Bukan Yatim Piatu

Bukan Yatim Piatu

Budhi Marpaung Official Writer
      7055
Show English Version

Yohanes 14:18

Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.

Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]amsal2[/kitab]; [kitab]yohan12[/kitab]; [kitab]itawa16-17[/kitab]

Menjelang perpisahan dengan murid-muridNya, Yesus mengatakan sesuatu yang menyentuh hati, “Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.” (Yohanes 14:18). Perkataan ini bukanlah perkataan dari hubungan yang biasa, tetapi hubungan yang begitu intim antara orang tua dengan anak-anaknya.

Sekali pun baru sekitar 3 tahun, tetapi keakraban Yesus dengan murid-muridNya sudah tidak perlu diragukan lagi. Pagi, siang, sore, dan malam hari mereka selalu bersama-sama. Makan-minum bersama, jalan bersama, istirahat bersama, dan bermalam pun di tempat yang sama. Di sini Yesus bertindak sebagai pengayom murid-muridNya dan pemelihara mereka juga. Sekaligus pemberi nasihat dan teladan hidup yang benar.

Perkataan Yesus itu juga menunjukkan bahwa Dia tahu artinya menjadi yatim-piatu. Dia mengerti perasaan seorang anak yang tidak memiliki lagi tempat bergantung; tidak memiliki lagi orang yang akan merawat dan memeliharanya; bahkan tidak ada lagi orang yang akan mengarahkan hidup dan menjadi teladan. Yesus sangat paham, apabila Dia pergi, itulah yang akan terjadi. Itulah sebabnya Yesus tidak mau membiarkan hal itu terjadi dan Dia memberikan Penolong bagi murid-muridNya, yaitu Roh Kudus.

Pekan ini kita memperingati kenaikan Yesus ke Sorga. Kenaikan Yesus ke Sorga bukan berarti penyertaanNya atas kita berakhir, atau pemeliharaanNya atas kita berakhir, atau arah dan keteladananNya atas kita tidak ada lagi. Dia tetap bersama dengan kita selama kita tinggal di dalam firmanNya. Untuk itu, hilangkan ketakutan dan kekhawatiran atas hidup ini dan tetap jadikan Yesus sebagai teladan kita.

Ketika kita takut dan khawatir, sesungguhnya kita tidak menyadari bahwa penyertaan Yesus selalu ada bagi kita.

Ikuti Kami