Apa Sebabnya Orang Mengalami Hidup dalam Kekurangan?

Kata Alkitab / 20 June 2013

Apa Sebabnya Orang Mengalami Hidup dalam Kekurangan?
Lois Official Writer
18336

Allah memberkati umat-Nya dengan berkat-berkat yang berkecukupan. Hal yang paling indah dalam hidup ini sesungguhnya adalah ketika kita merasa cukup, karena hal itu membuat kita dapat bersyukur kepada Tuhan. Hal yang sama seperti ketika Tuhan memberikan manna pada umat Israel. “Ketika mereka menakarnya dengan gomer, maka orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan. Tiap-tiap orang mengumpulkan menurut keperluannya (Keluaran 16:18)

Tetapi lain halnya jika sudah hidup berkelimpahan, tidak jarang hal itu akhirnya membuat orang mulai kurang menghargai berkat Tuhan, karenanya tidak lagi bersyukur pada Tuhan. Namun, di satu sisi Allah tidak menghendaki umat-Nya hidup kekurangan. Dia selalu mencukupi dan memenuhi kebutuhan kita. Persoalannya, kitalah yang sering merasa kurang, sehingga untuk bersyukur kepada Tuhan menjadi suatu hal yang sulit untuk dilakukan. Orang mengalami hidup dalam kekurangan karena :

Mereka tidak mencukupkan diri dengan apa yang ada ([kitab]Ibran13:5[/kitab], [kitab]0Roma12:3[/kitab])

Kekurangan sebenarnya bukanlah sebuah keadaan tetapi merupakan sikap hati. Ada orang yang punya segalanya tetapi selalu merasa kurang, sebaliknya ada yang hidup sederhana tapi selalu merasa puas. Jadi seseorang merasa cukup atau kekurangan tergantung sikap hatinya.

Salah dalam menentukan prioritas hidupnya ([kitab]Amsal11:24-27[/kitab])

Ada banyak orang yang gagal dalam hidupnya bukan karena bodoh, bukan juga karena malas, tetapi karena salah menentukan prioritas hidupnya.

Tidak mau berjuang, hanya berkata tapi tidak diikuti tindakan ([kitab]Amsal14:23[/kitab])

Orang yang dapat dipakai Tuhan sebagai alat-Nya adalah seorang yang perkataan dan tindakannya sama, artinya apa yang dia katakan diwujudkan dalam tindakan.

Masih hidup dalam ikatan kedagingan ([kitab]Amsal21:17[/kitab])

Orang yang hidup dalam kedagingan tidak akan pernah merasa cukup, tetapi selalu kekurangan. Itulah yang dimaksud dalam [kitab]0Amos4:6[/kitab]

Kita akan selalu merasa cukup jika kita dapat mencukupkan diri dengan apa yang ada, juga dapat menentukan prioritas hidup, serta tidak hidup dalam kendali kedagingan, namun milikilah perkataan yang sinkron dengan tindakan. Karena itu, milikilah juga sikap-sikap tersebut untuk dapat hidup dalam kecukupan.

 

Diedit dari Buku Mujizat Setiap Hari by Gilbert Lumoindong

Sumber : buku mujizat setiap hari by lois horiyanti/jawaban.com
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?