Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Budhi Marpaung

Official Writer
1927


Bukan rahasia lagi. Orang-orang Farisi tidak memiliki reputasi yang baik. Yesus memberi perhatian yang cukup besar kepada mereka. Sebenarnya, lebih tepat lagi, Yesus mengungkap hal-hal busuk dari mereka.

Tidak ada orang di dunia Kristen yang bercita-cita menjadi orang Farisi. Dalam dunia "kita vs. mereka", orang-orang Farisi adalah "mereka".

Namun sebanyak apapun kita mengucapkan perlawanan terhadap orang-orang Farisi dan kecenderungan legalistik mereka, kita sesungguhnya juga memiliki masalah. Beberapa ayat Alkitab menunjukkan bahwa kita terkait erat dengan mereka. Terkadang kita teridentifikasi seperti mereka lebih daripada kita dikenali seperti pengikut Yesus.

Lukas 16 adalah contoh kasusnya. Yesus baru saja selesai menceritakan sebuah perumpamaan tentang bahaya uang. Kemudian, di ayat 13, Dia berkata, "Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." Dengan kata lain, Dia mengatakan kepada semua orang bahwa Uang itu adalah berhala. Itu adalah tuhan.

Ayat 14 mengatakan bahwa orang-orang Farisi mencintai uang. Sebenarnya, ayat itu mengatakan bahwa mereka mengira Yesus berbeda pemikiran karena Ia menolak bergabung dengan kelompok cinta uang. Mereka mencemooh-Nya untuk ucapan ini… Bukankah itu sebuah pernyataan?

Bagaimana menjadi orang Farisi?

Ketika Lukas mengatakan bahwa orang-orang Farisi mencintai uang, dia membuat saya sangat dekat dengan perkemahan orang Farisi. Masalah ini agak terlalu dekat dengan rumah untuk kenyamanan saya! Saya cenderung mengatakan hal-hal seperti "Saya menghargai uang" atau "pasti senang memiliki uang (relatif berbicara)." Tapi, sebenarnya, setiap orang dari kita yang mengejar Mimpi Amerika Serikat merasakan ketertarikan terhadap Uang. Kita "butuh" uang untuk mengakomodasi gaya hidup kita. Kami menginginkan uang untuk memenuhi impian kita.

Mari jujur. Ketika kita berhenti menari seputar masalah ini ... kebenarannya adalah bahwa kebanyakan dari kita menyukai uang.

Kita adalah orang-orang Farisi. Kita mencintai manfaat kekayaan. Jadi, jika kita ingin menjadi seperti orang-orang Farisi, kita hanya perlu duduk santai dan menikmati kenyamanan uang kita. Namun, jika kita ingin menjadi seperti Yesus, mungkin kita harus memikirkan kembali strategi uang kita.

Bagaimana Menjadi Seperti Yesus?

“Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.” (Lukas 16:9).

Ke mana pun Yesus pergi, Ia memberi. Ia tidak khawatir dengan status kekayaan-Nya di bumi. Ia telah melihat kekayaan kekekalan dan mengetahui bahwa Mamon adalah pengganti yang buruk untuk kekayaan sejati. Ia tidak khawatir dengan apa yang akan Ia makan atau apa yang akan dikenakan-Nya, karena Bapa mengetahui kebutuhan itu. Yesus memercayai Bapa sebagai Penyedia-Nya.

Karena tidak memiliki kekhawatiran akan hal itu, Ia memberi. Ia memberikan dari harta benda-Nya, waktu-Nya, hikmat-Nya dan memberikan saat Ia sedang melayani yang sedang mengalami kesakitan. Ia selalu memberi.

Lebih dari itu, Ia memberdayakan orang lain untuk memberi.

1. Ketika Dia mengutus tujuh puluh dua murid keluar ... Ia memberikan mereka wewenang dan kuasa yang mereka butuhkan untuk menyembuhkan orang sakit dan menyampaikan kabar baik tentang Kerajaan Allah.

2. Saat Ia memanggil Petrus untuk melangkah di atas air ... Ia memberdayakannya dengan memberikan kepada Petrus iman untuk menghadapi segala yang hal di muka bumi ini.

3. Ketika Ia mempercayakan orang-orang percaya dengan pesan-Nya ... Ia memberi kita kesempatan untuk memberikan pengharapan akan Allah kepada teman, anggota keluarga dan tetangga kita.

Ia tidak hanya menggunakan harta benda-Nya untuk memenangkan teman-teman ke dalam kekekalan, tetapi Ia juga secara teratur menghubungkan para pengikut-Nya dengan kesempatan memberi.

Jadi, bagaimana kita bisa meniru Yesus? Hiduplah dengan murah hati dan terhubunglah secara orang teratur dengan orang lain melalui memberi.

Saya tidak tahu tentang dirimu, tetapi saya ingin menjadi seperti Yesus ... Saya lelah bertingkah seperti orang Farisi.

Sumber : crosswalk.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Lisna Hertaty 12 December 2017 - 04:14:00

selamat pagi bpk/ibu/sdra/i terkasih, saat ini per.. more..

0 Answer

Dedi Kusuma 11 December 2017 - 23:30:00

Dalam menyimpulkan hasil interaktif dapat mengguna.. more..

0 Answer

Meylia Agatha 11 December 2017 - 22:38:16

Doa puasa

0 Answer


sod 11 December 2017 - 19:07:09
tolong doakan saya. saya saat ini terlilit hutang ... more..

Rusli Liwang 11 December 2017 - 14:05:19
Tolong doakan Pernikahan saya yang baru seumur jag... more..

Veronica 10 December 2017 - 04:16:41
Shalom, Saya mohon bantuan doa nya, saya adalah se... more..

Risma warisman 8 December 2017 - 20:58:04
Mlm bapak ibu mohin dulungam doanya... saya sangat... more..

Banner Mitra Week 2


7334

advertise with us