Iman Yang Semakin Kuat

Iman Yang Semakin Kuat

Puji Astuti Official Writer
      3556

Ibrani 11:22

Karena iman maka Yusuf menjelang matinya memberitakan tentang keluarnya orang-orang Israel dan memberi pesan tentang tulang-belulangnya.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 55; Kisah Para Rasul 27; Imamat 20-21

Jika mengingat kisah kehidupan Yusuf, tentu kita ingat bagaimana imannya sungguh teruji. Sebagai remaja ia menerima janji Tuhan bahwa suatu hari ia akan memerintah atas seisi rumahnya. Namun apa yang ia alami justru sebaliknya, ia dibuang ke sumur dan kemudian di jual sebagi budak oleh saudara-saudaranya. Namun ujian atas imannya tidak berhenti disitu, ia kemudian di fitnah oleh istri tuannya dan dipenjara. Dipenjara selama belasan tahun, Yusuf seperti dilupakan. Namun pada saatnya ia Tuhan angkat dan menjadi penguasa atas seluruh Mesir menggenapi janji Tuhan.

Namun yang sedikit aneh, penulis kitab Ibrani tidak menyoal iman Yusuf dimasa mudanya atau di puncak karirnya dimana ia dengan kelembutan hati mau mengampuni saudara-saudaranya. Ibrani mencatat mengenai iman Yusuf berkaitan dengan pesan terakhirnya, yaitu meminta orang Israel membawa tulang-belulangnya ke Tanah Perjanjian.

Mengapa demikian? Sepertinya penulis kitab Ibrani ingin mengingatkan kita bahwa iman itu harus terus bertumbuh hingga nafas terakhir kita sama seperti Yusuf yang hingga nafas terakhirnya ia tetap percaya bahwa janji Tuhan pasti digenapi, yaitu Tanah Perjanjian itu pasti akan diberikan kepada Israel.

Jika dalam kehidupan ini semua yang ada bersama dengan bertambahnya hari menjadi semakin tua, semakin pudar dan lapuk, namun tidak dengan iman. Sama seperti manusia batianiah kita yang “dibaharui dari sehari ke sehari” (2 Korintus 4:16) demikian juga seharusnya iman kita, semakin hari semakin kuat dan semakin jelas melihat janji Tuhan.

Cara melatih otot jasmani dan otot iman itu serupa, semakin banyak beban kita angkat maka otot kita akan semakin kuat. Jadi jangan takut dengan beban dan tekanan.

Ikuti Kami