Tiru ISIS, Hamas Hancurkan Situs Sejarah Kristen di Palestina

Tiru ISIS, Hamas Hancurkan Situs Sejarah Kristen di Palestina

daniel.tanamal Official Writer
10850

Tak banyak diangkat oleh publik internasional, bahwa terjadi penganiayaan yang sistematis dan senyap kepada umat Kristen Palestina yang dilakukan oleh organisasi bersenjata di Palestina, Hamas. Bersama dengan pemerintah otoritas Palestina (PA), mereka melakukan penghancuran situs sejarah Kristen disana.
(Baca Juga: Marah Terhadap ISIS, Ribuan Orang di Irak Pilih Ikut Kristus)

Situs sejarah itu adalah puing-puing sebuah gereja era Kekaisaran Byzantium kuno berusia 1800 tahun yang baru saja ditemukan di Alun-alun Palestina, di wilayah Al-Daraj, Gaza. Kota dimana Hamas berniat membangun sebuah pusat perbelanjaan. Mereka mengerahkan bulldozer-bulldozer untuk menghancurkan sejumlah artifak gereja.
(Baca: Dengar Injil Kebenaran di Kamp Pengungsi, Anggota ISIS Bertobat)

"Di manakah pemimpin gereja-gereja di Yerusalem dan dunia? Dimanakah Vatikan dan UNESCO? Di manakah para pemimpin dan politisi yang bicara dan terus bicara soal persatuan nasional dan pemeliharaan situs-situs suci? Atau apakah ini konspirasi kolektif yang bertujuan mengakhiri eksistensi dan sejarah kami di Timur?," kata Sami Khalil, seorang umat Kristen dari Kota Nablus, Tepi Barat, seperti dirilis gatesinstitute.org, Sabtu (16/04/2016).
(Baca: Kepada ISIS, Pastor Ini Tolak Pindah Agama dan Siap Dipenggal)

Bagi kaum Kristen Palestina, perusakan puing-puing gereja merupakan upaya lanjutan dari para pemimpin Palestina untuk menghancurkan sejarah Kristen sekaligus tanda-tanda kehadiran Agama Kristen di kawasan Palestina. Hamas mengklaim tidak punya sumberdaya untuk menjaga situs gereja kuno. Upaya untuk mempertahankan situs Kristen, kata mereka, menuntut adanya uang jutaan dolar serta ratusan pekerja. Otoritas Palestina, mengatakan bahwa karena dia tak berkuasa atas Jalur Gaza, maka perusakan bangunan-bangunan kuno itu di luar jangkauannya.
(Baca Juga: Negara Mayoritas Kristen Ini Dinilai Paling Sengsara Sedunia)

Akibatnya hingga kini para pemimpin Palestina di Tepi Barat tidak secara publik mengecam aksi perusakan tersebut. Itulah pemimpin yang sama yang menganjurkan aksi "intifada" berupa penikaman serta penyerangan mobil-mobil kaum Yahudi yang dianggap "melecehkan" Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, dengan mengunjungi Bukit Bait Allah (Temple Mount) dengan pengawasan pihak kepolisian. Bagi Otoritas Palestina, berbagai kunjungan kaum Yahudi di Bait Bukit Allah itu jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan perusakan situs-situs Kristen penting di Jalur Gaza. Miris… (Baca Juga: Usai Bom Paskah, 10.000 Orang di Pakistan Terima Yesus Kristus)


Sumber : gatesinstitute.org
Halaman :
1

Ikuti Kami