Ahok Vs Gerindra, Berpisah Karena Tak Lagi Sejalan?

Ahok Vs Gerindra, Berpisah Karena Tak Lagi Sejalan?

Lori Official Writer
3304

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama melontarkan pernyataan keseriusannya hengkang dari Partai Gerindra. Ia menegaskan akan segera mengirimkan surat pengunduran diri kepada Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Gerindra hari ini, Rabu (10/9).

 

Pria yang akrab disapa Ahok ini menegaskan perihal pengunduran dirinya lantaran tak lagi sejalan dengan partai berlambang kepala garuda itu. Keinginan Partai Gerindra agar kepala daerah di pilih oleh DPRD dinilai sangat bertentangan dengan hati nuraninya. Sebab mekanisme itu hanya akan merugikan rakyat. Keputusan itu jelas tak dapat diterima, sementara partai politik mewajibkan kadernya untuk menaati setiap keputusan partai.

 

“Ya hari ini saya akan siapkan suratnya kirim ke DPP (Gerindra) untuk nyatakan keluar dari partai Gerindra. Karena bagi saya partai Gerindra sudah tidak sesuai dengan perjuangan saya untuk memberikan rakyat sebuah pilihan terbaik,” ujar Ahok, seperti dilansir Merdeka.com, Rabu (10/9).

 

Selain itu, Ahok menuturkan bahwa arah tujuan Partai Gerindra saat ini sudah berubah. Bila dulu dirinya tertarik bergabung dengan Gerindra karena konsep menghasilkan pemimpin jujur dan pekerja keras, maka saat ini tujuan itu tampaknya sudah pudar.

 

“Dulu Anda mengiming-imingi saya, kita harus jadi model di Jakarta, model bahwa masih ada pejabat publik yang jujur dan kerja keras dari pagi sampai malam dan tidak korupsi,” tandasnya.

 

Ahok menolak keras perubahan haluan Partai Gerindra bersama dengan koalisi Merah Putih yang hanya mengejar jabatan semata, termasuk dukungan soal Rencana Undang-Undang Pilkada. Untuk itulah Ahok menyatakan dengan tegas tak akan taat dengan partai yang telah ingkar janji.

 

Atas keputusan itu, Partai Gerindra dengan tegas menyatakan sikap serupa dengan mempersilahkan Ahok untuk mundur dari partai. Dengan sikap berang, Ketua DPP Partai Gerindra, M Taufik menyarankan agar Ahok segera membuat surat pengunduran diri dengan alasan bahwa setiap kader punya hak untuk maju dan mundur dari sebuah partai.

 

 

Baca Juga Artikel Lainnya:

HSDD Ancaman Kehidupan Seksual Wanita

 

Jero Wacik Tersangka, Jokowi Tentukan Masa Depan ESDM

 

Naskah Berusia 1500 Tahun Ungkap Sejarah Alkitab

Tips Agar Kerja Tak Halangi Rencana Kuliah

 

Siksaan Kejam Suami Pecandu Narkoba Terhadap Istri

Sumber : Merdeka.com/jawaban.com/ls
Halaman :
1

Ikuti Kami