Paus Fransiskus menegaskan pandangannya bahwa agama yang benar menghendaki terciptanya perdamaian. Ia menyampaikan hal ini melalui pidato saat menggelar pertemuan bersama perwakilan gereja dunia di Istana Apostolik di Vatikan kemarin, Senin (11/1).
“Umat Tuhan haruslah laki-laki dan perempuan perdamaian, dan bisa terjadi bagi pengikut keyakinan berbeda untuk hidup berdampingan secara damai,” ucap Paus Fransiskus, seperti dikutip Christiantoday.com, Selasa (12/1).
Agama yang sesungguhnya, kata Paus, tidak pernah gagal dalam mempromosikan perdamaian. Kerukunan hidup antarumat beragama bisa tercipta ketika kebebasan beragama diakui dan saling bahu membahu untuk kebaikan bersama, sebagai bentuk sikap saling menghormati di antara penganut agama.
Ia mencontohkan bahwa inkarnasi Tuhan berfungsi sebagai pengingat dari ‘rupa pribadi Allah’, yang tidak menunjukkan kekuatan untuk menghancurkan tetapi membagi cinta, dan keadilan tidak untuk membalaskan dendam tetapi menunjukkan belas kasih.
“Orang-orang yang percaya Tuhan juga harus laki-laki dan perempuan perdamaian dan hasil dari anugerah, untuk yang lainnya tidak pernah membunuh dalam nama Tuhan,” tegasnya.
Tindakan membunuh atas nama Yang Maha Kuasa hanya dilakukan orang-orang yang menganut ideologi agama yang keliru. Seperti sengaja membantai orang tak berdaya, seperti dalam serangan teroris brutal beberapa bulan terakhir di Afrika, Eropa dan Timur Tengah.
Untuk mewujudkan perdamaian, paus menegaskan kembali ‘komitmen di sektor oikumene dan antaragama' untuk menggelar dialog yang tulus dan penuh penghormatan, dengan menghargai keunikan dan identitas masing-masing individu, dan mendorong kehidupan yang harmonis antar sesama anggota masyarakat.
Sumber : CT/jawaban.com/lsIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”