Orang-orang Farisi di Facebook

Orang-orang Farisi di Facebook

Lori Official Writer
      9505
Show English Version
Yohanes 13: 34-35

Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.

 

Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]Mazmu144[/kitab]; [kitab]Yohan4[/kitab]; [kitab]IISam15-16[/kitab]

Saya punya teman yang suka sekali dengan topik-topik yang mengundang perdebatan. Sesekali dia pun memposting artikel atau pertanyaan di dinding Facebooknya, kemudian menandai sejumlah orang-orang untuk berbagi pemikiran mereka tentang artikel tersebut. Pertanyaan-pertanyaannya mencakup topik politik, budaya ataupun sosial, dan biasanya diskusi akan berjalan baik. Namun ada satu postingan, yang akhirnya mengundang perdebatan sengit.

Hal itu berawal ketika teman saya memposting artikel tentang sekelompok orang Kristen yang pergi ke bar dan menjangkau orang-orang di sana. Secara pribadi, saya cukup tersentuh dengan artikel itu, tapi seperti yang kita ketahui, tak semua orang memiliki pemikiran yang sama dengan saya. Ada yang justru mengkritik tajam, dan menganggap hal itu tidak pantas dilakukan oleh orang Kristen.

Baca juga : 

Dengan Melakukan Hal Ini Maka Hidupmu Sama Seperti Yesus, Bukan Seperti Orang-orang Farisi

#FaktaAlkitab – Siapakah Sebenarnya Orang Farisi Itu?

Beberapa waktu setelah perdebatan itu berubah menjadi argumen yang memanas, saya memutuskan untuk meninggalkan diskusi dengan perasaan muak, baik oleh apa yang sudah ditulis orang lain maupun dengan tanggapan saya sendiri. Namun tiga hari kemudian, saat saya membaca Alkitab, saya menyadari tentang masalah itu sama seperti apa yang dilakukan orang-orang Farisi ketika Yesus baru saja menyembuhkan seorang buta dalam [kitab]Yohan9:26-34[/kitab]. Secara singkat dikisahkan tentang orang Farisi yang berlagak seperti orang saleh dan mencoba mencari kesalahan yang dilakukan oleh Yesus.

Kita tentunya tahu tentang tingkah laku orang Farisi tersebut. Tetapi kita seringkali berpikir bahwa kita berbeda dari mereka, padahal kenyataannya kita tak jauh berbeda. Orang-orang Farisi adalah para elit agama yang hidup sesuai dengan peraturan Hukum Taurat, tetapi mereka adalah orang-orang yang penuh dengan kebanggaan dan pembenaran diri. Mereka bahkan tidak mengaku dan tidak bisa melihat karya Yesus ketika melakukan berbagai mujizat di tengah-tengah banyak orang. Sebaliknya, mereka kerap berpendapat dan menghujat musuh mereka, seorang pria yang sama sekali tidak bersalah.

Sebagai orang Kristen, kita seharusnya mengingat bahwa segala sesuatu yang kita ucapkan dan segala sesuatu yang kita lakukan mencerminkan kehidupan pribadi kita dengan Tuhan. Mencerminkan kehadiran Tuhan dalam hidup kita. Jika kita menanggapi orang lain dengan hujatan, akankah kita merasa terkejut jika persepsi mereka tentang Yesus berbeda? Tetapi jika kita menanggapinya dengan penuh cinta kasih, maka mereka mungkin akan melihat bahwa ada Kristus yang hidup di dalam kita. Jadi tanyakan pada diri Anda sendiri, bagaimana dunia memandang Kristus ketika mereka memandang Anda.

Dunia akan memandang Kristus ketika hidup orang-orang percaya mencerminkan kasih Kristus.

Baca juga : 

Jadi Orang Farisi Untuk Sehari

Seorang Farisi Saleh Atau Seorang Pelacur?

Ikuti Kami