Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo menyatakan bahwa walaupun dirinya tidak segalak wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama, bukan berarti ia tidak tegas kepada bawahannya.
"Saya memang enggak galak, kok, tetapi besok langsung hilang, gitu saja. Saya enggak pernah marah, tapi langsung hilang (pejabatnya dicopot), gitu saja," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Senin (18/2/2013).
Jokowi mengaku bahwa memang ia lebih menyukai cara memimpin yang lebih lunak, namun semua aturan tetap diberlakukan termasuk sanksi-sanksinya. Ia hanya tidak mau memarahi bawahannya.
"Ya, memang lunak. Kalau di pegawai negeri, ya, memang harus seperti itu, enggak kayak di swasta, copot langsung tendang hilang. Enggak bisa seperti itu," ujar Jokowi.
Gubernur DKI Jakarta, Jokowi dan wakilnya, Basuki, memang memiliki cara yang berbeda dalam memimpin. Jokowi lebih memilih menggunakan cara lembut namun tegas, sementara Basuki memilih menggunakan gaya yang keras dalam memimpin. Dalam beberapa kasus, Jokowi lebih memilik menegur dengan baik jika ada bawahannya yang tidak disiplin, sementara Basuki akan menegur secara langsung.
Kombinasi yang sedemikian rupa lah yang bisa disebut sebagai pasangan yang serasi. Apabila dua orang memiliki karakter yang berbeda bersatu untuk mencapai tujuan yang sama, maka akan terbentuk sebuah tim yang harmonis dan solid. Maju terus, Jokowi-Ahok!
Baca juga artikel lainnya:
Long Distance Relationship Can Work!
Jelang UN, Sekolah Diminta Perketat Pengawasan
Rayakan Valentine Bersama 5 Film Romantis Ini
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”