Hadiah untuk Anak Saat yang Tepat Memberikannya

Parenting / 10 September 2013

Hadiah untuk Anak Saat yang Tepat Memberikannya
Sumber: ayahbunda.co.id
Lois Official Writer
5336

Hadiah menjadi salah satu cara dalam mengajarkan anak tentang perbuatan baik. Perilaku yang baik patut mendapat hadiah, namun harus tepat dilakukan agar tujuannya berhasil. Jangan sampai anak selalu mengharapkan hadiah dan fokusnya hanya hadiah saja ketika berbuat baik. Hadiah yang diberikan tidak harus berupa benda tapi berupa sikap dan ucapan.

Pujian

“Ibu bangga kamu telah mengembalikan mainanmu ke tempatnya, membuat kamarmu rapi. Itu berarti kamu juga telah membantu Ibu membereskan rumah. Kamu anak yang hebat,” begitu bunyi salah satu pujian. Hal ini tentu membuat anak senang dan dengan senang hati melakukannya kembali untuk mendapatkan pujian.

Sikap

Sikap yang kita lakukan untuk memberi hadiah kepada anak bisa kita lakukan dengan memeluknya atau menyebutkan kebaikan anak di depan orang lain seperti kakek, nenek, atau teman-temannya. “Semalam, ade pipis sendiri di kamar mandi lho. Hebat kan.” Lalu peluk si anak atau lakukan pelukan sebelumnya.

Memberikan Apa yang Disukainya

Misalnya saja, si anak sangat suka dibacakan buku cerita sebelum tidur. “Karena kamu telah meletakkan sepatu di tempatnya, Ibu akan bacakan dua buku cerita malam ini.” Bisa juga kita membuat susu coklat yang sangat disukainya saat dia melakukan apa yang kita perintahkan dan menurutinya dengan sukarela.

Barang Sebagai Hadiah

Barang-barang yang dijadikan hadiah janganlah barang-barang yang belum saatnya dia pergunakan. Misalnya memberikan handphone pada anak usia balita. Berikan barang-barang yang berguna baginya untuk keperluannya di sekolah atau sehari-hari yang benar-benar bermanfaat baginya. Itupun harus dilakukan saat-saat istimewa misalnya di hari ulang tahunnya, saat dia berprestasi di sekolah, saat dia menang kompetisi, dan lain sebagainya.

Anak harus sering diberi pujian saat melakukan sesuatu hal yang baik agar dia tahu dan mau terus melakukannya. Misalnya saja, dia mau berbagi mainan dengan anak, membereskan mainannya, mengucapkan terima kasih kepada orang lain saat diberi bantuan, meletakkan sepatu pada tempatnya, membuang sampah pada tempatnya, menggosok gigi tanpa disuruh, menghabiskan makanan, dan lain sebagainya.

 

Baca juga :

Cronut, Pastry yang Membuat Orang Rela Antri

Ini Dampak Perceraian Orangtua Pada Anak

Tiga Hal Penting Untuk Dapat Perkenanan Tuhan

Ini Dampak Perceraian Orangtua Pada Anak

Mitos Seputar Kerontokan Rambut dan Kebenarannya

Selamatkan Usaha Anda dari Ancaman Krisis

Sumber : ayahbunda.co.id by lois horiyanti/jawaban.com
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?