Jonathan Parapak, Anak Desa Yang Go Internasional

Jonathan Parapak, Anak Desa Yang Go Internasional

Lori Official Writer
7979

Kesuksesan seorang Jonathan Parapak tidak terlepas dari kiprahnya yang menjadi salah seorang figur nomor satu di PT Indosat dari tahun 1969-1991.

Kisah si anak desa suku Toraja, Makassar ini dimulai dari nol. Dengan keterbatasan ekonomi orang tuanya, Nathan, panggilan akrabnya, memiliki tekat kuat untuk meraih cita-cita dengan belajar keras. Ia juga melakoni berbagai pekerjaan dimasa sekolahnya untuk mencukupi biaya pendidikannya. Ia terus belajar hingga berhasil meraih beasiswa Colombo Plan dengan jurusan listrik arus lemah (telekomunikasi) dan berangkat ke Australia pada November 1961 untuk program Sarjananya. Prestasi baik yang ia peroleh memungkinkannya untuk melanjut ke program Master of Engineering Science yang juga sukses dengan peringkat memuaskan.

Nathan merupakan seorang yang rendah hati, sosok seorang intelektual sejati dan pekerja professional yang tangguh serta pelayan. Ia melahirkan berbagai gagasan segar seputar telematika untuk mengembangkan teknologi informatika demi kesejahteraan manusia. Ia bahkan menggagas ide cemerlang pengelolaan bisnis berteknologi tinggi yang professional. Sejak awal Jonathan Parapak menyadari bahwa teknologi informasi akan sangat memudahkan komunikasi, penyebaran informasi serta dapat dijadikan sebagai strategi ekonomi dan politik.

Segudang prestasi dalam bidang telematika telah ia raih. Berkat kerja kerasnya hingga berhasil merintis pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut Asean, Timur Tengah, Eropa dan Australia. Sampai pada kesuksesannya memimpin perusahaan teknologi dan informatika PT Indosat dengan tangan dinginnya.

Namun sekalipun ia sibuk dalam berbagai aktifitasnya, Nathan tetap konsisten dalam memberi waktu bagi pelayanan. Konsistensinya sebagai pelayan memberinya ide untuk mendirikan Pelayanan Mahasiswa yang dikenal dengan Perkantas. Beranjak dari itu, ia menjadi pelopor berbagai Yayasan seperti Yayasan Damai Sejahtera, Yayasan Pembaca Alkitab, Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia, STT Jakarta dan STT Rantepao.Ia membuktikan bagaimana ia harus memanageman waktunya baik untuk aktifitasnya sebagai pemimpin dalam perusahaan maupun sebagai pelayan bagi Tuhan.

Kebahagiaannya pun dilengkapi dengan hadirnya seorang istri asal Australia, Anne yang juga sebagai seorang pelayan Tuhan dan tulus mendampingi Nathan hingga saat ini. Nathan tidak pernah lupa atas karya Tuhan yang bekerja dalam hidupnya. Sebagai seorang anak desa yang sudah mengarungi dunia Internasional, ia tetap konsisten dalam berbagai hal yang ia geluti baik kemampuannya dalam bidang teknologi, sesama dan juga Tuhan yang telah menganugrahkannya berbagai kebaikan.

Jadi sebagai anak-anak Tuhan mari berjuang untuk memberi dampak yang besar bagi bangsa dan dunia. Dan tetap memiliki landasan rendah hati agar Tuhan Allah kita tetap dipermuliakan melalui teladan hidup anak-anakNya.

 

Baca Juga:

C.S Lewis, Sukses Melalui The Chronicles of Narnia yang Legendaris

Rick Field, Kenangan Bahagia Masa Kecil Membawa Kesuksesan

Nick Friedman, Awali Bisnis Waralaba di Kampus

Richard Teo, Dokter Kecantikan yang Mengasihi Tuhan dan Sesama

Bisnis Tetap Maju Tanpa Marketing

Sumber : berbagai sumber |Jawaban.com | lori

Ikuti Kami