Cegah Pertengkaran Yang Tidak Perlu

Cegah Pertengkaran Yang Tidak Perlu

Theresia Karo Karo Official Writer
4571
Selain pertengkaran karena persoalan yang serius, pasangan menikah juga sering bertengkar karena dipicu masalah-masalah sepele. Contoh, dia yang sering mengusai remote televisi, dia yang sering menghabiskan tisu toilet tanpa menggantinya dengan yang baru, atau membuat rumah berantakan tanpa mau membereskannya kembali.

Memang hal ini tidak langsung menyebabkan perpisahan, namun bila terus menerus terjadi maka akan berdampak langsung pada keharmonisan rumah tangga. Hingga kemudian salah satu atau keduanya merasa bahwa salah satu dari mereka tidak menghargai pasangannya. Dilansir dari keluarga.com, berikut tips untuk menghindari hal-hal yang bisa membuat kesalahan kecil menjadi tujuan utama perselisihan:

Jangan Terpengaruh Komentar Pihak Luar
Melakukan apa yang berguna bagi anda dan pasangan akan mendukung hubungan yang positif. Jangan biarkan komentar orang lain mempengaruhi sikap anda. Karena bisa saja, istri anda lebih menikmati memotong rumput sedangkan suami lebih memilih untuk memasak. Atau anda dan pasangan sepakat dengan peran rumah tangga secara tradisional di mana istri mengurus rumah tangga dan suami yang mencari nafkah. Bisa saja orang luar yang melihat akan berkomentar bahwa anda terlalu kolot, namun bila anda dan keluarga puas dengan apa yang anda jalani maka jangan mudah terpancing dengan komentar orang lain.

Bukan Menjadi Martir
Anda mungkin kesal dengan suami yang selalu bermain golf di weekend atau memiliki istri yang berkumpul dengan teman-temannya sekali seminggu, maka anda juga bisa melakukan rekreasi anda sendiri. Daripada iri, sebaiknya temukan satu kegiatan yang menarik minat anda. Jangan ini menjadi alasan anda menyalahkan pasangan. Bila alasannya cucian atau pekerjaan halaman, hal ini masih bisa menanti. Atau tidak ada yang menjaga anak, maka atur kesepakatan dengan suami untuk bergantian menemani anak saat weekend.

Hindari Kalimat, “Aku Sudah Memberitahumu”
Melakukan kesalahan tentu bukan hal yang diharapkan setiap orang. Bila sewaktu-waktu ada akibat negative akibat keputusannya, maka jadilah sportif dan hindari kalimat, “aku sudah memberitahumu”. Contoh, sebelumnya anda telah menyarankan pasangan untuk mengurangi kecepatan saat berkendara. Namun dia mengabaikannnya dan akhirnya harus kena tilang. Daripada marah dan terus ‘menyerangnya’ dengan omongan biaya tilang. Akan elbih baik bila anda tenang dan temukan cara untuk melewati hal ini. Karena pasangan anda sudah merasa cukup buruk tanpa perlu anda mengingatkan dia akan kesalahannya.

Sumber : Keluarga/Jawaban.com by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami