Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

lori_mora

Official Writer
5547


Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang menjaga dan memelihara Alkitab sebagai panduan bagi umat Kristen dalam menjalankan agamanya. Hal ini disampaikan dalam sambutannya saat membuka Konsultasi Nasional Revisi Alkitab Terjemahan Baru (Konas TB2) Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) di Bogor, Rabu (7/2) kemarin.

Dia turut mendukung proses revisi Alkitab yang saat ini dilakukan LAI. Karena menurutnya proses revisi ini bukan untuk mengubah firman Tuhan yang ada dalam Alkitab, melainkan untuk mengadaptasikannya sesuai dengan perkembangan bahasa dari waktu ke waktu. Hal inilah yang harus dipahami supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman dikalangan umat beragama.

“Firman Tuhan itu tidak mungkin kita ubah, yang kita ubah adalah cara pandang kita terhadap teks-teks kitab suci,” ucap Menteri Lukman, seperti dikutip dari laman resmi Kemenag.go.id, Rabu (7/2).


Terkait hal ini, dia mengingatkan supaya revisi terjemahan Alkitab ini bisa menjaga dan memelihara paham keagamaan yang moderat. Dia juga menegaskan bahwa penafsiran firman Tuhan datangnya dari Tuhan sendiri. Karena manusia terbatas untuk memahami sepenuhnya setiap perkataan Tuhan yang terilhami dalam Kitab Suci.

Tapi di sisi lain, Lukman juga menilai bahwa mempertahankan teks aslinya juga bisa membuat umat beragama kehilangan konteks. Tuhan menurunkan kitab suci bukan hanya sebagai panduan, tapi juga menurunkan orang suci untuk memudahkan manusia mengamalkan ajaran agamanya.

Menag berharap revisi dan terjemahan Alkitab ini bisa sesuai dengan pemahaman konteks Indonesia. “Apapun bentuk revisi dan terjemahan yang dilakukan, mari kita terus gaungkan pemahaman dalam konteks Indonesia, beragama itu adalah berindonesia, sebagaimana berindonesia itu adalah beragama,” ucapnya.

Terkait anjuran itu, Ketua Umum Lembaga Alkitab Indonesia Pendeta Ishak P. Lambe menegaskan bahwa proses revisi itu sama sekali tidak akan mengubah isi Alkitab.  Revisi yang dilakukan saat ini tak lain adalah untuk menyesuaikan Alkitab pada perkembangan bahasa saat ini, khususnya munculnya banyak istilah baru. Proses ini pun dinilai tidak mudah karena Alkitab itu pada dasarnya ditulis dalam terjemahan Ibrani, Yunani dan Arab.

“Jadi itulah motivasinya, bukan untuk mengubah atau merevisi isi Alkitab,” terang pendeta Ishak.

Sumber : Kemenag.go.id/Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Rizam Lede 17 December 2018 - 13:25:45

Mencari pacar yang Takut akan Tuhan

0 Answer

antonia anton 14 December 2018 - 16:16:46

stress

1 Answer

Fir Daus 11 December 2018 - 09:14:14

sebutkan ukuran kertas yang bisa digunakan dalam m.. more..

0 Answer


chintya agustin sulistiani 15 December 2018 - 12:51:18
Tolong bantu doa saya. Saya mau ikut Yesus, tapi k... more..

chintya agustin sulistiani 11 December 2018 - 05:02:40
I am a Muslim, butI believe this December I will s... more..

sea_regardz 8 December 2018 - 13:19:50
Ada teman sekerja, perempuan, punya anak hanya 1, ... more..

Lina 2 December 2018 - 15:32:08
Bantu saya Dan doakan saya selalu kuat di dalam Tu... more..

Banner Mitra Week  3


7227

advertise with us