Tentara Suriah melaporkan telah mereklamasi kendali kota besar lainnya setelah mengusir kelompok militan, Daesh atau ISIS, menyusul keberhasilan merebut kota kuno Palmyra di hari Minggu lalu. Pasukan pemerintah Suriah dibantu Rusia, menjalankan operasi pembebasan di kota yang pernah didiami mayoritas populasi Kristen tersebut menjadi kabar baik di kota tersebut.
“Belum ada kepastian soal itu, tapi memang sempat disiarkan bahwa militer sudah sepenuhnya mengepung daerah tersebut dan sedang berupaya memukul mundur teroris Daesh yang tersisa,” terang Observatorium Hak Asasi Manusia untuk Suriah, dikutip dari Independent.
Observatorium yang berbasis di Inggris untuk Hak Asasi Manusia Suriah, memperkirakan pertempuran dan proses pembebasan daerah yang sama simboliknya dengan Palmyra masih berlangsung. Tetapi mereka mencatat bahwa bukit-bukit al-Qaryatain sekitarnya dikendalikan oleh tentara Suriah dengan Rusia dan diketahui sudah menguasai kembali setidaknya setengah dari kota tersebut.
Sebelum pendudukan ISIS, Kota al-Qaryatain dihuni sekitar 40 ribu umat Kristen bercampur dengan umat Muslim Sunni. Sekitar delapan bulan lalu, di kota yang terletak 60 mil dari Kota Kuno Palmyra, itu juga masih berdiri Biara St. Elian yang berusia 1500 tahun.
Kini, warga Suriah tengah menunggu kabar baik tersebut. Pengamat memprediksi, strategi pembebasan kota-kota kuno ini dipetakan untuk masuk lebih jauh ke jantung pertahanan ISIS, yakni Deir el Zor dan Raqqa.
Sumber : Independent.uk/Jawaban.comIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!