Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Puji Astuti

Official Writer
298


Pasti kalian pernah dengar  kata “orang Farisi” atau bahkan mungkin menyebut seseorang sebagai orang Farisi karena terlihat agamawi. Tapi apakah kamu tahu tentang asal usul sebuatan orang Farisi ini atau siapakah sebenarnya orang  Farisi ini?

Nah, biar kita lebih mengerti nih, yuk kita ikuti pembahasan Fakta Alkitab di JC Channel tentang orang Farisi ini.

Orang Farisi muncul di Perjanjian Baru

Jika kita membuka Alkitab, maka kita hanya menemukan kata Farisi  di Perjanjian Baru, dan kata ini banyak muncul karena Yesus Kristus seringkali bertentangan dengan kelompok orang Farisi dan Saduki. Contohnya peringatan yang Yesus berikan kepada murid-murid-Nya ini : 

Yesus berkata kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki." (Matius 16:6)

Orang Farisi dan Saduki adalah kelompok yang berkuasa atau memiliki pengaruh di Israel pada jaman Yesus saat itu. Orang Farisi adalah pemimpin spiritual Yahudi yang berkembang pada masa Bait Allah yang ke 2, sekitar abad ke 2 Sebelum Masehi (SM). 

Baca juga : 

Orang-orang Farisi di Facebook

Dengan Melakukan Hal Ini Maka Hidupmu Sama Seperti Yesus, Bukan Seperti Orang-orang Farisi

Menurut para ahli, kaum Farisi adalah perkembangan dari kaum Hasidim, yaitu kelompok yang menganggap diri mereka sebagai kaum beragama yang saleh. Mereka ini biasanya memisahkan diri dari orang biasa.

Bukan hanya bidang agama, orang Farisi berpengaruh di politik juga

Menurut Yosefus Falvius, pada masa pemerintahan Yohanes Hirkanus pada tahun 135-104 SM, orang-orang Farisi mulai menunjukkan pengaruh  mereka di masyarakat Yahudi saat itu. Kaum Farisi kemudian memperluas pengaruhnya hingga bidang politik, terutama pada masa Salome Alexandra pada  tahun 76-67 SM.

Namun setelah Romawi berkuasa  atas Israel pada tahun 63 SM, kaum Farisi kembali kepada peranan awal mereka sebagai kelompok yang menjelaskan hukum agama secara terperinci dan menjadi arbitrator atau pihak penengah  atas perselisihan-perselisihan dalam komunitas Yahudi.

Tapi sebenarnya mereka tidak benar-benar lepas tangan dari dunia politik masyarakat Yahudi, contohnya adalah saat R. Simeon ben Gamaliel I dan beberapa pemimpin Farisi lainnya memberontak terhadap Romawi pada tahun 66-70 M dan pada tahun 132-135 M saat pemberontakan Bar Khokba. 

Orang Farisi mengambil dasar pemikiran dari Ezra dan Nehemia

Pemikiran dasar orang Farisi ini berakar pada zaman Ezra dan Nehemia. Kedua nabi dan juga pejabat negara di masanya itu menguraikan secara rinci dan menafsirkan hukum yang tak tertulis itu. Berdasarkan aturan Ezra dan Nehemia , kaum Israel dilarang melakukan perkawinan campuran. Selain itu Nehemia juga menetapkan aturan tentang hari Sabat dan memberlakukan persembahan persepuluhan. 

Dapat dikatakan, kaum Farisi sebenarnya hanya mengikuti jejak yang ditinggalkan oleh Ezra dan Nehemia. Pada masanya, Ezra dan Nehemia telah menetapkan ulang kedudukan Torah pada masyarakat Yahudi keturunan suku Yehuda. 

Berasal dari kalangan pekerja kelas menengah

Sebagia besar orang Farisi merupakan pekerja kelas menengah, berbeda dengan kelompok orang Saduki yang  berasal dari kelas atas. Karena itu orang Farisi lebih sering berinteraksi dengan rakyat kecil. Selain itu masyarakat umum juga lebih menghargai kaum Farisi daripada orang Saduki. 

Meskipun orang Farisi adalah kelompok minoritas di Sanhedrin (semacam dewan mahkamah agama di masyarakat Yahudi), dan hanya sejumlah kecil yang menjadi imam, mereka sepertinya lebih punya pengaruh besar dalam pengambilan keputusan di Sanhedrin dibandingkan kelompok Saduki. Hal ini disebabkan karena orang Farisi memiki dukungan dari masyarakat. 

Baca juga : 

Jadi Orang Farisi Untuk Sehari

Seorang Farisi Saleh Atau Seorang Pelacur?


Menaruh tradisi sama pentingnya dengan Firman Tuhan

Pandangan orang Farisi dalam hal keagamaan adalah mereka percaya bahwa Firman yang  tertulis memang diwahyukan oleh Allah. Pada saat pelayanan Kristus di dunia Firman yang  tertulis ini adalah apa yang kita sebut saat ini sebagai Perjanjian Lama. Tetapi mereka juga memberikan otoritas yang sama untuk berbagai  tradisi. Mereka mencoba mempertahankan pandangan mereka tentang tradisi tersebut dengan merujuk kepada Musa. 

