Wah, PGI Sambangi KPK Minta Kerjasama Soal Kasus Ini Loh…

Wah, PGI Sambangi KPK Minta Kerjasama Soal Kasus Ini Loh…

Lori Official Writer
1903

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) melakukan kunjungan ke gedung KPK, Jakarta Selatan pada Selasa (31/10). Kunjungan inipun jadi momen penting bagi PGI dan KPK untuk menjalin hubungan kerja sama dalam mencegah korupsi terjadi di gereja.

Setiba di sana, PGI pun disambut oleh Deputi Bidang Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi, Pahala Nainggolan. Mereka kabarnya membicarakan seputar kerja sama pembuatan buku saku panduan antikorupsi untuk jemaat gereja dan pekerja-pekerja gereja.

Baca Juga : PGI Ajak Gereja Berani Audit Keuangannya Sebagai Bentuk Pertanggungjawaban Pada Jemaat

Pahala Nainggolan pun menyampaikan kalau PGI berkeinginan untuk mendorong kesadaran antokorupsi di kalangan gereja. Sehingga dengan membuat buku panduan yang dikerjakan bersama KPK, diharapkan bisa mencegah masuknya aliran dana hasil tindak pidana korupsi (TPK).

Selain itu, KPK juga menyarankan supaya PGI bisa menyampaikan pesan antikorupsi ini di sela-sela khotbah di gereja.

“Misalnya jemaat yang PNS harus tidak boleh menerima gratifikasi atau suap. Atau jemaat yang pengusaha jangan menawarkan suap, plus khotbah di gereja kita harapkan ada tema-tema antikorupsi yang selama ini juga sudah dilakukan oleh PGI,” kata Pahala, seperti dikutip Mediasulut.co, Rabu (1/11).

Ketua Umum PGI Henriette Hutabarat Lebang menyampaikan bahwa kerjasama ini jadi salah satu upaya mereka untuk mengatasi masalah korupsi bersama-sama dengan pemerintah. Karena kasus-kasus korupsi yang terjadi di Indonesia cukup memprihatinkan.

“Ini semua menjadi tantangan bagi kita bagaimana kita sebagai masyarakat dan sebagai gereja berupaya keras untuk melawan korupsi. Salah satu tema yang sedang digalakkan adalah ‘Gereja Melawan Korupsi’” ucap Henriette.

Baca Juga : Wakil Ketua KPK Minta Kepada PGI Agar Gereja Ikut Awasi Korupsi

Kepala Humas PGI Jeirry Sumampow menambahkan bahwa tindakan korupsi ini tak tertutup kemungkinan melibatkan gereja. Sebagaimana gereja menerima sumbangan hasil korupsi. Atau dengan kata lain, gereja menjadi tempat money laundering.

Itu sebabnya PGI perlu bekerja sama dengan KPK untuk membuatkan buku panduan antikorupsi yang nantinya bisa diterima oleh jemaat gereja dan bisa mengedukasi mereka soal bahaya korupsi. “Karena itu pendekatan lewat jalur keagamaan itu penting,” kata Jeirry.

Sumber : Mediasulut.co/Tempo.co

Ikuti Kami