Tantangan Pekerjaan

Tantangan Pekerjaan

Puji Astuti Official Writer
6763

Dua orang pemuda yang tak berpengalaman mendapatkan pekerjaan di sebuah kontraktor bangunan, namun keduanya mendapatkan pekerjaan yang berbeda. Pemuda pernama bernama Anton, ia mendapatkan tugas untuk mengerjakan kusen kayu dan daun pintu. Sedangkan pemuda kedua, Boy mendapat tugas untuk mengaduk pasir dan semen serta memasang bata.

Dalam pikiran Anton, pekerjaannya sebagai tukang kayu lebih ringan dan mudah dibandingkan Boy. Namun kejutan muncul saat dia tahu ternyata rumah yang akan dibangun adalah rumah dengan desain yang antik dan banyak ukiran kayunya, itu diluar dugaan Anton. Setelah berkali-kali diajari oleh tukang senior di perusahaan itu dan tidak bisa juga, Anton akhirnya putus asa. Ia pun mendatangi Boy yang sedang giat bekerja tanpa lelah untuk berdiskusi kemungkinan tukar pekerjaan dan ternyata Boy setuju.

Boy akhirnya mengerjakan bagian pekerjaan Anton, tentunya dengan dilatih lebih dahulu. Setelah beberapa waktu, sang mandor memeriksa pekerjaan kedua anak baru itu. Mandor itu terpana dengan hasil kusen dan pintu yang dikerjakan dengan begitu baik. Ia pun bertanya, "Siapa yang mengerjakan ini?" Pegawai yang ada di sana langsung menunjuk Boy.

Sang mandor penasaran, bagaimana Boy bisa bekerja dengan baik dan tidak seperti rekannya Anton yang menyerah di tengah jalan.

"Bagi saya, sederhana saja pak," ujarnya dengan rendah hati. "Lakukan semuanya dengan tulus dan jangan pernah meremehkan apapun. Dengan begitu, saya lebih mengerti saat diajarkan dan bersungguh-sungguh mengerjakannya."

Itulah rahasia keberhasilan Boy, dia tidak cepat berasumsi dan meremehkan sebuah pekerjaan yang ditawarkan kepadanya. Sikapnya pada akhirnya membantu ia mencapai keberhasilan. Hal yang sama berlaku juga dengan hidup kita, dalam kehidupan ini kita akan diperhadapkan dengan banyak tantangan dan seringkali menjadi sebuah kesempatan bagi kita untuk melangkah maju untuk mencapai keberhasilan. Kuncinya adalah bagaimana kita menyikapi tantangan itu, jangan pernah meremehkan ataupun sebaliknya merasa tidak mampu dan menolaknya. Cobalah, belajarlah dengan sungguh-sungguh, lalu bekerjalah dengan segenap hati, niscaya kerja keras kita tidak akan sia-sia.

Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi. ~ Pengkhotbah 9:10

Sumber : Inspirasi Vemale.com
Halaman :
1

Ikuti Kami