Hadiah Ulang Tahun Pernikahan ke-25 yang Istimewa

Hadiah Ulang Tahun Pernikahan ke-25 yang Istimewa

Lois Official Writer
11369

Frans bingung memikirkan hadiah untuk istrinya. Mereka akan merayakan ulang tahun pernikahan yang ke-25 dan Frans ingin memberikan hadiah yang paling berkesan untuk istrinya.

Di tengah kebingungannya, tiba-tiba ia teringat sesuatu.

“Aduh, kok saya jadi bodoh begini. Seharusnya saya memberi hadiah kegemarannya. Ia paling suka makan kepala ikan. Karena setiap makan ikan, pasti ia selalu memilih kepalanya dan dagingnya diserahkan kepada saya.”

Pada hari ulang tahun pernikahan, Frans lalu menyerahkan hadiah istimewanya kepada istri tercinta. Istrinya menerima dengan mata berbinar-binar karena bahagia, sebuah bungkusan hadiah yang besar dan terbungkus rapi.

“Kira-kira apa yang diberikan Frans untukku ya?” tanya istrinya dalam hati.

“”Buka saja hadiahnya,” ujar Frans.

Ketika dibukanya bungkusan itu, matanya membulat dan terbelalak melihat isi kotak itu ternyata kepala ikan yang sangat besar.

Frans tersenyum senang melihat kekagetan istrinya. Ia sudah menduga hal ini dan dia sudah siap untuk menerima ucapan terima kasih penuh haru dari istrinya. Sesaat keduanya terdiam, terbawa oleh perasaannya masing-masing.

“Frans! Kamu benar-benar keterlaluan! Kamu tidak mengerti perasaan saya! Sudah 25 tahun berumah tangga, masih saja kamu tidak mengerti dan menghargai pengorbanan saya,” ujar istrinya sambil menangis.

“Lho, istriku ada apa sih? Saya membelikan kamu kepala ikan karena saya pikir itu adalah kesukaan kamu.” jawab Frans.

Masih tetap menangis, istrinya menjawab, “Kalau saja kamu bisa lebih mengerti pengorbanan saya. Selama ini, kalau kita makan bersama dan saya memasak ikan, saya selalu memberikan dagingnya untuk kamu dan anak-anak, karena saya mendahulukan kalian daripada saya. Makanya saya lebih memilih kepalanya saja. Padahal kalau kamu tahu, kepala ikan itu tidak enak, sudah lama saya ingin memberikan kepala ikan itu untuk kucing kita.”

Kali ini, giliran Frans yang menangis karena telah salah menduga selama ini.

Terkadang kita menduga bahwa Tuhan sudah dipuaskan dengan semua hal yang kita lakukan, namun apakah benar semuanya itu membuat Tuhan menangis terharu atau menangis karena kita menjadi seseorang yang baik-baik saja tapi suam-suam kuku. Kita perlu mengerti apa keinginan-Nya yang terdalam sehingga kita dapat memberikan kado yang teristimewa buat-Nya.

 

Baca juga :

Menjadi Sahabat Bagi Pasangan : Istri Kepada Suami (1)

Ciri-Ciri Bakso Sapi yang Aman Dikonsumsi

Mengakhiri Pertandingan dengan Baik

Ciri Orangtua yang Jadi Sahabat Anak

Soekarno, Pejuang Kemerdekaan dengan Segala Romansanya

Minuman yang Harus Dihindari Penderita Diabetes

Sumber : buku setetes embun bagi jiwa by lois horiyanti/jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami