Demi Asian Games 2018, Gereja di Pulomas Terancam Digusur

Demi Asian Games 2018, Gereja di Pulomas Terancam Digusur

daniel.tanamal Official Writer
3984


Sebuah gereja yang terletak di Pulo Mas Jakarta Timur, Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) Sidang Daniel, saat ini terancam digusur. Penggusuran ini dilakukan oleh Pemda DKI Jakarta terhadap bangunan-bangunan di lahan milik pengembang PT Pulo Mas Jaya, yang nantinya akan dibangun pacuan kuda untuk Asian Games 2018. Salah satu dari bangunan-bangunan tersebut adalah Gereja KGPM Sidang Daniel. (Baca Juga: Usai Bom Paskah, 10.000 Orang di Pakistan Terima Yesus Kristus)

"Pembongkaran terhadap bangunan warga ini untuk kepentingan pembangunan pacuan kuda, sesuai arahan bapak gubernur bahwa Kawasan Pacuan Kuda Pulomas ini akan dihadikan salahsatu venue perhelatan Asian Games 2018,” kata Walikota Jakarta Timur, Bambang Musyawardhana, Rabu (20/4/2016), seperti dirilis beritasatu. (Baca Juga: Marah Terhadap ISIS, Ribuan Orang di Irak Pilih Ikut Kristus)

Salah satu pengurus KGPM Sidang Daniel, Tini Supit (52) pun angkat suara mengenai rencana penggusuran ini. Dirinya meminta agar Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk tetap mempertahankan keberadaan? Gereja tersebut agar masih ada di satu lokasi kawasan Pacuan Kuda Pulo Mas meskipun nantinya bangunan fisik Gereja akan dibongkar. (Baca: Dengar Injil Kebenaran di Kamp Pengungsi, Anggota ISIS Bertobat)

"Sampai hari Minggu kemarin kita masih menjalankan ibadah mingguan di Gereja, kami minta kebijaksanaan dari Pak Ahok agar Gereja ini jangan dihilangkan, harapan kami bila bangunan dibongkar tapi masih direlokasi di sekitar areal kawasan Pacuan Kuda Pulomas ini. Kalaupun mau dipindahkan atau digeser fisik bangunannya, jangan sampai dihilangkan sepenuhnya, karena sebagian besar atlit dan joki atau pelatih kuda ?di Pacuan Kuda Pulomas itu hampir 80%nya beragama Nasrani, jadi keberadaan gereja di komplek pacuan menjadi kebutuhan mendasar untuk beribadah dan berinteraksi," ujar Tini. (Baca Juga: Negara Mayoritas Kristen Ini Dinilai Paling Sengsara Sedunia)

Tini menambahkan bahwa Gereja khas Manado itu sudah berdiri di Komplek Pacuan Kuda Pulo Mas sejak tahun 1974 atau empat tahun setelah pembangunan komplek Asrama atau Mess Karyawan Pulo Mas. Dengan total 150 jamaah yang biasa beribadah di Gereja tersebut, dirinya meminta agar keberadaan Gereja tetap diadakan dan jangan dihapus dari lokasi tersebut. (Baca: Kepada ISIS, Pastor Ini Tolak Pindah Agama dan Siap Dipenggal)

Sumber : BeritaSatu/SuaraPembaruan

Ikuti Kami