Tuhan Memanggil Dengan Cara yang Unik

Renungan Harian / 9 April 2017

Kalangan Sendiri
Tuhan Memanggil Dengan Cara yang Unik
Lori Official Writer
      9871

1 Samuel 3: 10

Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: "Samuel! Samuel!" Dan Samuel menjawab: "Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar."


Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]Mazmu100[/kitab]; [kitab]Lukas12[/kitab]; [kitab]Yosua11-12[/kitab]

Lagu Ave Maria adalah salah satu lagu favorit ibu ku. Setiap kali mendengarnya lagu ini akan mengingatkanku pada ibu. Salah satu kenangan terindah yang aku ingat soal ibu adalah saat dia masuk rumah sakit karena jatuh dan mengalami patah tulang pinggul. Setelah menjalani beberapa operasi, dia dimasukkan dalam ruang respirator selama seminggu. Setelah mulai sadar, ibu kembali dipindahkan ke kamar barunya.

Aku dan adikku Tony pun mulai mengikuti perawat saat membawa ibu ke kamarnya. Setelah perawat meninggalkan ruangan, Tony mulai menyanyikan lagu Ave Maria untuk ibu. Lagu itu terdengar sangat lembut tapi begitu jelas terdengar, sampai-sampai air mataku menetes.

Akupun segera berlari ke kamar mandi untuk mengusapnya. Tapi entahlah, seorang cleaning service tiba-tiba berdiri di sana. Dengan air mata yang juga berlinang, dia bergumam, “Siapa yang menyanyikan lagu itu? Suaranya…indah sekali.”

Aku bilang adikku yang bernyanyi. Sambil terus mengusap matanya, dia berkata, “Tuhan tahu kalau aku perlu mendengar Dia hari ini. Aku tidak biasanya ada di lantai ini (bekerja), tapi atasanku memintaku ke sini untuk membersihkan kamar ini.”

Lihatlah Tuhan bisa saja menyentuh hati orang-orang yang kita tidak kenal. Tony bahkan tidak pernah tahu kalau dia sudah melayani salah satu pekerja rumah sakit. Padahal dia hanya melakukannya secara alami.

Kadang-kadang kita berpikir tak pantas untuk melakukan pekerjaan Tuhan. Entah itu berbicara, bernyanyi atau mengajar, apapun yang Dia mau kita lakukan, baik kepada kerumunan orang atau hanya untuk satu pendengar saja, Dia hanya mau kita merespon. Hasil akhirnya, Tuhan lah yang akan mengerjakannya.

Sebagaimana yang dilakukan Tony, adikku, Tuhan juga bisa bekerja melalui sebuah lagu. Lagu bisa menjadi saja didengar sebagai bisikan Tuhan. Hal inilah yang dialami Samuel saat mendengar panggilan Tuhan. Dalam 1 Samuel 3 disana boleh kita baca kalau Samuel mendengar suara Tuhan sebanyak tiga kali dalam waktu yang berbeda. Dia juga berpikir kalau itu adalah suara nabi Eli. Tapi saat dia berkata ke Eli, Eli bahkan menyangkali itu adalah suaranya. Tapi saat kita membaca ayat 8-9, kita lihat bahwa nabi Eli mengerti soal apa yang dialami Samuel. Karena itulah dia meminta supaya Samuel meresponi panggilan itu.

Sama seperti Tony yang sangat berbakat dalam bernyanyi, Tuhan juga memberikan ahdiah khusus di dalam diri kita masing-masing. Jadi, sebagaimana Tuhan memanggil Samuel, Dia juga akan memanggil kita. Dia juga memanggil ku. Pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa meresponi panggilan-Nya?

 

Tuhan memanggil setiap orang untuk memenuhi panggilan-Nya dengan cara yang unik, karena itu responilah saat Dia benar-benar berbicara dalam hatimu

Kalangan Sendiri

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?