Mengarahkan Sikap Hati Anak

Mengarahkan Sikap Hati Anak "HATI ANAK (ORIENTASI HIDUP)"

Hevi Teri Official Writer
3170

Tuhan menciptakan manusia dengan banyak keajaiban di dalam dirinya. Manusia memiliki tenaga magnetik, sehingga ia dapat berdiri di atas bumi setelah bereaksi dengan gaya gravitasi bumi. Manusia memiliki daya penghantar listrik, mempunyai kemampuan untuk berkembang, jaringan otak dapat berkembang (sparkling) ketika distimulasi, dapat meningkatkan taraf hidup (berbudaya), beretika dan manusia dapat berkreasi menciptakan sesuatu yang baru dari apa yang ada. Dan hal yang paling membedakan manusia dari makhluk lain, adalah manusia memiliki ‘sense of worship’ (kecenderungan untuk menyembah sesuatu)

     Seorang anak tidak pernah netral. Anak kita akan menyaring segala pengalamannya dengan konsep penyembahan yang ia miliki.
Roma 1:18,19: “Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka.”
Melalui Roma 1 ini kita melihat suatu konsep bahwa seorang anak hanya memiliki 2 alternatif/pilihan: (1) memberikan respon kepada Allah dengan iman, atau (2) menindas kebenaran dengan ketidakbenaran.

      Jika kita memberikan respon kepada Allah dengan iman, ia memperoleh kepuasan dalam pengenalan dan pelayanannya kepada Allah. Jika ia menindas kebenaran, pada akhirnya ia menyembah dan melayani “ciptaan” dan bukan “Pencipta” itu sendiri.
Dengan demikian, yang penting dilakukan oleh orangtua adalah bagaimana menolong anak untuk memiliki sikap hati yang mengarah kepada Allah (To have Godward orientation)

 

 

Ev. Anne Kartawijaya, MDiv. ... bersambung ...

 

Sumber : google
Halaman :
1

Ikuti Kami