Tutup Dolly, Risma Didemo PSK dan Muccikari

Tutup Dolly, Risma Didemo PSK dan Muccikari

Lori Official Writer
2859

Penutupan lokalisasi Dolly yang direncanakan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terus menorehkan penolakan dari sejumlah kalangan. Seperti aksi demonstrasi yang dilakukan pekerja seks komersial (PSK) dan muccikari di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Jawa Timur.

Mereka meluapkan kekesalandan keluh kesah atas rencana penutupan Dolly dalam bentuk tulisan. Aksi ini digelar di sepanjang gang Dolly pada Kamis, 5 Juni 2014. Tulisan-tulisan itu ditujukan kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Tulisan itu rencananya akan dikirim kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Komnas HAM hari ini Jumat (6/6).

“Kalau lokalisasi in ditutup , apakah kalian pemerintah mau mencukupi semua kebutuhan kami? Hidup di kampung sangat sulit. Harga bahan makanan mahal, pendidikan mahal, semuanya mahal. Sementara pemerintah tak mau berjuang untuk kami semua,” ucap Dian, salah satu PSK saat membacakan tulisannya, seperti dilansir Theglobejurnal.com, Jumat (6/6).

Kendati banyak menerima kecaman, Risma tetap kokoh akan merealisasikan penutupan lokalisasi Dolly untuk menjamin masa depan anak-anak disekitar wilayah pelacuran terbesar se-Asia Tenggara itu. “Endak apa-apa, apa kan harus nyelamatkan yang lebih besar lagi. Masa depan bangsa ini kan harus diselamatkan, terutama anak-anak di sana, karena merekalah yang akan meneruskan bangsa ini. Saya harus beri ruang pada mereka untuk mereka bisa berhasil seperti anak-anak lain di Surabaya,” ujar Risma.

Risma menegaskan akan terus maju kendati kebijakan ini menorehkan kontroversi dari sejumlah PSK dan muccikari. Dengan tegas ia menyatakan tak takut dengan ancaman apapun, termasuk diadukan ke Komnas HAM dan Presiden. Sebab ebijakan ini bahkan banyak didukung oleh warga Surabaya. “Ebdak apa-apa,” ucapnya.

Persoalan penutupan lokalisasi Dolly memang sudah lama mengendus. Awalnya hal itu muncul dari keresahan warga Surabaya akan pembiaran aktifitas di wilayah Dolly yang anyak dijadikan sebagai tempat prostitusi, sehingga dikhawatirkan akan merusak anak-anak yang tinggal disekitarnya dan maraknnya tindak kejahatan perdagangan manusia (human trafficking). Untuk itu, Pemkot Surabaya sepakat akan menutup lokalisasi Dolly yang dimulai Juni ini.

 


Baca Juga Artikel Lainnya:

Jemmy Suhadi, Ada Berkat Dibalik Kerusuhan

Kepergok Main Judi, Empat Anggota DPRD Samosir Diamankan

Sekolah Alkitab Mengaku Salah Pakai Kutipan Hitler

Menteri Sibuk Timses, SBY : Silahkan Mundur

Tingkatkan Kualitas Kerja Lewat Training

Raup Keuntungan dari Bisnis Pelatihan

Sumber : Berbagai Sumber/jawaban.com/ls

Ikuti Kami