Berkembang selama berabad-abad berbagai tradisi ini ditambakan ke dalam kitab mereka, yang sebenarnya hal itu dilarang oleh Tuhan, seperti yang dituliskan dalam Ulangan 4:2 ini, 

“Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya, dengan demikian kamu berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu.”

Orang Farisi menekankan pentingnya hukum lisan dan penafsiran

Orang Farisi berusaha keras mentaati berbagai tradisi yang ada sama seperti mentaati firman Tuhan di Perjanjian Lama. Mereka membedakan hukum tertulis dan hukum lisan dan mereka menekankan pentingnya mentaati hukum tak tertulis (oral law) itu. 

Hukum tertulis harus dipelajari dan ditafsikan dalam terang tradisi lisan untuk memenuhi konteks zaman yang berubah-ubah. Menurut mereka, jika Torah tidak ditafsirkan maka hukum tersebut tidak kontekstual lagi. Oleh karena itu mereka juga memiliki kemampuan yang luar biasa dalam menafsirkan Torah. 

Kaum Farisi membentuk sistemhukumyang diinterpretasikan dan harus dipatuhi oleh kelompoknya dengan tujuan untuk menjaga agar mereka tidak melanggar Torah tersebut. 

Terkadang bahkan diantara kaum Farisi sendiri, mereka mengalami perbedaan tafsiran hukum. Kepandaian mereka dalam menafsirkan hukum ini di dapat dari proses pendidikan agama secara akademis. Sekolah seperti Hillel dan Shammai mulai berkembang pada abad ke-1SM di kota Yavneh. 

Setelah kehancuran kota Yerusalem, keberadaan orang Saduki menjadi musnah. Sebaliknya, orang Farisi yang lebih peduli pada masalah agama dibandingkan politik malah tetap bertahan. 

Orang Farisi yang memulai pemberontakan sehingga membawa kehancuran pada kota Yerusalem pada tahun 70M, menjadi pihak pertama yang berdamai dengan Romawi. Orang Farisi juga yang menyusun Mishnah, sebuah dokumen penting dengan petunjuk mengenai kelanjutan Yudaisme setelah peristiwa kehancuran bait suci.

Orang Farisi membuat tradisi dan penafsiran sendiri tentang Taurat, dan mereka mewajibkan orang Yahudi untuk mengikutinya. Akibatnya orang-orang menjadi terbebani. 

Dulu leluhur mereka membunuh nabi-nabi Allah, mulai dari Habel sampai seterusnya. Sekarang mereka membuat makam bagi para nabi-nabi itu, supaya orang-orang mengira bahwa mereka menghormati para nabi itu. Pada hal mereka sama seperti leluhur mereka, mereka bahkan berusaha membunuh nabi Allah yang paling besar. 

Maka Yesus berkata bahwa Allah akan menghukum mereka, itu terjadi 38 tahun kemudian atau tahun 70M. Banyak orang Farisi maupun Saduki mendapat banyak teguran dari Yesus. 

Mungkin pelajaran terpenting yang bisa kita petik dari mereka adalah jangan menjadi sama seperti mereka. 

Orang Farisi melahirkan Talmud

Dari orang Farisilah dunia barat mengenal Yudaisme, yang ditandai dengan ketahanan idealism religious dan patriotic terhadap ajaran dan tradisi Yahudi. Sekitar tahun 200, kaum Yahudi menyunting kumpulan pendapat dan ketentuan para rabi yang dikenal dengan Mishnah, yang merupakan dasar bagi keompendium ajaran Yahudi yang kita kenal  sebagai Talmud. 

Nah, itulah pembahasan tentang orang Farisi. Semoga JCers bisa mendapatkan pengertian tentang sosok orang Farisi yang sering ditegur dengan keras oleh Tuhan Yesus ya. Untuk pembahasan Fakta Alkitab lainnya, kunjungi YouTube Channel JC Channel dengan KLIK DISINI ya. 

Sumber : JC CHANNEL

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Nurul Huda 10 December 2019 - 07:38:17

Kepanjangan dari LAKPESDAMNU adalah …. *

0 Answer

Susi Salfia 9 December 2019 - 15:20:13

Jelaskan apakah orang yang sudah lahir baru ada ke.. more..

0 Answer

Chrisman_ Panjaitan 9 December 2019 - 10:14:37

Saya mohon dukung dia agar saya terlapas dari kesu.. more..

0 Answer


JustinDI 22 November 2019 - 16:40:34
Bapa kami yang di Surga, Dikuduskanlah namaMu Data... more..

JustinDI 22 November 2019 - 16:40:25
Bapa kami yang di Surga, Dikuduskanlah namaMu Data... more..

surya 10 November 2019 - 18:37:53
Hi teman teman JC, nama saya surya, saya mengalami... more..

marisca benedicta 9 November 2019 - 10:23:48
tolong bantu doa, agar saya terlepas dri jeratan h... more..

Banner Mitra Desember week 2


7262

Banner Mitra Desember week 2