Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
2023


Media terkenal New York Times baru-baru ini menerbitkan sebuah artikel yang mengupas tentang dunia anak-anak dan kecanduan terhadap gadget. Artikel tersebut menerakan data statistik dari sebuah studi yang dilakukan Kaiser Family Foundation dikatakan bahwa, ‘Rata-rata anak berusia 8-10 tahun menghabiskan hampir delapan jam sehari untuk mengakses berbagai media yang berbeda (Facebook, Twitter, Instagram, Snapchat, Kik, Yik Yak, Tumblr dan sebagainya), dan anak-anak yang lebih tua dan usia remaja menghabiskan lebihd ari 11 jam per hari”.

Hal ini menyimpulkan bahwa gadget merampas banyak kehidupan anak-anak kita. Lalu bagaimana orang tua berperan untuk membantu anak-anak untuk membangun hubungan yang sehat melalui gadget dan dunia online mereka? Tak ada yang terlalu dini untuk berbicara tentang perilaku dunia online dan cara yang baik untuk menggunakannya kepada anak.

Para orang tua bisa menerapkan 5 tips ini untuk mengajarkan anak mengakses media sosial yang benar.

1. Jadilah seorang pengguna media sosial

Salah satu kelemahan orang tua zaman teknologi ini adalah sedikitnya waktu untuk mengakses media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, snapchat, Tumblr dan sebagainya. Atau bahkan ada pula orang tua yang malah gaptek (gagap teknologi, red). Tetapi dalam hal ini, Anda tidak dituntut untuk selalu aktif di berbagai media sosial. Anda hanya harus meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan mereka, atau mengerti tentang bahasa yang kerap digunakan anak.

Tanyakan apa platform yang biasanya mereka gunakan dan minta mereka mengajari Anda cara mengaksesnya. Lalu tuntut mereka untuk mengerti tentang hal-hal yang tidak sepatutnya dilakukan di media sosial seperti pesan atau postingan yang tidak pantas disebar atau tentang macam jenis cyberbullying yang tidak pantas dilakukan. Anda tak perlu menjadi ahli media sosial, tetapi hanya dengan mengetahui media sosial yang kerpa dipakai anak-anak Anda sudah menjadi bentuk pengawasan yang tepat.

2. Ikuti akun teman-temannya

Ikuti atau berteman dengan teman-temannya untuk mengetahui setiap aktivitas yang mereka lakukan di media sosial. Anak-anak mungkin saja memposting hal-hal yang tidak pantas. Nah, peran orang tua untuk mengingatkan anak-anak untuk tidak melakukan hal serupa yang justru hanya akan melukai banyak orang. Ingatkan mereka bahwa media sosial memiliki akses yang sangat luas dan bisa dilihat oleh banyak orang.

3. Jangan mendominasi anak  

Jangan pernah mendominasi anak untuk tidak melakukan ini dan itu dengan cara yang salah. Misalnya, jangan posting ini, jangan mempermalukan diri sendiri atau keluarga kita, dan sebagainya. Hal itu justru hanya akan membuat anak alergi dengan internet dan tertinggal dari teman-teman. Ancaman Anda mungkin saja bisa membuat mereka menjadi tertutup dan kerap menyembunyikan hal-hal yang mereka lakukan dari Anda. Sebaiknya, jadilah orang tua yang ada untuk mendukung anak-anak Anda melakukan hal-hal yang benar. Ajarkan mereka bahwa mengakses internet dengan cara yang salah hanya akan berakibat fatal pada diri sendiri dan juga orang lain.

4. Jaga ucapan Anda

Percaya atau tidak, anak akan meniru perilaku orang tua. Saat Anda suka mengeluhkan tentang berbagai hal di media sosial, ingatlah bahwa anak juga sedang online. Sehingga tidak heran jika anak bisa jadi melakukan hal serupa, misalnya memposting tentang kejelekan gurunya di Facebook. Anda justru bertanya-tanya, “Dari mana anak saya belajar berperilaku demikian?”, tanpa menyadari tentang dampak buruk dari perilaku Anda.

Orang tua memiliki pengaruh besar terhadap perilaku anak. Mereka akan menerima hal yang baik atau buruk tergantung dengan tindakan orang tuanya. Ketika orang tuanya mengeluh tentang hari-hari yang berat, maka mereka akan berpikir bahwa media sosial adalah tempat untuk melampiaskan segala keluhan. Jadi, tetaplah menjaga ucapan Anda untuk bisa mengajarkan hal-hal yang benar kepada anak, khususnya di zaman teknologi saat ini.

5. Jadilah contoh yang baik

Setiap orang memiliki pilihan masing-masing tentang tujuan penggunaan media sosial. Ada yang mengaksesnya untuk menyebar informasi-informasi tentang kriminalitas, ada untuk mencari beasiswa atau belajar tentang berbagai hal. Orang tua bisa berperan sebagai kontroler untuk mengajarkan mereka apa yang baik dan tidak baik dilakukan di media sosial. Adalah penting untuk memimpin anak berperilaku benar dalam kehidupan sosialnya secara online.


Apakah artikel ini memberkati Anda? Jangan simpan untuk diri Anda sendiri. Ada banyak orang di luar sana yang belum mengenal Kasih yang Sejati. Mari berbagi dengan orang lain, agar lebih banyak orang yang akan diberkati oleh artikel-artikel di Jawaban.com seperti Anda. Caranya? Klik DI SINI.

Sumber : Whatsinthebible.com/jawaban.com/ls

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Gelatik Senja 22 August 2019 - 23:33:40

Cara mengendalikan hawa nafsu

0 Answer

Samu Vastro 22 August 2019 - 23:11:21

Hormati

0 Answer

Sarif Poltek 22 August 2019 - 21:37:34

Seorang nelayan berada di permukaan laut dengan p.. more..

0 Answer


Suhidi Yosua 2 August 2019 - 00:01:16
Shalom, Nama saya Suhidi Yosua, 30thn. Saya butuh ... more..

andrew 1 August 2019 - 02:12:17
saya Andrew 21thn saya mau meminta suport dan duku... more..

Wellyanti Oktavia Selan Welly 19 May 2019 - 19:45:52
Selama 10tahun hidup berkeluarga, yang saya rinduk... more..

andre s 10 May 2019 - 15:07:50
Teman2 Mohon di Doakan saya memiliki kebiasaan kec... more..

Banner Mitra Agustus Week 3


7273

Banner Mitra Agustus Week 3