Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Pengendalian Lingkungan (P2PL), dr HM Subuh MPPM mengatakan, penderita HIV/Aids sangat rentan sekali terkena penyakit meningitis atau infeksi serius yang menyerang otak dan sumsum tulang belakang.
Hal ini bisa terjadi akibat jamur Cryptococcus neoformans yang berdiam di paru-paru dan menyebar bersama darah ke sumsum tulang belakang dan otak. Sistem imun yang rendah pada penderita HIV/Aids juga akan memudahkan jamur masuk ke dalam tubuh. Akibatnya, sekitar 5 sampai 8 persen orang dengan HIV akan sangat rentan terserang meningitis.
Penderita HIV yang terserang jamur ini akan mengalami pembengkakan dan peradangan pada otak. Sehingga otak melemah, rusak hingga menimbulkan rasa sakit di bagian kepala. Tak hanya itu, jamur Cryptococcus neoformans juga bisa menyerang bagian paru-paru, ginjal, kulit, saluran kencing dan kelenjar limpa.
“Pasien HIV/Aids memang rentan sekali kena penyakit meningitis. Terutama pada cytomegalovirus (CMV), virus itu yang menyerang sistem syaraf yang menjadi penyakit penyerta,” ujar dr Subuh.
Bagi penderita HIV/Aids yang terserang meningitis akan menjalani pengobatan yang jauh lebih berat dan dalam waktu yang bersamaan. Langkah pertama bisa menekan perkembangan virus akibat HIV dengan terapi sidivor dan meminum obat antiretroviral (ARV). Sedang untuk serangan meningitis bisa ditekan dengan pengobatan khusus sesuai dengan anjuran para medis.
Bagi Anda yang terserang penyakit dan membutuhkan dukungan doa serta konsultasi secara personal, dapat menghubungi kami di counseling center kami: 0-800-151-3344 (bebas pulsa) atau email/live chat di kotak bertanda di bawah artikel ini. Kami siap melayani Anda 24 jam setiap hari.
Sumber : Kompas.com/Vemale.com/lsIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”