Diskusi Kreatif Atasi Kebosanan Seks dalam Pernikahan

Diskusi Kreatif Atasi Kebosanan Seks dalam Pernikahan

Theresia Karo Karo Official Writer
3600
Pembicaraan mengenai seks dan keintiman kerap dianggap tabu oleh masyarakat. Hal ini juga yang kadang dirasakan oleh pasangan suami-istri. Keengganan untuk membahas masalah seks dalam pernikahan, seringkali dirasa sebagai kendala dalam kehidupan pernikahan.

Pasangan suami istri bingung dan tidak tahu bagaimana harus memulai pembicaraan mengenai apa yang mereka pikirkan, rasakan, atau sekedar memberi saran terhadap pasangan. Disadari atau tidak, bila anda tetap memilih diam maka hal ini nantinya akan berpengaruh dalam komunikasi dan mengakibatkan salah paham hingga sakit hati. Dilansir dari Keluarga.com berikut 7 petunjuk yang membantu anda untuk memulai percakapan mengenai keintiman dalam pernikahan:

Undang Kekuasaan Tertinggi
Sebelum anda membahas masalah ini bersama pasangan, beri waktu sejenak untuk mengundang kuasa Tuhan. Dengan ini anda mungkin akan lebih menerima kejelasan, hati yang terbuka, dan mampu mendengarkan pasangan tanpa mengeraskan hati.

Waktu Sangat Berharga
Anda tidak akan dapat memutar waktu barang sedetikpun. Karena membicarakan hubungan intim tidak sama dengan apa yang anda inginkan untuk makan malam. Oleh sebab itu gunakanlah waktu anda sebaiknya untuk membahas hal yang cukup krusial ini.

Beritahukan pasangan anda bahwa anda ingin memiliki waktu berdua untuk membahas masalah kehidupan seks dalam pernikahan anda. Beri kesempatan untuk pasangan menemukan waktu terbaik guna membicarakan hal ini. Karena akan lebih baik untuk anda dan pasangan membicarakannya tanpa gangguan urusan lainnya, seperti saat sedang sibuk bekerja, mengurus anak, atau saat akan berhubungan intim. Sehingga anda dan pasangan dapat saling memberikan perhatian penuh.

Penting Untuk Jujur
Terutama jujur dengan diri sendiri. Karena bahasan ini cukup krusial, sebelum memulainya luangkanlah waktu untuk mencari motif anda membahas ini. Tanyakan kepada diri anda, “Apa yang saya harapkan? Apa ini hanya akan mencari pelampiasan dan kambing hitam dari masalah dalam pernikahan? Atau mungkin ini jalan untuk berbagi ide dan gagasan? Apa ini sebagai jembatan untuk menjelaskan ketidak-puasan saya?”

Penting bagi anda untuk memahami maksud dan tujuan pembicaraan ini. Sehingga nantinya percaapan ini dapat berdampak pada hubungan yang produktif dan semakin mendekatkan anda berdua.

Pendengar yang Baik
Pembicaraan ini mungkin dapat menjadi sesuatu yang mengintimidasi dan mengusik anda berdua. Cobalah untuk membicarakan hal ini dengan kepala dingin, sehingga hal ini tidak  memicu pertengkaran anda berdua.
 
Apabila pasangan hanya menjawab dengan jawaban singkat seperti baik, oke, dan semacamnya, cobalah untuk menggalinya lebih dalam. Bisa juga dengan terlebih dahulu menceritakan hal-hal yang mengesankan selama berhubungan intim.

Jangan Beralih Topik
Jangan jadikan pembicraan ini menjadi ajang ‘memuntahkan’ uneg-uneg seputar keluhan urusan rumah tangga. Bila anda ingin membicarakan masalah keintiman maka fokuslah di situ. Jangan sampai anda kehilangan kesempatan utnuk membicarakan masalah krusial ini. Ingat kembali alasan utama anda berdiskusi bersama pasangan.

Sedikit Sentuhan Fisik
Misalnya anda membicarakan hal ini sambil berjalan kaki atau sambil mengemudikan mobil. Lakukanlah sentuhan sederhana dengan berpegangan tangan, sentuhan pada lutut kaki, atau hal lainnnya yang membuat anda dan pasangan nyaman. Sentuhan sederhana ini sekaligus sebagai tanda bahwa anda berpartisipasi dalam percakapan ini.

Mengacu pada Hal Positif
Saat anda memulai pembicaraan ini, tekankan pada hal-hal yang membina hubungan anda. Misalnya, anda menyukai bau harumnya atau dengan mengungkapkan bahwa pasangan anda adalah seseorang yang pantas mendapat cinta dan hormat dari anda.

Biasanya, setelah itu pasangan akan lebih bersedia mendengarkan apa yang anda katakan. Hal yang serupa berlaku hingga akhir, tutup percakapan anda dengan hal-hal yang mendukung hubungan sehingga dapat menciptakan percakapan yang berpengaruh positif.

Bila ternyata anda dan pasangan tidak menemukan solusi bersama, maka inilah saatnya anda membutuhkan bantuan dari pihak luar. Salah satunya dengan melakukan konseling seksual pada tenaga profesional.

Sumber : Keluarga/Jawaban.com by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami