Kapal Pesiar Vs Kapal Perang, Sebagai Gereja Tuhan Kita Pilih yang Mana?

Kata Alkitab / 28 November 2017

Kapal Pesiar Vs Kapal Perang, Sebagai Gereja Tuhan Kita Pilih yang Mana?
Sumber: Youtube.com
Lori Official Writer
7122

Dalam sebuah khotbah dikatakan bahwa ternyata ada jenis orang Kristen yang bermental ‘Kapal Pesiar’. Mereka ini digambarkan sebagai orang-orang yang hanya terbuai mencari gereja yang hanya membicarakan soal berkat dan mujizat. Inilah yang disajikan di dalam sebuah kapal pesiar yang megah, dimana para penumpangnya hanya akan menikmati pertunjukan yang memukau, menghibur, nyaman dan pelayanan yang maksimal. Tak ada satupun fasilitas yang kurang menyenangkan di sana.

Orang-orang percaya bermental kapal pesiar ini sama sekali tak tertarik dengan firman Tuhan yang membahas soal realita ‘penderitaan dan peperangan rohani’. Akibatnya, mereka mudah sekali terserang badai kehidupan, mudah putus asa, mudah tersinggung, mudah mundur dari komunitas dan mudah pindah-pindah gereja.

Padahal, realitanya firman Tuhan dengan gamblang membeberkan bahwa gereja itu ibarat kapal perang untuk berperang. Kita adalah prajuritnya yang siap diutus ke medan perang. Setiap prajurit dilatih dengan penuh disiplin mulai dari bangun tidur sampai bagaimana mereka memegang senjata dengan benar.

Kita mungkin tak menyadari kalau sebenarnya orang-orang percaya sedang berperang di tengah dunia yang kacau ini. Tanpa disiplin, latihan, seragam dan senjata kita tidak akan pernah bisa memenangkan peperangan rohani yang tak terlihat yaitu melawan para pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa, penghulu-penghulu dunia yang gelap ini dan melawan roh-roh jahat di udara (Efesus 6: 12). Dan gereja seharusnya menjadi pusat pelatih dan bukan sebagai tempat untuk liburan seperti di kapal pesiar.

Di kapal perang, Yesus berperan sebagai komandan. Dia adalah pemimpin tertinggi dalam peperangan ini. Dia ingin supaya melalui gereja kita bisa siap menjadi seorang prajurit yang tangguh dan siap bertempur, saling mendukung dan menopang sebagai satu tim.

Di medan perang, para prajurit ini diutus dengan satu tujuan yaitu untuk membawa orang-orang yang terhilang kepada Tuhan. Mereka juga tak segan untuk mengorbankan dirinya demi menolong orang lain. Mereka maju tak gentar sampai titik darah penghabisan, dalam baik maupun buruk keadaan. Mereka bermental pejuang yang tangguh.

Bukanlah ini adalah gambaran pelayanan yang dilakukan Paulus dan rasul-rasul terdahulu dalam pelayanannya? Di dalam surat-suratnya yang ditulis kepada jemaat gereja, Paulus secara gamblang menuturkan tentang penderitaan dan penganiayaan yang dialaminya. Hal ini menggambarkan bahwa gereja itu sama sekali tak menyenangkan. Gereja itu ibarat kapal perang yang harus siap setiap waktu menghadapi serangan.

Jadi jawaban untuk memenangkan pertempuran adalah bukan dengan mengikuti serangkaian ibadah yang menghibur, pujian dan penyembahan yang sempurna, mengikuti seminar yang menarik atau konferensi motivasi diri tapi untuk memenangkan pertempuran kita harus berakar penuh di dalam firman Tuhan dan menyadari bahwa gereja adalah tempat untuk mempersiapkan prajurit Tuhan yang siap bertempur.

Jadi, putuskanlah apakah kamu mau jadi penumpang di Kapal Pesiar atau Kapal Perang. 

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?