Tiket KRL Commuter Line Turun, Kereta Diserbu Penumpang

Tiket KRL Commuter Line Turun, Kereta Diserbu Penumpang

Puji Astuti Official Writer
5341

Jika harga bahan bakar minyak (BBM) naik, harga tiket kereta rel listrik commuter line turun, dari sebelumnya Rp3.000 untuk lima stasiun pertama dan Rp1.000 untuk setiap tiga stasiun berikutnya, kini menjadi Rp 2.000 untuk lima stasiun pertama dan Rp 500 untuk setiap tiga stasiun berikutnya.

"Mudah-mudahan dengan harga tiket turun semakin banyak yang naik kereta, sehingga pendapatan tidak turun. Semoga jika masyarakat tahu tiket murah mereka mau pindah naik kereta api, dan mengurangi kemacetan," demikian pernyataan Menteri BUMN Dahlan Iskan, Senin (1/7) lalu yang dikutip Antaranews.com.

Harapan Dahlan Iskan tersebut benar adanya, contohnya di Stasiun Besar Bogor yang dipadati penumpang pada hari Senin pagi itu. Pasalnya tiket Bogor - Jakarta Kota yang sebelumnya Rp. 9000,- menjadi Rp. 5000,-. Penumpang terpaksa antri sepanjang 40 meter untuk membeli tiket. Mereka yang biasanya antri hanya butuh waktu 10 hingga 15 menit, hari itu antri selama 30 - 60 menit. Tak ayal banyak yang terlambat masuk kerja.

Menurut Wakil Kepala Stasiun Besar Bogor Darmin, terlihat banyak wajah baru diantara penumpang kereta. Terlihat bahkan beberapa bingung dimana harus menunggu kereta dengan jurusan yang mereka tuju.

Murahnya transportasi umum seperti KRL commuter line ini diharapkan dapat membuat masyarakat beralih dari kendaraan pribadi sehingga mengurangi kemacetan dan juga pencemaran udara. Selain murah masyarakat juga berharap kualitas pelayanan dapat ditingkatkan, namun PT KAI juga butuh dukungan dari para pengguna untuk tertib dan juga turut menjaga fasilitas yang telah disediakan.

Baca juga artikel lainnya :

Jokowi Batalkan Kenaikan Tarif TransJakarta

Demi Menolong Anak Sapi, Masinis Hentikan Kereta

Dampak BBM Naik, Tarif Angkutan Naik 15-30 Persen

Make Diffrence In Your Life

Kecewa Dengan Tuhan?

Sumber : Kompas.com | Antaranews.com | Puji Astuti
Halaman :
1

Ikuti Kami