuan yang lebih daripada itu adalah adanya kerinduan umat Kristen di Indonesia untuk berjumpa dan berdialog dengan Tuhan dalam bahasa dan nuansa insani.

Baca Juga : Habiskan 15 Tahun Penerjemahannya, Jemaat Gereja Ini Akhirnya Bisa Baca Alkitab Baru

Sementara Ketua Umum LAI Ishak P. Lambe menyatakan bahwa menerjemahkan Injil kepada dunia adalah tugas dan tanggung jawab gereja. “Gereja di dalam dirinya memiliki otoritas, kewajiban dan tanggung jawab untuk menerjemahkan kabar baik itu kepada dunia ini. Agar dunia mengerti dan percaya bahwa Yesus Kristus itulah Tuhan dan juruslamat dunia ini,” tandasnya.

Sumber : Alkitab.or.id/Kemenag.go.id
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?