Menghancurkan Benteng Yang Kokoh

Kata Alkitab / 17 August 2012

Menghancurkan Benteng Yang Kokoh

Papa Henokh Hizkia Immanuel Simamora Official Writer
6174

Ibrani 12: 15

Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

 

Bila ayahmu memperlakukan ibumu dengan buruk dan kejam apakah yang timbul dalam hatimu? Bila seluruh harta habis karena ayah atau ibumu maka apakah yang akan timbul dalam jiwamu?

Atau sebaliknya bila anak kandungmu mempermalukan dan menyakiti perasaanmu, apakah yang spontan anda lakukan?

Atau bila seseorang berlaku yang tidak baik pada anda lalu orang tersebut mengalami kesusahan atau musibah apakah yang anda pikirkan?

Kebanyakan kita akan menuntut keadilan dan membalas dengan berbagai macam cara untuk memuaskan kemarahan kita. Kebanyakan orang lebih memilih untuk membalas dengan alasan “menuntut keadilan”

Walau demikian ironisnya kita semua sudah tahu akhir dari setiap kisah mereka yang berhasil membalaskan dendamnya atau berhasil menegakkan keadilan dengan tangan dan caranya sendiri; Kisah mereka selalu berakhir dengan hal yang buruk dan tidak pernah mendatangkan kebaikan. Perasaan benci dan pahit tersebut tidak pernah hilang melainkan mendapat tempat di hati orang tersebut, bahkan menjadi suatu benteng yang kokoh yang lama kelamaan menguasai dan mengontrol jiwa orang tersebut.

Pernahkah anda terpikir jika Yusuf membiarkan sakit hatinya dan membalaskan dendamnya terhadap saudara-saudaranya? Tapi syukurlah Yusuf tidak demikian, ia tidak mau membiarkan kepahitannya berkuasa atas dirinya. Yusuf juga tidak menunggu hari raya tertentu untuk melepaskan pengampunan. Dan Yusuf juga tidak bersemedi dan berpuasa 40 hari 40 malam untuk mampu mengampuni dan mengasihi abang-abangnya yang telah berbuat jahat kepadanya..

Saat Yusuf melepaskan pengampunan justru kehidupan Yusuf menjadi bahagia. Ia mendapatkan kehormatan, kekayaan, kuasa bahkan kasih sayang dari keluarganya.

Berbeda dengan Lewi dan Simeon yang cepat membalas dengan kemarahan terhadap Sikhem, karena Sikhem telah mencemari Dina, adik perempuan mereka. Kemarahan Lewi dan Simeon berhasil memprovokasi saudara-saudaranya yang lain hingga mereka melakukan siasat. Lalu dengan kelicikan dan dengan tangan yang penuh kemarahan Simeon dan Lewi membantai serta membunuh Sikhem beserta seluruh keluarganya. Hal itu membuat Yakub sedih bahkan mengutuki kemarahan dan keberangan mereka.

Jika kita jujur dan jika kita tanyakan kepada mereka yang menyimpan kepahitan dan tidak mau melepaskan pengampunan maka mereka akan mengakui bahwa ada kelelahan dan kehampaan yang terjadi di jiwa mereka. Kalau pun mereka berhasil membalas dendam maka di masa yang akan datang jika mereka jujur mereka akan mengakui betapa menyesalnya mereka telah membalas dendam. Dan anehnya penyesalan itu selalu belakangan.

Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan sebaliknya lepaskanlah pengampunan dan lakukanlah apa yang baik bagi semua orang. Dengan mengampuni kita akan menghancurkan benteng yang kokoh.

 

Baca juga artikel lainnya:

Liburan Panjang dan Persiapan Mudik 

Bang, Jangan Takut Bang !

Menjadi Sahabat Bagi Anak

Tips Rumah Aman, Mudik pun Tenang

Inilah Obat-Obatan yang Perlu Dibawa Sebelum Pergi Mudik Lebaran

Halaman :
1

Ikuti Kami